Soal Kisruh Natuna, PBNU Siap Jihad Demi Kedaulatan NKRI

Pecihitam.org – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tegaskan siap menjaga NKRI, pernyataan tersebut menyusul soal kasus di perairan Natuna.

Demikain dikatakan Ketua PBNU Kiai Said Aqil Siradj. Menurutnya sudah menjadi kewajiban NU mati demi membela tanah air.

“Dalam pandangan Nahdlatul Ulama sebagaimana dinyatakan oleh pendiri Nahdlatul Ulama Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari, hukum membela keutuhan tanah air adalah fardhu ‘ain (wajib bagi setiap orang Islam). Dan barangsiapa mati demi tanah airnya, maka ia mati syahid. Maka itu PBNU siap,” tegasnya. Dikutip dari media Laduni, Jum’at (10/1/2020).

Menurut Kiai Said pemerintah tidak sungguh-sungguh dalam dalam mengkinsepkan pembangunan berparadigma maritim, termasuk dalam geopolitik, ekonomi, dan pertahanan, akan membuat Indonesia kehilangan 75 persen potensinya.

Kiai Said menyesalkan, padahal kedudukan laut sangat strategis sebagai basis pertahanan untuk maju dan sejahtera dan memimpin dunia sebagai bangsa bahari seperti amanat founding fathers.

“Kedudukan laut juga amat strategis sebagai basis pertahanan. Karena itu pulau-pulau perbatasan, termasuk yang rawan gejolak di Laut Selatan China, tidak boleh lagi disebut sebagai pulau terluar, tetapi terdepan,” tandas Kiai Said.

Baca Juga:  Kecam Tindakan Persekusi Terhadap Haddad Alwi, PBNU Bakal Lapor Polisi
Adi Riyadi