Surah Yusuf Ayat 96-98; Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an

Surah Yusuf Ayat 96-98

Pecihitam.org – Kandungan Surah Yusuf Ayat 96-98 ini menjelaskan bahwa ketika saudara-saudara Yusuf membawa baju tersebut dan lalu mengusapkannya pada kedua mata ayah mereka, maka janji yang diberikan Yusuf as atas izin Allah Swt terealisasi dan mata Ya’qub as sembuh seperti sedia kala.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Selanjutnya setelah kembali ke Kan’an, saudara-saudara Yusuf menyesali perbuatan mereka dan meminta sang ayah untuk memohonkan pengampunan kepada Allah Swt atas perbuatan dosa yang mereka lakukan. Nabi Ya’qub as menjanjikan kepada mereka untuk memohon pengampunan bagi anak-anaknya.

Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an Surah Yusuf Ayat 96-98

Surah Yusuf Ayat 96
فَلَمَّا أَنْ جَاءَ الْبَشِيرُ أَلْقَاهُ عَلَىٰ وَجْهِهِ فَارْتَدَّ بَصِيرًا ۖ قَالَ أَلَمْ أَقُلْ لَكُمْ إِنِّي أَعْلَمُ مِنَ اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ

Terjemahan: Tatkala telah tiba pembawa kabar gembira itu, maka diletakkannya baju gamis itu ke wajah Ya’qub, lalu kembalilah dia dapat melihat. Berkata Ya’qub: “Tidakkah aku katakan kepadamu, bahwa aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tidak mengetahuinya”.

Tafsir Jalalain: فَلَمَّا أَنْ (Tatkala) huruf an di sini adalah zaidah جَاءَ الْبَشِيرُ (telah tiba pembawa kabar gembira) yaitu Yahudza dengan membawa baju gamis Nabi Yusuf.

Dahulu dialah yang membawa baju darah Nabi Yusuf, maka kali ini ia bermaksud untuk membuat bahagia ayahnya sebagai ganti daripada perbuatannya dahulu yang membuatnya sedih

أَلْقَاهُ (maka diletakannya baju gamis itu) ditaruhnya baju gamis itu عَلَىٰ وَجْهِهِ فَارْتَدَّ (ke wajah Yakub, lalu kembalilah) sehat seperti semula بَصِيرًا ۖ قَالَ أَلَمْ أَقُلْ لَكُمْ إِنِّي أَعْلَمُ مِنَ اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ (dapat melihat. Berkata Yakub, “Tidakkah aku katakan kepada kalian, bahwa aku mengetahui dari Allah apa yang kalian tidak mengetahuinya.”)

Baca Juga:  Surah Al-Hijr Ayat 89-93; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Ibnu Katsir: Ibnu Abbas dan adh-Dhahhak mengatakan: “Al-Basyiir adalah pembawa surat, sedang Mujahid dan as-Suddi mengatakan; “Pembawa berita gembira itu adalah Yahudza bin Ya’qub.”

As-Suddi selanjutnya mengatakan: “Dia yang menyampaikan kabar itu karena dia yang membawa baju Yusuf yang dilumuri dengan darah palsu dahulu. Jadi, ia ingin membersihkan dirinya dari kesalahan lama itu dengan cara ini. Maka, dia yang membawa baju Yusuf itu dan meletakkannya di wajah ayahnya, tiba-tiba ia dapat melihat kembali.”

Saat itu Ya’qub berkata kepada anak-anaknya: أَلَمْ أَقُلْ لَكُمْ إِنِّي أَعْلَمُ مِنَ اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ (Tidakkah aku katakan kepadamu bahwa aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tidak mengetahuinya?) Maksudnya, aku tahu bahwa Allah akan mengembalikan Yusuf kepadaku,

Tafsir Quraish Shihab: Ia masih terus berharap menanti kasih sayang Allah sementara keluarganya masih terus berburuk sangka kepadanya, hingga datang orang-orang dengan membawa baju Yûsuf dan memberitahukan bahwa Yûsuf selamat dan masih hidup.

Ketika baju itu dilempar ke arah Ya’qûb, ia mencium bau Yûsuf. Hatinya pun sangat gembira, hingga matanya dapat melihat kembali. Ketika mereka menceritakan kepadanya kondisi Yûsuf yang meminta ayah dan keluarganya untuk menjenguknya, Ya’qûb menoleh kepada orang-orang di sekelilingnya seraya mengingatkan mereka akan kenabian Yûsuf.

Baca Juga:  Surah An-Nisa Ayat 150-152; Seri Tadabbur Al Qur'an

Ya’qûb mencela mereka yang mendustakan Yûsuf. Ya’qûb mengarahkan pikiran mereka kepada apa yang ia tekankan tadi bahwa ia mendapat kasih sayang Allah yang tidak mereka dapat

Surah Yusuf Ayat 97
قَالُوا يَا أَبَانَا اسْتَغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا إِنَّا كُنَّا خَاطِئِينَ

Terjemahan: Mereka berkata: “Wahai ayah kami, mohonkanlah ampun bagi kami terhadap dosa-dosa kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang bersalah (berdosa)”.

Tafsir Jalalain: (Mereka berkata, “Wahai ayah kami, mohonkanlah ampun bagi kami terhadap dosa-dosa kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang bersalah.”)

Tafsir Ibnu Katsir: Pada saat itu mereka berkata memohon kepada ayah mereka dengan lemah-lembut: يَا أَبَانَا اسْتَغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا إِنَّا كُنَّا خَاطِئِينَ (Wahai ayah kami, mohonkanlah ampun bagi kami terhadap dosa-dosa kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang bersalah [berdosa]).

Tafsir Quraish Shihab: Mereka kemudian menghadap kepadanya seraya meminta maaf atas apa yang telah mereka perbuat dahulu. Mereka mengharap ayahnya sudi memaafkan kesalahan-kesalahan mereka dan sudi meminta ampunan dari Allah atas dosa-dosa mereka. Sebab mereka, seperti terungkap dalam pernyataan permohonan maaf itu, adalah orang-orang yang berdosa.

Surah Yusuf Ayat 98
قَالَ سَوْفَ أَسْتَغْفِرُ لَكُمْ رَبِّي ۖ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Terjemahan: Ya’qub berkata: “Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

Baca Juga:  Surah Yusuf Ayat 99-100; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

Tafsir Jalalain: Nabi Yakub mengakhirkan atau menangguhkan doanya itu sampai dengan waktu sahur, dimaksud supaya lebih dekat untuk diperkenankan. Atau doanya itu ia tangguhkan sampai dengan malam Jumat.

Kemudian mereka semua berangkat menuju ke negeri Mesir; dan Nabi Yusuf beserta pembesar-pembesar negeri Mesir lainnya keluar untuk menjemput kedatangan mereka.

Tafsir Ibnu Katsir: Ya’qub berkata: (Aku akan memohonkan ampun bagi kalian kepada Rabbku. Sesungguhnya Allah-lah yang Mahapengampun lagi Mahapenyayang) Maksudnya, siapa saja yang mau bertaubat kepada Allah, maka Allah pasti menerima taubatnya (mengampuninya)

Ibnu Mas’ud, Ibrahim at-Taimi, Amr bin Qais, Ibnu Juraij, dan lain-lain mengatakan, bahwa Ya’qub menunda (menangguhkan) mereka sampai (dini hari) waktu sahur.

Tafsir Quraish Shihab: Ya’qub pun berkata, “Aku akan selalu meminta maaf kepada Allah atas dosa-dosa kalian. Hanya Dialah Pemilik ampunan tetap dan kasih sayang abadi.

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, telah kita pelajari bersama kandungan Surah Yusuf Ayat 96-98 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga Allah merahmati dan mengasihi kita semua. Amin

M Resky S