Hal-hal yang Dapat Mengurangi dan Melipatgandakan Pahala Sedekah, Apa Sajakah Itu?

Hal-hal yang Dapat Mengurangi dan Melipatgandakan Pahala Sedekah, Apa Sajakah Itu?

PeciHitam.org – Berbicara mengenai sedekah dalam Islam merupakan amalan yang utama. Jika dihitung secara matematis, mungkin sedekah dapat mengurangi harta manusia. Namun tidak dengan ketentuan Allah, justru amal sedekahnya akan dilipatgandakan.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Kesadaran akan sedekah ini amat penting bagi kehidupan di sekitar kita. Seringkali, ketika sudah bersedekah, kita tidak dapat menjaga keutamaan sedekah tersebut, yaitu dengan melakukan hal-hal yang dapat merusak amal sedekah. Seperti firman Allah dalam surat al-Baqarah ayat 264 berikut:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تُبْطِلُواْ صَدَقَاتِكُم بِالْمَنِّ وَالأذَى

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu merusak amal sedekah dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima).”

Paling tidak, ada 3 hal yang dapat merusak amal sedekah, antara lain:

Pertama, Al-Mann atau menyebut-nyebut pemberian sedekah. Di sekitar kita mungkin masih banyak orang yang menyebut-nyebut pemberiannya, seolah mengindikasikan ketidak ikhlasannya dalam bersedekah.

Istilah al-mann tersebut juga mengindikasikan sikap orang yang sombong, sebab dengan melakukan hal demikian, seolah ia memamerkan kelebihan dirinya kepada orang lain. Hal ini tentu berpotensi menyakiti hati orang lain.

Kedua, Al-‘Adzaa atau menyakiti orang yang menerima sedekah. Istilah al-‘Adzaa tersebut dapat diartikan sebagai perilaku yang dapat menyakiti atau merugikan orang lain. Misalnya merendahkan kehormatan orang yang menerima sedekah tersebut di hadapan khalayak umum.

Baca Juga:  Gus Baha: Tirulah Sedekah Ala Sayyidina Ali bin Abi Thalib

Seyogyanya, ketika kita hendak memberikan sedekah, hendaknya dengan cara yang baik pula. Sehingga tidak menyakiti orang lain agar tidak merusak pahala sedekah kita.

Seperti yang tertuang dalam firman Allah surat al-Baqarah ayat 263 berikut:

قَوْلٌ مَّعْرُوفٌ وَمَغْفِرَةٌ خَيْرٌ مِّن صَدَقَةٍ يَتْبَعُهَا أَذًى

“Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik daripada sedekah yang diiringi tindakan yang menyakiti.

Ketiga, Ujub atau takabbur. Hal yang dapat merusak pahala sedekah selanjutnya yaitu bersikap sombong. Sebab pada hakikatnya, segala materi yang kita miliki hanya merupakan titipan dari Allah semata.

Ketiga hal tersebut telah tertuang dalam firman Allah berikut:

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ثُمَّ لَا يُتْبِعُونَ مَا أَنْفَقُوا مَنًّا وَلَا أَذًى ۙ لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

“Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya tersebut dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan yang penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati”.

Setelah mengetahui ketiga hal yang dapat mengurangi pahala sedekah, alangkah baiknya kita mengetahui juga hal-hal yang dapat melipatgandakan pahala sedekah.

Baca Juga:  Perbedaan Zakat Infaq dan Sedekah yang Wajib Kita Ketahui

Menurut para ulama, Allah telah menyediakan ganjaran berkali-kali lipat sesuai tingkatannya seperti tertera dalam kitab Qathrul Ghaits yang menjelaskan bahwa sedekah memiliki 5 tingkatan, antara lain:

Pertama, diganjar 10 kali lipat dengan bersedekah kepada orang yang sehat.

Kedua, diganjar 90 kali lipat dengan bersedekah kepada orang sakit atau sedang terkena musibah.

Ketiga, diganjar 900 kali lipat dengan bersedekah kepada sanak keluarga yang dianggap kurang mampu.

Keempat, diganjar 100.000 kali lipat dengan bersedekah kepada kedua orang tua kita sendiri.

Kelima, diganjar 900.000 kali lipat ketika bersedekah kepada orang alim, para ahli fiqih, dan para kiai.

Senada dengan apa yang disebutkan di atas, Imam As-Suyuthi juga pernah menyampaikannya. Hal ini terekam dalam Kitab Nashaihul Ibad karya Imam an-Nawawi al-Bantani yang menjelaskan tentang lima tingkatan pahala shadaqah, berikut redaksinya:

قَالَ اْلاِمَامُ جَلَالُ الدِّينْ عَبدُالرَّحْمَنْ اَلسُّيُوطِي : أَنَّ ثَوَابَ الصَّدَقَةِ خَمْسَةُ أَنْوَاعٍ : فَوَاحِدَةٌ بِعَشْرَةٍ وَهِيَ علَىَ صَحِيْحِ الْجِسْمِ، وَوَاحِدَةٌ بتِسْعِيْنَ وَهِيَ عَلىَ الَاعْمَى وَالْمُبْتَلَي، وَوَاحِدَةٌ بِتِسْعِمِائَةٍ وَهِيَ عَلَى ذِيْ قَرَابَةٍ مُحْتَاجٍ، وَوَاحِدَةٌ بِمِائَةِ أَلْفٍ وَهِيَ عَلى الَابَوَيْنِ، وَوَاحِدَةٌ بِتِسْعِمِائَةِ أَلْفٍ وَهِيَ عَلى عَالِمٍ أَوْ فَقِيْهٍ.

Al-Imam Jalaluddin Abdurrahman As-Suyuthi RA berkata: Sesungguhnya pahala shodaqoh ada lima macam;

  1. Memberi satu sama dengan memberi 10, yaitu shodaqoh kepada orang yang sehat.
  2. Memberi satu sama dengan memberi 90, yaitu shodaqoh kepada orang yang buta dan orang yang kena musibah.
  3. Memberi satu sama dengan memberi 900, yaitu shodaqoh kepada kerabatnya yang sedang membutuhkan.
  4. Memberi satu sama dengan memberi 100.000, yaitu shodaqoh kepada kedua orangtuanya.
  5. Memberi satu sama dengan memberi 900.000, yaitu shodaqoh kepada orang alim dan orang faqih (orang yang faham ilmu agama)
Baca Juga:  Bersedekah Dengan Uang Haram, Diterima Atau Tertolak?

Demikian beberapa hal yang dapat mengurangi dan melipatgandakan pahala sedekah. Semoga menjadi pengigat sekaligus pedoman bagi kita ketika bersedekah. Wallahu A’lam.

Mohammad Mufid Muwaffaq