Tahukah Kamu? Wedang Jahe Ternyata Adalah Minuman Surga

minuman surga

Pecihitam.org – Kita mungkin sering mendengar atau membaca tentang beberapa benda di bumi yang berasal dari surga. Misalnya seperti pohon gaharu yang konon katanya berasal dari surga. Selain itu ada pula buah anggur, buah tin dan masih banyak lagi buah-buahan yang tertulis dalam Al-Qur’an sebagai buah-buahan surga.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Nah, ternyata bukan hanya buah-buahan saja makanan di bumi yang nantinya juga ada di surga. Dalam suatu riwayat, disurga nanti terdapat minuman hasil olahan yang menjadi salah satu hidangan untuk para penghuninya. Menariknya, minuman surga ini ternyata sering dikonsumsi dan diolah oleh masyarakat Indonesia atau bisa saja dari kalian sering meminumnya.

Sudah tidak asing lagi, dengan wedang jahe bukan? Minuman tradisonal dari pulau Jawa ini sangatlah berkhasiat untuk menghangatkan tubuh saat cuaca dingin. Ternyata Wedang Jahe ini juga tertulis dalam Al-Qur’an sebagai minuman surga. Hal ini sebagaimana yang tercantum dalam ayat Al-Qur’an Surat Al-Insan ayat 17:

وَيُسْقَوْنَ فِيهَا كَأْسًا كَانَ مِزَاجُهَا زَنْجَبِيلًا

Baca Juga:  Perempuan dalam Islam Menurut al-Quran dan Para Mufassir

“Di dalam surga itu mereka diberi minum segelas (minuman) yang campurannya adalah jahe.” (QS. Al-Insan: 17).

Dalam sebuah tafsir al-Qur’an oleh Sayyid Kalam Faqih disebutkan bahwa kenikmatan-kenikmatan surga yang disebutkan Allah Swt dalam Al-Qur’an merupakan hal-hal yang umum dikenal oleh manusia. Salah satunya yaitu minuman segar yang dicampur dengan jahe, yang merupakan tanaman akar beraroma yang disukai orang Arab.

Jahe bernama latin Zingiber officinale ini merupakan tumbuhan rimpang yang diambil umbinya dan sangat populer sebagai rempah untuk memasak bahkan menyehatkan tubuh. Minuman jahe ternyata juga tidak hanya ada di Indonesia saja, namun juga banyak dikonsumsi oleh orang-orang Arab dan Timur Tengah. Biasanya mereka mencampurkan jahe ini pada minuman untuk menghangatkan ketika cuaca dingin.

Sebuah riwayat hadits juga diceritakan bagaimana Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk mengonsumsi jahe yang juga bisa digunakan sebagai sarana pengobatan. Abu Sa’id al Khuduri r.a meriwayatkan sebuah hadist yang artinya:

“Raja Romawi pernah menghadiahkan sekantong jahe kepada Rasulullah SAW, lalu beliau memberikan sepotong jahe itu kepada setiap orang. Belioau juga memberikan sepotong kepadaku.”

Namun tentunya, minuman jahe yang terdapat di surga nanti akan sangat berbeda dengan wedang jahe yang umum kita nikmati sekarang ini. Pohon Jahe di surga berasal dari mata air yang bernama Salsabil. Dan pasalnya minuman ini disuguhkan langsung untuk hamba-hamba Allah yang berhasil menjalani ujian di dunia.

Baca Juga:  Bukan Nasab yang Menyelamatkanmu tapi Amal Soleh dan RidhoNya

Jika di dunia mungkin kita meminum wedang Jahe di pinggir jalan bersama teman atau dirumah sendirian, maka penduduk surga nanti, akan minum minuman campuran jahe bersama pelayan-pelayan surga laksana mutiara yang bertaburan dan dibawah kerajaan Allah yang maha besar.. Allah Swt berfirman,

وَيُسْقَوْنَ فِيهَا كَأْسًا كَانَ مِزَاجُهَا زَنْجَبِيلًا
عَيْنًا فِيهَا تُسَمَّىٰ سَلْسَبِيلًا
وَيَطُوفُ عَلَيْهِمْ وِلْدَانٌ مُخَلَّدُونَ إِذَا رَأَيْتَهُمْ حَسِبْتَهُمْ لُؤْلُؤًا مَنْثُورًا
وَإِذَا رَأَيْتَ ثَمَّ رَأَيْتَ نَعِيمًا وَمُلْكًا كَبِيرًا

“Di dalam surga itu mereka diberi minum segelas (minuman) yang campurannya adalah jahe (yang berasal dari) sebuah mata air surga yang dinamakan salsabil. Dan mereka dikelilingi oleh pelayan-pelayan muda yang tetap muda. Apabila kamu melihat mereka, kamu akan mengira mereka, mutiara yang bertaburan. Dan apabila kamu melihat di sana (surga), niscaya kamu akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar”. (QS Al Insaan: 17-20).

Akan tetapi, sejatinya seperti apa bentuk minuman tersebut hanya Allah-lah yang maha tahu kebenarannya. Semoga dengan ridha-Nya kelak kita semua dapat menikmati hidangan tersebut di surga. Amiin yarabbal’alamin. Wallahua’lam bisshawab.

Baca Juga:  Muhammad bin Abdul Wahab Membawa Ajaran Yang Rusak dan Cacat
Arif Rahman Hakim
Sarung Batik