Soal Pembatalan Haji Secara Sepihak, Fraksi Golkar: Menag Tak Hormati DPR

Pecihitam.org – Anggota Komisi VIII DPR RI John Kenedy Azis dari Fraksi Partai Golkar mengancam melaporkan Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) lantaran membatalkan keberangkatan jemaah haji tahun 2020 secara sepihak.

Ancaman itu disampaikan Anggota Komisi VIII DPR RI John Kenedy Azis dari Fraksi Partai Golkar.

Hal itu lantaran John menilai bahwa Fachrul tidak menghormati DPR. Sebab ia tak patuh terhadap kesepakatan dalam Rapat Kerja antara Komisi VIII dengan Kemenag.

Diketahui, dalam rapat kerja antara Komisi VIII dengan Kemenag pada 11 Mei lalu, Kemenag dan Komisi VIII DPR RI sepakat untuk menunggu kepastian haji dari Arab Saudi hingga 1 Juni 2020.

Baca Juga:  Revisi Buku Pelajaran Agama, Menag Tak Hapus Materi Khilafah

Adapun jika tak kunjung ada kabar dari Arab Saudi, maka kedua pihak akan memutuskan kebijakan secara bersama lewat rapat kerja tanggal 4 Juni.

“Saya melihatnya objektif saja, saya harus sampaikan ini. Pak Menteri dianggap sepele DPR ini. Kami punya hak interpelasi, angket, untuk menyurati, mengadu pada Presiden,” kata John di Jakarta, dikutip dari CNN Indonesia, Jumat, 19 Juni 2020.

John menyebut bahwa dirinya bisa mengusulkan hal ini ke pimpinan Fraksi Golkar. Menurutnya, jumlah 85 orang anggota Fraksi Golkar cukup untuk menggunakan hak melapor ke Presiden.

Menurutnya, sejak Fachrul menjabat sudah terlalu banyak kontroversi yang dibuat, mulai dari pelarangan cadar hingga isu radikalisme.

Baca Juga:  Sindir Pendukung Khilafah, Politisi Demokrat: Kenapa Nggak Coba Dirikan HTI FPI di Arab?

Namun, kata John, Fraksi Golkar masih memberi toleransi karena percaya Fachrul bisa berubah.

“Kami tutup mata soal jemaah, cingkrang, ini bisa diperbaiki. Tapi ini (pembatalan keberangkatan haji) menyangkut prinsip buat kita,” ujarnya.

Ia pun memberi toleransi kepada Fachrul jika berjanji untuk tak lagi melakukan tindakan yang membuat gaduh.

“Saya sepakat ini terakhir. Jangan ada isu-isu yang tidak dikehendaki,” tegasnya.