Mengenal Wanita Mulia Aminah binti Wahab Ibunda Nabi Muhammad Saw

aminah binti wahab

Pecihitam.org – Aminah binti Wahab bin Abdul Manaf bin Zahra bin Kilab, seorang putri yang berasal dari keluarga terhormat dan terpandang dari Bani Zuhrah. Ayahnya bernama Wahab bin Abdu Manaf dan ibunya bernama Barah anak perempuan dari Abdul Uzza bin Usman bin Abdud-Dar bin Qasha. Nenek dari jalur ayahnya adalah Atikah binti Auqash bin Murrah bin Hilal al-Sulaimah.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Sebenarnya dalam beberapa riwayat tidak menjelaskan mengenai biografi Aminah binti Wahab secara rinci, dan hanya beberapa periode tentang kehidupannya seperti saat di nikahi oleh Abdullah bin Abdul Muthalib dan akhirnya memiliki putera yaitu Nabi Muhammad Saw. Namun setidaknya kami coba menggali dan memberikan sedikit informasi yang bisa disampaikan kepada pembaca sekalian.

Saat Aminah di nikahi oleh Abdullah, ia di sebut sebagai perempuan terbaik di kalangan Qurays karena sebelum melamar Aminah, ada beberapa perempuan yang telah di tawarkan kepada Abdullah namun yang di pilih adalah Aminah. Sehingga pernikahan Abdullah dengan Aminah membuat banyak perempuan saat itu yang patah hati.

Namun, tidak berselang lama Aminah harus rela di tinggal pergi oleh Abdullah untuk melakukan perjalanan berdagang saat ia masih hamil muda. Kemudian, saat perjalan pulang menuju Makkah Abdullah jatuh sakit sehingga ia memutuskan untuk beristirahat di Madinah dan akhirnya meninggal dunia di kota tersebut.

Baca Juga:  Biografi Kiai Ali Mustafa Yaqub, Ulama Ahli Hadits Nusantara

Ketika mendengar bahwa suaminya meninggal, Aminah pun mengalami kesedihan yang teramat dalam. Ia pun harus melewati masa kehamilan dan melahirkan tanpa adanya seorang suami di sampingnya. Awalnya, Aminah mengasuh sendiri Nabi Muhammad Saw dan menolak setiap tawaran orang yang hendak mengasuh bayinya.

Namun, akhirnya ia mempercayakan Halimatus Sa’diyah untuk mengasuh dan menyusui Nabi Muhammad Saw. Muhammad kecil berada dalam asuhan Halimatus Sa’diyah sampai berusia dua tahun. Namun, karena Nabi Muhammad Saw membawa keberkahan dan menjaga Halimatus Sa’diyah dari wabah penyakit yang saat itu sedang menyerang kota Makkah, maka ia pun meminta izin kepada Aminah agar tetap mengasuh puteranya tersebut beberapa tahun lagi.

Ibunda Aminah pun menyetujui dan mengizinkan permohonan tersebut. akirnya, pada tahun ke enam setelah tahun Gajah, Nabi Muhammad Saw di kembalikan pada Aminah saat berusia 5 tahun lebih,

Sedangkan, kisah seding kembali bergulir Aminah binti Wahab meninggal dunia saat puteranya ( Nabi Muhammad Saw) telah berusia enam tahun. Waktu itu, Aminah binti Wahab bersama putranya melakukan perjalanan menuju ke Madinah untuk berziarah ke makam suaminya, Abdullah bin Abdul Muthalib.

Baca Juga:  Ketika Cucu Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani Mempersaksikan KH Maimoen Zubair Sebagai Wali Allah

Ketika dalam perjalanan, Aminah tiba-tiba jatuh sakit dan meminta Nabi Muhammad Saw untuk beristirahat terlebih dahulu. Namun, Aminah tidak mampu melanjutkan perjalanan dan akhirnya ia pun wafat di Madinah. Ibu yang sangat mulia itu meninggalkan puteranya Nabi Muhammad Saw yang masih kecil. Ia wafat  pada tahun 576 M di Madinah sedangkan jenazahnya di makamkan di Al-Abwa.     

Adapun beberapa pendapat mengenai keimanan Aminah binti Wahab antara lain sebagai berikut :

Pendapat pertama menyebutkan bahwa ketika Rasulullah Saw dalam perjalanan menuju Madinah untuk menyelesaikan Haji wada’, beliau mampir pada sebuah kuburan yang telah rusak. Rasulullah Saw berdiri  di depan kuburan tersebut kemudian menangis, lalu para sahabat bertanaya,

“Ya Rasulullah Saw, kuburan siapa yang engkau tangisi?”.  Rasulullah Saw menjawab “ Kuburan ibundaku, Aminah binti Wahab. Saya memohon kepada Allah Swt untuk memberikan izin kepadaku agar dapat berziarah, kemudian turun izin dan saya pun berziarah.”

Pendapat kedua, Imam Siddiq berkata “ Jibril datang menghadap kepada Rasulullah Saw dan berkata, “ Wahai Muhammad ! Sesungguhnya Allah Swt memberikan izin kepadamu untuk memberikan syafaat keppada lima orang, (di antaranya) Rahim yang mengandungmu yaitu Aminah binti Wahab….”

Baca Juga:  Sunan Muria, Serupa dengan Sang Ayah yang Berdakwah dengan Pendekatan Budaya

Dari beberapa pendapat di atas maka dapat di simpulkan bahwa Aminah binti Wahab semulia-mulianya seorang ibu dan wanita. Ibunda Aminah mendapat syafaat dari puteranya yaitu Nabi Muhammad Saw, sehingga ia bukanlah termasuk dalam orang-orang yang musyrik ataupun kafir.

Adapun dari pendapat penulis pribadi, jika ada yang mengatakan bahwa Aminah binti Wahab ibunda Nabi Saw termasuk golongan kafir, maka ia termasuk orang-orang yang tak punya adab dan seburuk-buruknya perilaku manusia. Naudzubillah min dzalik

Wallahua’lam bisshawab.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik