Selamat, Indonesia Terpilih Jadi Anggota Dewan HAM PBB

Dewan HAM PBB

Pecihitam.org – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memilih Indonesia menjadi anggota Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) untuk periode 2020-2022.

Indonesia mendapatkan posisi itu setelah memenangkan pemungutan suara dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-74 di New York, Amerika Serikat.

Dalam pemungutan itu, Indonesia mendapatkan dukungan terbesar dengan 174 suara dari total 192 suara.

Maka dengan demikian, Indonesia akan mendapatkan posisi sebagai salah satu Dewan HAM PBB perwakilan negara Asia Pasifik periode 2020-2022.

Tak hanya Indonesia, beberapa negara lainnya yang juga akan mewakili Asia Pasifik di Dewan HAM PBB, yaitu Jepang, Korea Selatan, Marshall Islands, Afghanistan, Bahrain, Bangladesh, Fiji, India, Nepal, Pakistan, Filipina, dan Qatar.

Baca Juga:  Covid-19 Merebak, PBB Desak Sanksi Terhadap Suriah Dicabut

“Ada total 193 surat suara, 192 suara sah. Indonesia mendapatkan 174 suara,” kata Presiden Sidang Umum ke-74 PBB, Tijjani Muhammad-Bande dari Nigeria saat mengumumkan hasil pemungutan suara, dikutip dari CNN, Sabtu, 18 Oktober 2019.

Sebelumnya, Indonesia sudah empat kali terpilih menjadi anggota Dewan HAM PBB, yakni pada periode 2006-2007, 2008-2010, 2012-2014, dan 2015-2017. Dengan demikian, ini menjadi yang kelima kalinya bagi Indonesia sebagai anggota Dewan HAM PBB.

Indonesia akan memulai masa tugasnya pada 1 Januari 2020 mendatang.

Untuk diketahui, Dewan HAM PBB merupakan organisasi antarpemerintah di PBB yang bermarkas di Jenewa, Swiss.

Dilansir dari Antara, sebagai anggota Dewan HAM PBB periode 2020-2022, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menekankan Indonesia akan memprioritaskan tiga hal.

Baca Juga:  Meski Nyatakan Setia ke Pancasila, AD/ART FPI Masih Menyebut Khilafah Islamiyah

“Pertama, Indonesia akan konsisten mendorong kemajuan dan perlindungan HAM baik di kawasan regional maupun global,” ujarnya.

Kedua, Indonesia akan terus meningkatkan kapasitas negara dalam penghormatan, kemajuan, dan perlindungan HAM melalui kerja sama internasional,” sambungnya.

Ketiga, lanjut Menlu, Indonesia akan memperkuat kemitraan yang sinergis dengan beberapa pemangku kepentingan, tidak kalah pentingnya memperkuat kinerja pembangunan HAM di dalam negeri melalui rencana aksi nasional di bidang HAM untuk periode 2020-2022.

“Indonesia juga punya kesempatan lebih besar untuk mendorong Dewan HAM PBB agar lebih efektif dan efisien, objektif, transparan, adil dan non-politis, serta imparsial dan membuka dialog dengan seluruh pihak dan berorientasi pada hasil,” kata Menlu.

Baca Juga:  Moment HSN, Pemkab Pandeglang Ajak Santri Tolak Radikalisme
Muhammad Fahri

Leave a Reply

Your email address will not be published.