Kemenag Terbitkan Surat Edaran Soal Protokol Shalat Idul Adha, Ini Poinnya

Pecihitam.org – sidang isbat untuk menetapkan awal Zulhijah 1441 H, telah digelar Kementerian Agama (Kemenag), Selasa, 21 Juli 2020.

Dari hasil pengamatan hilal yang dilakukan di 87 titik di seluruh Indonesia, hari raya Idul Adha atau kurban yang jatuh pada 10 Zulhijah 1441 H bertepatan dengan 31 Juli 2020.

Terkait pelaksanaan shalat Idul Adha, Kemenag menyatakan, masyarakat dapat melaksanakannya dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus corona. 

“Menurut Menag, shalat Idul Adha maupun penyembelihan hewan kurban dapat dilaksanakan di semua daerah kecuali pada tempat-tempat yang dianggap masih belum aman Covid-19 oleh pemerintah daerah atau gugus tugas daerah,” kata Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi, Rabu, 22 Juli 2020, dikutip dari Kompas.com.

Baca Juga:  Kemenag Umumkan 3 Skema Pengembalian Dana Haji 2020, Berikut Penjelasannya

Pernyataan tersebut didasarkan pada Surat Edaran Nomor 18 Tahun 2020. Dalam surat itu, Menag Fachrul Razi memberlakukan sejumlah protokol atau aturan yang harus dilakukan dalam pelaksanaan ibadah shalat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban serta distribusinya pada masa pandemi ini.

Berikut protokol keamanan dalam pelaksanaan shalat Idul Adha tahun 2020 ini seperti tertuang dalam SE Menag:

  1. Menyiapkan petugas untuk melakukan dan mengawasi protokol kesehatan di area tempat pelaksanaan;
  2. Melakukan pembersihan dan disinfeksi di area tempat pelaksanaan;
  3. Membatasi jumlah pintu/jalur keluar-masuk tempat pelaksanaan guna memudahkan penerapan dan pengawasan protokol kesehatan;
  4. Menyediakan fasilitas cuci tangan/sabun/hand sanitizer di jalur keluar-masuk yang ada;
  5. Menyediakan alat pengecekan suhu di setiap pintu keluar-masuk. Jika ada jemaah memiliki suhu 37,5 derajat celsius atau lebih tinggi, dan dilakukan 2 kali pemeriksaan dengan jeda 5 menit hasilnya masih sama, maka jemaah tersebut dilarang memasuki area pelaksanaan;
  6. Menerapkan pembatasan jarak, minimal 1 meter, dengan memberi tanda khusus;
  7. Mempersingkat pelaksanaan shalat dan khutbah Idul Adha tanpa mengurangi syarat dan rukunnya;
  8. Tidak mewadahi sumbangan jemaah dengan mengedarkan kotak, karena akan terjadi perpindahan tangan dan rawan penularan virus;
  9. Penyelenggara menyampaikan imbauan pada masyarakat tentang protokol kesehatan yang berlaku untuk mengikuti kegiatan shalat Idul Adha, meliputi:
  • Jemaah harus dalam sehat
  • Membawa sajadah atau alas shalat masing-masing
  • Memakai masker sejak keluar rumah hingga selama berada di lokasi sholat
  • Menjaga kebersihan tangan dengan sering cuci tangan dengan sabun atau handsanitixer
  • Menghindari kontak fisik seperti bersalaman atau berpelukan
  • Menjaga jarak antar jemaah minimal 1 meter
  • Anak-anak, orang tua, atau orang yang memiliki kondisi rentan diimbau untuk tidak mengikuti shalat Idul Adha di tempat umum.
Baca Juga:  Ratusan Ribu Jemaah Indonesia Sudah Lunasi Biaya Perjalanan Haji
Muhammad Fahri