Kisah Malaikat Menahan Terbit Matahari karena Ali bin Abi Thalib

kisah ali bin abi thalib

Pecihitam.org – Ali bin Abi Thalib adalah salah satu sahabat Rasulullah saw yang sangat menghormati dan memuliakan orang tua. Begitu hormatnya, pernah ada kisah dimana Rasulullah SAW melaksanakan sholat subuh berjamaah dengan para sahabat lainnya begitu lama hanya karena menunggu Ali bin Abi Thalib yang ketika berjalan ke masjid tidak mau menyalip kakek tua.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Saat ruku’ yang terakhir Rasulullah SAW melampaui waktu ruku’ nya cukup lama kira-kira sekitar dua kali ruku’ lamanya. Kemudian setelah selesai sholat para sahabat pun bertanya kepada Rasulullah SAW:

“Wahai Rasulullah SAW, tidak biasanya engkau melampaui ruku’ selama ini, dan apa yang sebenarnya terjadi?” kemudian Rasulullah SAW pun menjawab “ Ketika aku telah selesai ruku’ dan hendak segera bangit dari ruku’ tiba-tiba datang malaikat Jibril As. Kemudian ia meletakkan sayapnya di atas punggungku, sehingga aku tidak bisa untuk bangkit dari ruku’.”

Lalu para sahabat pun bertanya lagi “kenapa terjadi demikian wahai Rasulullah ?”. dan Rasulullah SAW pun menjawab “ Aku sendiri pun tidak tahu”.

Lalu malaikat Jibril As pun berkata “ Wahai Muhammad, pada waktu itu Ali sedang bergegas menuju masjid untuk jama’ah subuh, namun ketika di perjalanan ada seorang kakek tua yang berjalan di depannya. Kakek tersebut ialah seorang Nasrani sedangkan Ali bin Abi Thalib tidak tahu bahwa kakek tersebut ialah seorang Nasrani. Dan Ali pun tidak mau mendahului kakek tersebut karena ia sangat menghormati dan memuliakan kakek tua tersebut. Kemudian aku di perintah oleh Allah Swt untuk menahan dirimu ketika ruku’ sampai Ali datang dan tidak terambat mengikuti jamaah subuh. Selain itu Allah Swt juga memerintah malaikat Mikail untuk menahan matahari dengan menggunakan sayapnya sehingga matahari tidak segera bersinar sampai jamaah selesai”.

Baca Juga:  Inilah Penyebab Kesombongan Qarun yang Bisa Kita Ambil Hikmahnya

Jadi, saat itu Ali bin Abi Thalib hendak menuju ke masjid untuk melaksnaakan sholat shubuh berjama’ah, namun ketika dalam perjalanan ada seorang kakek tua yang berjalan pelan di depan Ali bin Abi Thalib dengan sangat tenang. Lalu, sayyidina Ali pun memperlamat kakinya karena ia tidak mau mendahului sebab beliau sangat menghormati dan memuliakan kakek tua tersebut.

Sampai pada waktu yang hampir mendekati waktu terbit matahari, Ali bin Abi Thalib baru sampai di dekat pintu Masjid. Dan ternyata kakek tua tersebut terus berjalan dan melewati pintu masjid. Kemudian Sayyidina Ali pun baru mengetahui bahwa kakek tua tadi bukanlah seorang muslimin, melainkan seorang Nasrani.

Baca Juga:  Kisah Sayyidina Ali Membeli Unta Malaikat Jibril Seharga 100 Dirham

Pada saat Sayyidina Ali masuk ke dalam Masjid, ia melihat Rasulullah SAW dan jamaah sholat subuh shubuh sedang dalam keadaan ruku’. Waktu itu Rasulullah SAW memperlama waktu ruku’nya pada rakaat terakhir kira-kira sekitar dua kali ruku’ lamanya. Lalu Ali bin Abi Thalib pun segera bertakbiratul ikhram dan ikut berjamaah sholat subuh. (seperti yang telah di ketahui bahwa ikut serta ruku’ bersamaan dengan Imam berarti masih mendapatkan satu rakaat).

Demikianlah, kisah teladan dari seorang sahabat Ali bin Abi Thalib dengan kakek tua Nasrani. Sayyidina Ali sangat memuliakan dan menghormati kakek tua tersebut meskipun kakek tua itu adalah seorang Nashrani sekalipun. Bentuk sikap toleransi seorang Ali bin Abi Thalib terhadap semua orang termasuk orang yang beragama selain islam sekalipun.

Sikap Sayyidina Ali demikian ternyata karena hadits berikut :

عن أنس بن مالك رضي الله تعالى عنه قال: قال رسول الله صلى الله تعالى عليه وسلم: إن الله ينظر إلى وجه الشيخ صباحا ومساء ويقول يا عبدي قد كبر سنك ورق جلدك ودق عظمك واقترب أجلك وحان قدومك إليّ فاستحي مني فأنا استحي من شيبتك أن اعذبك في النار

Baca Juga:  Cara Tokoh NU Dalam Mendidik Anaknya - Kisah KH Wahid Hasyim

Dari Anas bin Malik RA berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah memandang wajah orang yang tua renta di pagi dan sore seraya berfirman “Wahai hamba-Ku, usiamu telah tua, kulitmu telah keriput, tulangmu telah keropos, ajalmu telah dekat, dan tibalah waktu kedatanganmu kepada-Ku, maka malulah kepada-Ku karena Aku malu pada ubanmu untuk menyiksamu di neraka”.

Wallahua’lam bisshawab.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik