Olahraga Gulat Ala Rasulullah, Apakah Ini Termasuk Sunnah?

Olahraga Gulat Rasulullah

Pecihitam.org – Dari judulnya mungkin cukup bikin penasaran, masa sih Rasulullah melakukan olahraga gulat? Bukannya dalam hadits olahraga yang sering disebut-sebut nabi adalah berkuda, memanah dan berenang, ko ini gulat ya? Untuk itu kita mari kita simak wes penjelasannya.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Jika kita telusuri lagi literatur kitab klasik, utamanya kitab sejarah dan hadis, maka kita akan menemukan potongan cerita tentang Rasulullah Saw yang pernah bertarung gulat dengan seorang sahabat bernama Rukanah Ibn ‘Abd Yazid bin Hasyim.

Cerita ini diabadikan dalam Sirah Ibn Ishaq dan sirah Ibn Hisyam , kitab sejarah Islam paling representatif dan paling banyak dirujuk di dalam penulisan sejarah Islam. Berikut kisah Rasulullah Saw ketika berduel dengan Rukanah Ibn ‘Abd Yazid.

Diriwayatkan dari Ibn Ishaq dari Abu Ishaq bin Yasar, ia menceritakan: Ketika itu Rukanah Ibn ‘Abd Yazid bin Hasyim adalah orang terkuat dari suku Quraisy. Suatu hari Rukanah berhadap-hadapan dengan Rasulullah Saw di sebuah tempat di Mekah.

Nabi Muhammad Saw berkata kepada Rukanah: “Hai Rukanah, mengapa engkau tidak takut kepada Allah dan tidak mau menerima dakwahku?”

Baca Juga:  Betulkah Tabarruk Merupakan Perbuatan Bid'ah atau Syirik, Seperti Tuduhan Minhum?

“Seandainya aku tahu bahwa yang kamu katakan itu benar, maka aku akan mengikutimu.” Jawab Rukanah.

Nabi pun kemudian menantang Rukanah untuk bergulat: “Bagaimana pendapatmu jika aku mengalahkanmu dalam pertandingan gulat, apakah kamu akan membenarkan apa yang aku dakwahkan kepadamu?”

“Baik!” Jawab Rukanah.

“Ayo majulah, mari kita bertarung!” tantang Rasul Saw.

Kemudian Rukanah bangkit dan melawan Rasulullah Saw. Maka ketika Rasulullah Saw menyergapnya dan merobohkannya, ia tidak kuasa sedikitpun untuk melawan Rasulullah. Kemudian Rukanah bangkit lagi dan meminta beliau mengulangi lagi pertandingan.

“Ya Muhammad, ayo kita ulang lagi!” tantang Rukanah.

Maka untuk yang kedua kalinya Rukanah kembali dikalahkan oleh Rasulullah Saw.

Akhirnya Rukanah mengakui kekalahannya dan mengatakan: “Ini adalah sesuatu yang menakjubkan wahai Muhammad, engkau telah mengalahkanku.”

Lalu Rasulullah menunjukkan kembali kebolehannya untuk semakin menarik Rukanah ke dalam Islam dengan memanggil pohon agar mau mendatangi Nabi Muhammad Saw. Dan ternyata benar hal itu terjadi sehingga pohon tersebut berhenti di hadapan Rasulullah Saw, kemudian kembali lagi ke tempatnya. Singkat cerita Rukanah dan kaumnya yang lain akhirnya memeluk Islam.

Baca Juga:  Tragedi Karbala dan Sikap Muslim Sejati dalam Menanggapinya

Meskipun riwayat ini terdapat dalam kitab sirah namun keberadaannya juga dapat dijumpai dalam beberapa kitab hadits seperti, Sunan Abu Dawud, Musnad Ahmad, Sunan al-Tirmidzi, Mustadrak ‘ala al-Shahihain karya Imam Hakim, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Di antara redaksi haditsnya sebagaimana berikut:

عَنْ أَبِى جَعْفَرِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَلِىِّ بْنِ رُكَانَةَ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رُكَانَةَ صَارَعَ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- فَصَرَعَهُ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ رُكَانَةُ وَسَمِعْتُ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « فَرْقُ مَا بَيْنَنَا وَبَيْنَ الْمُشْرِكِينَ الْعَمَائِمُ عَلَى الْقَلاَنِسِ ».

Dari Ja’far bin Muhammad bin ‘Ali bin Rukanah dari Ayahnya, bahwa Rasulullah Saw pernah bergulat dengan Rukanah. Dan ketika itu Rukanah mendengar Rasulullah Saw mengatakan: “Perbedaan antara kami dan orang musyrik adalah surban yang ada di atas peci-peci.”

Dalam kitabnya Imam Tirmidzi mengatakan bahwa hadis ini hasan meskipun gharib, sebab nama beberapa orang perawinya kurang familiar menurut al-Tirmidzi. Meski demikian terdapat riwayat lain dengan sanad yang lebih baik diriwayatkan dari Ibn ‘Abbas yang mengatakan bahwa Rukanah mengakui kehebatan Rasulullah Saw, dengan mengatakan.

Baca Juga:  Sejarah dan Peristiwa Penting yang Terjadi di Bulan Muharram

“Wahai Muhammad! Tidak ada seorang pun yang membuatku marah selain engkau wahai Muhammad, engkau telah mengalahkanku dan sekarang aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan bahwa engkau adalah utusan Allah.”

Demikianlah kisah olahraga gulat Rasulullah Saw dengan Rukanah pegulat terhebat dari suku Quraisy. Jadi apakah ini juga termasuk sunnah? Wallahu a’lam bisshawabb.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik