11 Akhlak Terhadap Allah, Amalkan Jika Ingin Menjadi Hamba yang Paling Dicintai

11 Akhlak Terhadap Allah, Amalkan Jika Ingin Menjadi Hamba yang Paling Dicintai

Pecihitam.org- Perintah dan larangan adalah hukum yang buat Allah SWT untuk mengatur semua sendi kehidupan manusia dan melancarkan hidup manusia itu sendiri. Di dalam hukum tersebut terkandung nilai-nilai akhlak terhadap Allah SWT dalam setiap pelaksanaan hukum tersebut.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Berikut ini 11 akhlak terhadap Allah SWT :

1) Beriman, yaitu meyakini wujud dan keesaan Allah serta meyakini apa yang difirmankan-Nya, seperti iman kepada malaikat, kitab-kitab, rasul-rasul, hari kiamat dan qadha dan qadhar.

Beriman merupakan fondamen dari seluruh bangunan akhlak islam. Jika iman telah tertanam didada, maka ia akan memancar kepada seluruh perilaku sehingga membentuk kepribadian yang menggambarkan akhlak islam yaitu akhlak yang mulia.

2) Taat, yaitu menjauhi segala larangan Allah dan patuh kepada segala perintah-Nya.

Setelah beriman sikap taat kepada perintah Allah merupakan sikap yang mendasar, ia merupakan gambaran langsung dari adanya iman di dalam hati.

3) Ikhlas, yaitu mengharapkan keridhaan Allah dengan cara melaksanakan perintah Allah dengan pasrah.

Jadi ikhlas itu bukan tanpa pamrih, tetapi masih mengharapkan  pamrih dari Allah berupa keridhaan-Nya. Oleh sebab itu, ketika kita beribadah kepada Allah, kita harus menjaga akhlak sebagai bentuk dari keikhlasan kita menerima hukum-hukum tersebut.

Baca Juga:  Hubungan Antara Bahasa dan Agama: Arab Bukan Islam, Islam Bukan Arab

4) Khusyuk, yaitu melaksanakan perintah dengan sungguh-sungguh atau bersatunya perasaan batin dengan pikiran dalam perbuatan yang sedang dikerjakannya.

Orang yang melakukannya khusyuk, akan melahirkan ketenangan batin dan perasaan nyaman. Karena itu, apabila kita melakukan segala perintah dengan khusyuk, maka akan melahirkan kebahagiaan hidup.

Ciri-ciri Khusyu’ yaitu adanya perasaan nikmat ketika melaksanakannya. Shalat perlu dilakukan dengan khusyu’. Jika orang melakukan shalat tetapi belum khusyu’.

Agar khusyu’ dalam shalat, sejak niat kita harus sunguh-sungguh hanya terpusat pada perbuatan yang berkaitan dengan shalat. Apa yang dibacakan oleh lidah, dimaknai oleh pikran, diresapi oleh hati dan difokuskan pada Allah yang sedang kita hadapi.

5) Huznudz dzan, yaitu berbaik sangka kepada Allah.

Apa saja yang diberikan-Nya merupakan pilihan yang terbaik untuk manusia. Berprasangka baik kepada Allah merupakan gambaran harapan dan kedekatan seseorang kepada-Nya, sehingga apa saja yan diterimanya dipandang sebagai suatu yang terbaik bagi dirinya.

Oleh karena itu, tidak akan mengalami perasaan kecewa atau putus asa yang berlebihan, bagi seorang yang berhuznuzan.

6) Tawakal, yaitu dalam melaksanakan suatu rencana, selalu mempercayakan diri kepada Allah.

Gambaran dari sabar adalah sikap tawakal, serta sikap tawakal juga menggambarkan kerja keras dan sungguh-sungguh dalam melaksanakan suatu rencana. Seseorang yang tawakal tidak ada rasa penyesalan bahkan ia akan mampu menerimanya, jika rencananya gagal dari harapan yang semestinya,.

Baca Juga:  Mengapa Kita Menggunakan Awalan Sayyidina dan Maulana Untuk Nama Rasulullah SAW?

7) Syukur, yaitu mengungkapkan atau melakukan tindakan rasa terimakasih kepada Allah atas nikmat yang telah diberikan-Nya.

Mengucapkan hamdalah setiap saat, merupakan ungkapan dalam bentuk kata-kata, sedangkan menggunakan nikmat Allah sesuai dengan semestinya, merupakan bentuk dari rasa syukur kita kepada Allah SWT.

Misalnya nikmat diberi mata,maka bersyukur terhadap nikmat itu dilakukan dengan menggunakan mata untuk melihat hal-hal yan baik, seperti membaca, mengamati alam dan sebagainya yang mendatangkan manfaat.

8) Sabar, yaitu ketahanan mental dalam menghadapi kenyataan yang menimpa diri kita.

Ahli sabar tidak akan mengenal putus asa dalam menjalankan ibadah kepada Allah .Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar. Oleh karena itu, perintah bersabar bukan perintah berdiam diri, tetapi perintah untuk terus berbuat tanpa berputus asa.

9) Bertasbih, yaitu mensucikan Allah dengan ucapan, yaitu dengan memperbanyak mengucapkan subhanallah ( maha suci Allah ) serta menjauhkan perilaku yang dapat mengotori nama Allah Yang Maha Suci.

10) Istighfar, yaitu memohon ampunan Allah SWT atas semua dosa yang telah dilakukan, dengan mengucapkan “ astagfirullahal ‘adzim ’’ (aku memohon ampun kepada Allah yang Maha Agung ).

Baca Juga:  Allahu Akbar, Kalimat Agung yang Paling Sering Disalahguna dan Artikan

Sedangkan tidak mengulangi dosa atau kesalahan yan telah dilakukan, merupakan bentuk dari istighfar melalui perbuatan.

11) Do’a, yaitu meminta segala sesuatu yang diinginkan dengan cara yang baik kepada Allah, sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah.

Do’a adalah cara membuktikan kelemahan manusia dihadapan Allah, karena itu berdoa merupakan inti dari beribadah. Orang yang tidak suka berdo’a adalah orang yang sombong, sebab ia tidak mengakui kelemahan dirinya dihadapan Allah, merasa mampu dengan ushanya sendiri. Ia tidak sadar bahwa semua itu berkat izin dari Allah.

Mochamad Ari Irawan