Pakai Topi Jerusalem saat Berdakwah, Penampilan Evie Effendi Dikritik

Pecihitam.org – Ustadz Dr. Syarif Hade menyampaikan kritiknya terhadap pendakwah Ustadz Evie Effendi yang memakai pakaian Denim dan topi bertuliskan Jerusalem saat berdakwah di chanel YouTube.

Lewat unggahannya di akun Facebook miliknya, Ustadz Syarif Hade meminta Evie Effendi untuk pensiun sebagai ustadz.

Ia pun mengkritik cara ustadz Evie Effendi berpenampilan saat berdakwah di akun Youtube.

Menurut Syarif, gaya ustadz Effendi yang memakai kaos oblong Denim dan topi bertuliskan Jerusalem tidak mencerminkan seorang ustadz.

Berikut kritikan ustadz Syarif Hade terhadap ustadz Evie Effendi.

“Pakai kaos oblong Denim. Pakai topi Jerusalem. Dalilnya mana?

Menyampaikan “ilmu agama” dengan cara dan style seperti ini ikut ajaran siapa? Dalilnya mana?

Baca Juga:  Corona Mewabah di Indonesia, 8000 Jemaah Malah Hadiri Ijtima Dunia di Sulsel

Sok-sokan mempersoalkan dalil amaliah nishfu Syakban!

Perbaiki saja dulu “qala rasulillah”-mu. Tambah wawasanmu soal hadis agar tak asal bunyi “dhaif nakir”.

Tolong pensiun saja jadi ustaz! Dakwah boleh, jadi ustaz jangan!”

Hingga berita ini diturunkan, unggahan ustadz Syarif Hade tersebut telah dikomentari puluhan netizen dan dibagikan sebanyak 56 kali.

Ustadz Dr. Syarif Hade mengkritik Evie Effendi saat berdakwah

Sebelumnya, nama Ustadz Evie Effendi mencuat ke publik usai dirnya menyebut Nabi Muhammad dengan sebutan ‘sesat’.

Ia dilaporkan ke pihak berwajib oleh IPNU ke Polda Jabar per tanggal 11 Agustus 2018.

Evie Effendi dilaporkan melalui salah satu pengurus IPNU Jabar Hasan Malawi dengan nomor laporan UU ITE dengan nomor laporan: LPB/769/VIII/2018/JABAR.

Baca Juga:  20 Juni, Santri di Kediri Akan Kembali Mondok

Dalam laporannya, pelapor menyebut video ceramah ustaz Evie yang viral di media sosial (medsos) soal tafsir surat Ad Duha ayat ke-7.

Dalam video itu, ustadz Evie Effendi menyatakan semua orang di muka bumi ini pernah tersesat termasuk Nabi Muhammad dan orang yang memperingati Maulid Nabi adalah salah.