Kisah Dibalik Gelar Abu Bakar As Siddiq dan Perjalanan Isra’ Mi’raj Nabi

gelar abu bakar as siddiq

Pecihitam.org – Abu Bakar As-Sidiq adalah salah satu sahabat yang sangat dekat dan setia kepada Rasulullah Saw serta termasuk dalam assabiqunal awwalun (orang-orang yang pertama kali masuk Islam). Bahkan persahabatan keduanya sudah terjalin sejak sebelum Abu Bakar memeluk Islam. Selain itu, Rasulullah Saw secara khusus memberikan gelar untuk Abu bakar yaitu As Siddiq (orang yang percaya).

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Abu Bakar mendapatkan gelar As-Sidiq setelah Rasulullah Saw kembali dari perjalanan Isra’ Mi’raj ke Baitul Maqdis di kota Syam, Palestina menuju Makkah yang hanya dalam waktu semalam saja.

Setelah Rasulullah Saw melakukan Isra’ dan Mi’raj, beliau pergi menuju ke Masjidil Haram kemudian beritikaf di sana seperti biasa. Tidak lama kemudian Abu Jahal lewat dan berkata “ Apa yang terjadi wahai Muhammad?”.

Lalu Rauslullah Saw menjawab “ tadi malam saya di perjalankan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa.”. Abu Jahal bertanya lagi “ lalu di pagi hari kau sudah berada di antara kami lagi ?”. Di jawab oleh Rasulullah Saw “ Ya”. Abu Jahal berkata “Jika aku panggilkan seluruh orang Qurays kesini, apakah kau juga akan menceritakan hal yang sama seperti yang kau ceritakan padaku ?”. Rasulullah Saw menjawab “ Ya”.

Baca Juga:  Perseteruan Dua Malaikat Tentang Status Tobatnya Seorang Pembunuh

Saat orang-orang musyrkin Qurays berkumpul, Rasulullah Saw benar-benar menceritakan perjalaannya melakukan Isra’ Mi’raj hanya dalam waktu semalam saja. Namun semua orang tidak percaya hal tersebut, mereka justru menganggap bahwa Rasulullah Saw berbohong, berkhayal dan gila.

Peristiwa Isra’ Mi’raj memang sulit di terima oleh akal dan nalar manusia, Karena pada masa itu kendaraan yang dapat di gunakan hanyalah unta dan kuda itupun harus menempuh waktu yang sangat lama sekitar 40 hari jika harus melakukan perjalanan sampai ke Baitul Maqdis di Palestina.

Sementara Nabi Muhammad Saw, menempuh perjalanan kurang lebih sekitar 1500 km hanya dalam waktu kurang dari satu malam yaitu di mulai dari setelah watu Isya’ sampai dengan Fajar. Tidak hanya itu, Nabi Muhammad Saw juga melakukan Mi’raj (naik) Ke Sidratul Muntaha menembus tujuh lapis langit.

Baca Juga:  Nasrudin Hoja dari Ulama Sakti hingga Tukang Hoak

Tentu saja banyak sekali yang tidak percaya dengan peristiwa Isra’ Mi’raj Rasulullah Saw tersebut, terutama para pemimpin kafir Qurays beserta pengikutnya. Setelah itu, semua orang menemui Abu Bakar yang saat itu menjadi salah satu tokoh Qurays sekaligus sahabat dekat Rasulullah Saw.

Mereka ingin tahu dan melihat reaksi dari sahabat terdekat Rasulullah saw saat mendengar cerita Ira’ Mi’raj tersebut. Mereka berharap bahwa Abu Bakar memiliki reaksi yang sama dan tidak mempercayai adanya Isra’ Mi’raj.

Saat para pemimpin Qurays berkata, “Hai Abu Bakar, bagaimana pendapatmu tentang cerita sahabatmu yang kau cintai kalau ia telah melakukan perjalanan selama semalaman ke Baitul Maqdis dan di pagi harinya ia telah beada lagi bersama kita?”

Lalu Abu Bakar menjawab, “Jika benar demikian, maka sungguh ia memang benar dan tidak akan pernah berdusta.” Lalu Abu Bakar meminta Rasulullah Saw untuk menggambarkan perjalanan Isra’ Mi’raj tersebut dan seluruh peristiwa yang telah ia alami.

Abu Bakar kemudian berkata “Engkau benar, aku bersaksi bahwa engkau adalah utusan Allah Swt”. Mendengar kesaksian Abu Bakar tersebut, Rasulullah Saw berkata kepada Abu Bakar “ Engkau adalah Abu Bakar As-Sidiq”.

Baca Juga:  Gara-gara Turun Ayat Quran Tsabit bin Qais Tak Mau Bertemu Rasulullah

Gelar As Siddiq yang di berikan kepada Abu Bakar terebut menunjukkan bahwa di saat orang-orang tidap percaya dengan ucapan Rasulullah Saw mengenai perjalanan sucinya saat Isra’ Mi’raj. Justru Abu Bakar adalah orang yang paling percaya dan ia juga membenarkan ucapan Rasulullah Saw tersebut. Ia yakin bahwa Rasulullah Saw tidak akan pernah berbohong karena kesucian hatinya selalu di jaga oleh Allah Swt.

Wallahua’lam bisshawab.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik