Amalan Doa Sapu Jagad: Doa dari Al Quran untuk Segala Hajat

Amalan Doa Sapu Jagad

Pecihitam.org – Perihal doa, Allah menurunkan ayat yang amazing untuk selalu dibaca seperti “Rabbana atina fiddunya hasanah wafil akhirati hasanah waqina adzabannar”. Lafadz ini sudah umum kita baca, mungkin malah sudah hafal diluar kepala. Pada dasarnya doa ini bersumber langsung dari Al-Qur’an. Ayat ini juga biasa dikenal dengan doa sapu jagad, dan merupakan suatu amalan yang memiliki kedahsyatan luar biasa.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Menurut pendapat para Ulama do’a ini mencakup semua permintaan manusia, dunia mapun akhirat. Sebab itu dinamakan doa sapu jagad, karena seluruh permintaan manusia pada hakikatnya tidak lepas dari kesuksesan dunia dan akhirat,

Doanya yaitu:

رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Ya Tuhan Kami, berilah Kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah Kami dari siksa neraka” (QS. Al Baqoroh: 201)

Rasulullah SAW juga mengajarkan untuk memperbanyak do’a tersebut, guna mencapai apa yang diinginkan. Sebagaimana sahabat Anas bin Malik ra. mengatakan:

كَانَ أكثرُ دعاءِ النبيّ – صلى الله عليه وسلم – : (( اللَّهُمَّ آتِنَا في الدُّنْيَا حَسَنَةً ، وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً ، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ )) متفقٌ عَلَيْهِ

Baca Juga:  Perlukah Membaca Doa Khatam Quran? Begini Pendapat Para Ulama

“Doa yang lebih sering diucapkan Rasulullah shallAllahu wa’alaihi wa sallam adalah Allahumma aatina fid dunyaa hasanah, wa fil akhiroti hasanah, wa qinaa ‘adzaban naar (Ya Allah, berikanlah kepada Kami kebaikan di dunia, berikan pula kebaikan di akhirat dan lindungilah Kami dari adzab Neraka).” (HR. Bukhari no. 4522 dan Muslim no. 2690)

Dalam kitab Fathul Bari, Ibnu Hajar menerangkan juga bahwa Rasulullah tidak berdo’a melainkan dengan do’a tersebut. Begitupun dengan orang shaleh dan orang-orang yang menginginkan banyak kesuksesan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Ibnu Hajar menyebutnya sebagai berikut:

لَمْ يَدْعُ نَبِيّ وَلَا صَالِح بِشَيْءٍ إِلَّا دَخَلَ فِي هَذَا الدُّعَاء

“Tidaklah seorang nabi maupun orang shalih berdoa melainkan mereka menggunakan doa ini.” (Fathul Bari, 2: 322).

Dari penjelasan diatas dapat kita fahami bahwa doa sapu jagad meliputi tiga hal, yaitu meminta kebaikan tentang dunia, kebaikan akhirat dan terbebas dari api neraka, begitulah harapan bagi setipa manusia yang ingin mendapat kebaikan dunia dan juga akhirat. Doa yang sering dipanjatkan Nabi Muhammad dan orang sholeh, insyAllah apa yang dipanjatkan akan dipenuhi oleh Allah.

Baca Juga:  Menenangkan Hati Dengan Dzikir? Ini Caranya!

Amalan doa sapu jagad juga dipercaya bisa mendatangkan jodoh yang shaleh dan shalehah. Hal ini berdasarkan tafsir dari Ibnu Abbas rodhiyallohu‘anhu, yang mengatakan bahwa makna hasanah atau kebahagian dunia salah satunya ialah menikahi orang yang shaleh dan soleha. Maka dari itu, sering membaca doa ini setelah shalat bisa mendekatkan jodoh.

Doa sapu jagad yang sering kita baca ini ternyata merupakan amalan yang punya kandungan makna mendalam. Salah satunya ketika menginginkan kesuksesan karena sukses adalah dambaan setiap orang. Siapapun dan di manapun. Untuk mencapai kesuksesan, seseorang membutuhkan tekad yang kuat untuk mewujudkannya. Dalam proses menuju sukses seseorang perlu sesuatu yang bernama usaha dan do’a.

“Usaha tanpa doa adalah sombong dan doa tanpa usaha adalah bohong.”

Sama saja ia berjuang sekeras apapun, jikalau tak menyertai Tuhan di dalamnya, sama saja dengan menyombongkan dirinya, merasa bahwa dirinya bisa. Padahal tanpa kuasa Allah sebagai makhluk kita bisa apa.

Baca Juga:  Baru Melahirkan? Begini Doa Untuk Anak Yang Baru Lahir

Namun berdoa saja tanpa usaha adalah kebohongan. Bagaimana bisa ia mendapatkan mimpinya hanya dari berdo’a tanpa adanya usaha. Tuhan Maha Mengetahui seberapa besar usaha yang telah dikorbankan. Dalam QS al Hasyr ayat 18:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik