Bacaan Lengkap Wirid Rabithah dan Keutamaannya dalam Hadis Nabi

Bacaan Lengkap Wirid Rabithah dan Keutamaannya dalam Hadis Nabi

PeciHitam.org – Doa merupakan sarana penghubung antara hamba dan Tuhannya. Melalui doa, seorang hamba memohonkan segala yang ia butuhkan agar dikabulkan oleh Allah. Doa-doa yang rutin dibaca disebut juga wirid. Wirid Rabithah salah satunya. Wirid ini dipopulerkan oleh Hasal Al-Banna, seorang ulama besar di Mesir pada zamannya.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Wirid Rabithah ini termasuk ke dalam wirid ma’tsurat. Doa ini memang bukan bersumber dari Al-Quran maupun hadis. Sehingga tidak ada syariat yang melarang maupun menganjurkan membaca wirid tersebut. Tidak ada salahnya juga jika kita mengamalkan wirid rabithah ini. Sebagai sebuah wirid yang tata bahasanya indah, bahkan tidak jarang dikiranya bersumber dari al-Quran maupun hadis.

Rabithah sendiri memiliki arti berkaitan, berhubungan atau bertali. Di dalam dunia tarekat, rabithah memikiki arti menghubungkan ruhaniyah murid dengan ruhaniyah guru atau sebaliknya guna mendapatkan wasilah. Seperti namanya, Wirid Rabithah ini digunakan sebagai sarana penghubung, seorang hamba kepada Tuhannya.

Mengenai keutamaan doa, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

لَا يَرُدُّ الْقَضَاءَ إِلَّا الدُّعَاءُ وَلَا يَزِيدُ فِي الْعُمْرِ إِلَّا الْبِرُّ

Baca Juga:  Doa Mengusir Gangguan Jin dan Terhindar dari Petaka Lainnya

“Tidaklah ketetapan Allah dapat ditolak kecuali dengan doa, dan tidaklah menambahkan usia kecuali dengan berbuat kebaikan.” (HR. At Tirmidzi no. 2139)

Hadis di atas membahas mengenai doa secara umum. Memang tidak spesifik menyinggung doa tertentu. Namun dapat menjadi gambaran tentang salah satu keutamaan doa.

Berikut ini kami tuliskan bacaan wirid rabithah yang tergolong wirid ma’tsurat dengan tatabahasa yang amat baik dan rapi. Bacaan doa berikut kami tulis lafadz arab, latin maupun terjemahnya, antara lain:

اَللّهُمَّ إِنَّكَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذِهِ الْقُلُوْبَ , قَدِ اجْتَمَعَتْ عَلَي مَحَبَّتِكَ

Allahumma innaka ta’lamu anna hadzihil qulub, qadijtama-at ‘alaa mahabbatik,

Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui bahawa hati-hati ini, telah berhimpun di atas dasar kecintaan terhadapmu,

وَالْتَقَتْ عَلَى طَاعَتِكَ, وَتَوَحَّدَتْ عَلَى دَعْوَتِكَ

wal taqat ‘alaa tha’atik, wa tawahhadat ‘alaa da’watik,

bertemu di atas ketaatan kepada-Mu dan bersatu bagi memikul beban dakwah-Mu

 وَتَعَاهَدَتْ عَلَى نُصْرَةِ شَرِيْعَتِكَ

wa ta’ahadat ala nashrati syari’atik.

Baca Juga:  Doa Agar Cepat Hamil Menurut al-Quran dan Hadis

hati-hati ini telah mengikat persetiaan untuk menolong meninggikan syariat-Mu.

فَوَثِّقِ اللَّهُمَّ رَابِطَتَهَا, وَأَدِمْ وُدَّهَا، وَاهْدِهَا سُبُلَهَا

Fa watsiqillahumma rabithataha, wa adim wuddaha, wahdiha subuulaha,

Oleh itu Ya Allah, Engkau perkukuhkan ikatannya dan Engkau kekalkan kemesraan hati-hati ini, tunjukilah hati-hati ini akan jalan yang sebenar,

وَامْلَأَهَا بِنُوْرِكَ الَّذِيْ لاَ يَخْبُوْا

wamla’ha binuurikal ladzi laa yakhbu,

serta penuhkanlah (piala) hati-hati ini dengan cahaya Rabbani-Mu yang tidak kunjung malam,

وَاشْرَحْ صُدُوْرَهَا بِفَيْضِ الْإِيْمَانِ بِكَ, وَجَمِيْلِ التَّوَكُّلِ عَلَيْكَ

wasy-syrah shuduroha bi faidil imaanibik, wa jami’ lit-tawakkuli ‘alaik,

lapangkanlah hati-hati dengan limpahan keimanan serta keindahan tawakkal kepada-Mu,

وَاَحْيِهَا بِمَعْرِفَتِكَ، وَأَمِتْهَا عَلَى الشَّهَادَةِ فِيْ سَبِيْلِكَ

wa ahyiha bi ma’rifatik, wa amitha ‘alaa syahaadati fii sabiilik.

hidup suburkanlah hati-hati ini dengan makrifat (pengenalan yang sebenarnya) tentang-Mu, (Jika Engkau takdirkan kami mati) maka matikanlah hati-hati ini sebagai para syuhada dalam perjuangan agama-Mu.

إِنَّكَ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرِ

Innaka ni’mal maula wa ni’man nashiir.

Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.

Baca Juga:  Sholawat Badar Diciptakan Orang NU? Ini Sejarahnya

اَللَّهُمَّ أَمِيْنَ

Allahumma Aamiin

Ya Allah perkenankanlah doa kami…

Demikianlah bacaan doa wirid rabithah secara lengkap baik transliterasi maupun terjemahnya. Susunan kalimat doa atau wirid rabithah ini yang begitu indah dan rapi. Bahkan tidak sedikit yang menyangka bahwa bacaan doa tersebut bersumber dari Allah dan Rasul-Nya. Padahal sebenarnya seperti yang telah disebutkan di atas, wirid rabithah dipopulerkan oleh Hasan Al-Banna.

Mohammad Mufid Muwaffaq