Surah Saba Ayat 40-42; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah Saba Ayat 40-42

Pecihitam.org – Kandungan Surah Saba Ayat 40-42 ini, menjelaskan bahwa pada hari Kiamat nanti semua manusia dikumpulkan di hadapan Allah untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka. Pada saat itu, orang-orang kafir yang menyembah selain Allah akan dipertemukan dengan sembahan-sembahan mereka di dunia.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Pada hari Mahsyar itu Allah menyatakan bahwa baik yang menyembah selain Allah maupun yang disembah tidak akan bisa berbuat apa-apa, baik yang menguntungkan maupun yang merugikan yang lain.

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Saba Ayat 40-42

Surah Saba Ayat 40
وَيَوۡمَ يَحۡشُرُهُمۡ جَمِيعًا ثُمَّ يَقُولُ لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ أَهَٰٓؤُلَآءِ إِيَّاكُمۡ كَانُواْ يَعۡبُدُونَ

Terjemahan: Dan (ingatlah) hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka semuanya kemudian Allah berfirman kepada malaikat: “Apakah mereka ini dahulu menyembah kamu?”.

Tafsir Jalalain: وَ (Dan) ingatlah يَوۡمَ يَحۡشُرُهُمۡ جَمِيعًا (hari, yang di waktu itu, Allah mengumpulkan mereka semuanya) yakni orang-orang musyrik ثُمَّ يَقُولُ لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ أَهَٰٓؤُلَآءِ (kemudian Allah berfirman kepada malaikat, “Apakah mereka ini) dapat dibaca Tahqiq dan Tas-hil إِيَّاكُمۡ كَانُواْ يَعۡبُدُونَ (dahulu menyembah kalian?”).

Tafsir Ibnu Katsir: Allah Ta’ala mengabarkan bahwa Dia akan menghadapkan orang-orang musyrik pada hari kiamat di hadapan para makhluk. Lalu Dia bertanya kepada para malaikat yang dikira oleh mereka, bahwa tandingan-tandingan yang mereka sembah adalah berbentuk malaikat untuk dapat mendekatkan mereka kepada Allah. Maka Dia berfirman kepada para malaikat:

أَهَٰٓؤُلَآءِ إِيَّاكُمۡ كَانُواْ يَعۡبُدُونَ (“Apakah mereka ini dahulu menyembahmu?”) yaitu, apakah kalian memerintahkan mereka untuk menyembah kalian? Sebagaimana Dia berfirman kepada ‘Isa a.s.: “Apakah kamu mengatakan kepada manusia: ‘Jadikanlah aku dan ibuku dua orang ilah selain Allah.’ Isa menjawab: ‘Mahasuci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku [mengatakannya].’” (al-Maa-idah: 116)

Tafsir Kemenag: Pada Ayat ini, Allah menjelaskan bahwa pada hari Kiamat nanti semua manusia dikumpulkan di hadapan Allah untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka. Pada saat itu, orang-orang kafir yang menyembah selain Allah akan dipertemukan dengan sembahan-sembahan mereka di dunia. Kepada yang disembah, Allah bertanya apakah mereka dulu pernah meminta manusia untuk menyembahnya.

Di antara yang ditanya itu adalah malaikat, karena sewaktu di dunia ada manusia yang menyembah mereka. Manusia ada yang memandang para malaikat itu sebagai anak-anak perempuan Allah, yang karena sifat keibuannya, akan selalu menyayangi anak-anaknya sekalipun bersalah. Karena itulah mereka menyembahnya. Allah berfirman:

Dan mereka menjadikan malaikat-malaikat hamba-hamba (Allah) Yang Maha Pengasih itu sebagai jenis perempuan. Apakah mereka menyaksikan penciptaan (malaikat-malaikat itu)? Kelak akan dituliskan kesaksian mereka dan akan dimintakan pertanggungjawaban. Dan mereka berkata,

“Sekiranya (Allah) Yang Maha Pengasih menghendaki, tentulah kami tidak me-nyembah mereka (malaikat).” Mereka tidak mempunyai ilmu sedikit pun tentang itu. Tidak lain mereka hanyalah menduga-duga belaka. (az-Zukhruf/43: 19-20)

Baca Juga:  Surah Al-A'raf Ayat 111-116; Seri Tadabbur Al-Qur'an

Malaikat dengan para penyembahnya itu dipertemukan bukan karena Allah tidak tahu peristiwa yang sebenarnya, tetapi untuk memperlihatkan sendiri kepada penyembah-penyembah itu bahwa mereka salah.

Tafsir Quraish Shihab: Ingatlah, wahai Muhammad, suatu hari ketika Allah mengumpulkan seluruh manusia. Pada hari itu Allah berfirman kepada para malaikat di hadapan golongan manusia yang menganggap mereka sebagai tuhan, “Apakah mereka itu mempertuhan kalian selain Aku?”

Surah Saba Ayat 41
قَالُواْ سُبۡحَٰنَكَ أَنتَ وَلِيُّنَا مِن دُونِهِم بَلۡ كَانُواْ يَعۡبُدُونَ ٱلۡجِنَّ أَكۡثَرُهُم بِهِم مُّؤۡمِنُونَ

Terjemahan: Malaikat-malaikat itu menjawab: “Maha Suci Engkau. Engkaulah pelindung kami, bukan mereka; bahkan mereka telah menyembah jin; kebanyakan mereka beriman kepada jin itu”.

Tafsir Jalalain: قَالُواْ سُبۡحَٰنَكَ (Malaikat-malaikat itu menjawab, “Maha Suci Engkau) dari semua sekutu أَنتَ وَلِيُّنَا مِن دُونِهِم (Engkaulah Pelindung kami, bukan mereka”) maksudnya tidak ada saling lindung-melindungi antara kami dan mereka dari pihak kami بَلۡ (bahkan) lafal Bal di sini menunjukkan makna Intiqal, yakni sebenarnya كَانُواْ يَعۡبُدُونَ ٱلۡجِنَّ (mereka telah menyembah jin) setan-setan, yaitu mereka menaati setan-setan yang menyuruh mereka untuk menyembah kami أَكۡثَرُهُم بِهِم مُّؤۡمِنُونَ (kebanyakan mereka beriman kepada jin) yakni mereka selalu mempercayai apa yang dikatakan oleh jin kepada mereka.

Tafsir Ibnu Katsir: Demikian pula para malaikat berkata: سُبۡحَٰنَكَ (“Mahasuci Engkau”) yaitu, Engkau Mahatinggi lagi Mahasuci dari memiliki ilah lain bersama-Mu. أَنتَ وَلِيُّنَا مِن دُونِهِم (“Engkau Pelindung kami, bukan mereka.”) yaitu kami adalah hamba-Mu dan kami berlepas diri dari mereka.

بَلۡ كَانُواْ يَعۡبُدُونَ ٱلۡجِنَّ (“Bahkan mereka telah menyembah jin.”) yang dimaksudkan adalah para syaitan. Karena merekalah yang menghiasi keindahan menyembah berhala dan menyesatkan mereka. أَكۡثَرُهُم بِهِم مُّؤۡمِنُونَ (“Kebanyakan mereka beriman kepada jin itu.”)

Tafsir Kemenag: Para malaikat itu menjawab bahwa mereka tidak pernah meminta demikian, bahkan mereka menyucikan Allah dari adanya sembahan-sembahan selain-Nya. Mereka sendiri mempertuhankan Allah dan memohon perlindungan dari-Nya, sehingga bagaimana mungkin mereka meminta manusia untuk menyembahnya.

Mereka menjelaskan bahwa yang selalu menyesatkan manusia adalah jin atau setan. Dengan demikian, manusia sesungguhnya keliru ketika menyangka bahwa mereka menyembah malaikat, karena yang mereka sembah adalah jin atau setan.

Sebagian besar manusia yang menyembah jin atau setan itu benar-benar percaya bahwa jin atau setan itulah yang menentukan kehidupan manusia sehingga mempertuhankannya.

Di dalam Ayat lain diterangkan bahwa di antara yang ditanya Allah apakah ia pernah meminta manusia untuk menyembahnya adalah Nabi Isa a.s. Beliau pun mengingkarinya seraya menegaskan bahwa ia justru meminta mereka untuk menyembah Allah, sebagaimana diungkapkan Ayat berikut:

Baca Juga:  Surah Saba Ayat 18-19; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman, “Wahai Isa putra Maryam! Engkaukah yang mengatakan kepada orang-orang, jadikanlah aku dan ibuku sebagai dua tuhan selain Allah?” (Isa) menjawab, “Mahasuci Engkau, tidak patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku. Jika aku pernah mengatakannya tentulah Engkau telah mengetahuinya.

Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada-Mu. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mengetahui segala yang gaib.” Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (yaitu), “Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu,” dan aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di tengah-tengah mereka. Maka setelah Engkau mewafatkan aku, Engkaulah yang mengawasi mereka. Dan Engkaulah Yang Maha Menyaksikan atas segala sesuatu. (al-Ma’idah./5: 116-117).

Tafsir Quraish Shihab: Para malaikat menjawab, “Kami benar-benar menyucikan Engkau dari tuhan-tuhan yang mereka anggap sebagai tandingan-Mu. Kami telah menjadikan Engkau, bukan mereka, sebagai penolong kami.

Golongan manusia yang mempertuhan diri kami hanyalah orang-orang yang terpengaruh oleh dugaan-dugaan yang tidak benar. Mereka berada di bawah pengaruh setan yang menjadikan perbuatan syirik itu indah dalam pandangan mata mereka. Dan sebagian besar dari orang-orang yang syirik itu membenarkan setan.”

Surah Saba Ayat 42
فَٱلۡيَوۡمَ لَا يَمۡلِكُ بَعۡضُكُمۡ لِبَعۡضٍ نَّفۡعًا وَلَا ضَرًّا وَنَقُولُ لِلَّذِينَ ظَلَمُواْ ذُوقُواْ عَذَابَ ٱلنَّارِ ٱلَّتِى كُنتُم بِهَا تُكَذِّبُونَ

Terjemahan: Maka pada hari ini sebahagian kamu tidak berkuasa (untuk memberikan) kemanfaatan dan tidak pula kemudharatan kepada sebahagian yang lain. Dan Kami katakan kepada orang-orang yang zalim: “Rasakanlah olehmu azab neraka yang dahulunya kamu dustakan itu”.

Tafsir Jalalain: Allah swt. berfirman, فَٱلۡيَوۡمَ لَا يَمۡلِكُ بَعۡضُكُمۡ لِبَعۡضٍ (“Maka pada hari ini sebagian kalian terhadap sebagian yang lain tidak memiliki) yakni orang-orang yang disembah terhadap orang-orang yang menyembahnya tidak memiliki نَّفۡعًا (kemanfaatan) yaitu syafaat وَلَا ضَرًّا (dan tidak pula kemudaratan”) yaitu hak mengazab.

وَنَقُولُ لِلَّذِينَ ظَلَمُواْ (Dan Kami katakan kepada orang-orang yang zalim) yakni kepada orang-orang kafir, ذُوقُواْ عَذَابَ ٱلنَّارِ ٱلَّتِى كُنتُم بِهَا تُكَذِّبُونَ (“Rasakanlah oleh kalian azab neraka yang dahulunya kalian dustakan.”).

Tafsir Ibnu Katsir: Firman Allah: فَٱلۡيَوۡمَ لَا يَمۡلِكُ بَعۡضُكُمۡ لِبَعۡضٍ نَّفۡعًا وَلَا ضَرًّا (“Maka pada hari ini sebagian kamu tidak berkuasa [untuk memberikan] kemanfaatan dan tidak pula kemudlaratan kepada sebagian yang lain.”) yaitu pada hari itu tidak akan tercapai manfaat yang kalian harapkan manfaatnya dari tandingan dan berhala-berhala yang kalian sembah di saat kesulitan dan kesempitan kalian. Pada hari itu mereka tidak memiliki manfaat dan mudlarat bagi kalian.

Baca Juga:  Surah Ar-Ra'd Ayat 5; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

وَنَقُولُ لِلَّذِينَ ظَلَمُواْ (“Dan Kami katakan kepada orang-orang yang dhalim.”) yaitu orang-orang musyrik. ذُوقُواْ عَذَابَ ٱلنَّارِ ٱلَّتِى كُنتُم بِهَا تُكَذِّبُونَ (“Rasakan olehmu adzab neraka yang dahulu kamu dustakan itu.”) yaitu hal itu dikatakan kepada mereka sebagai ejekan dan celaan.

Tafsir Kemenag: Pada hari Mahsyar itu Allah menyatakan bahwa baik yang menyembah selain Allah maupun yang disembah tidak akan bisa berbuat apa-apa, baik yang menguntungkan maupun yang merugikan yang lain.

Orang-orang kafir yang menyembah selain Allah itu tidak akan memperoleh pertolongan dari yang mereka sembah, karena yang disembah itu memang tidak mampu berbuat apa-apa. Orang yang menyembah itu juga tidak akan bisa menyalahkan yang disembah, karena yang disembah itu tidak pernah meminta mereka menyembahnya.

Dalam Al-Qur’an dinyatakan bahwa siapa pun tidak akan bisa menolong siapa pun, termasuk keluarga atau teman dekat, sebagaimana firman Allah:

Pada hari itu manusia lari dari saudaranya, dan dari ibu dan bapaknya, dan dari istri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang menyibukkannya. (‘Abasa/80: 34-37)

Juga firman-Nya: Dan tidak ada seorang teman karib pun menanyakan temannya. (al-Ma’arij/70: 10)

Mereka akan diseret dan dijebloskan ke dalam neraka dan tambah dihinakan lagi dengan kata-kata, “Rasakan azab neraka yang dulu kalian tidak percayai!” Kata-kata itu berarti bahwa mereka disalahkan karena tidak percaya adanya neraka pada waktu di dunia, yang akan membuat mereka lebih tersiksa. Kata-kata itu juga berarti bahwa azab neraka itu adalah dahsyat.

Demikianlah balasan bagi orang-orang yang tidak mengindahkan ajakan Rasulullah saw. Penyampaian peristiwa itu di dalam Al-Qur’an bertujuan agar para pemimpin kafir Mekah, dan siapa saja sesudahnya, untuk beriman sehingga peristiwa itu nanti tidak menimpa mereka.

Tafsir Quraish Shihab: Saat hari kebangkitan tiba, tidak seorang pun dari kalangan orang-orang musyrik itu dapat memberikan bantuan pada yang lain atau menghindarkan yang lain dari siksaan. Kami firmankan kepada orang-orang zalim itu, “Rasakan siksa neraka yang telah kalian dustakan dulu di dunia. !”

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Saba Ayat 40-42 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Kemenag dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S