Bukan Sekedar “Aku Sabar” Inilah Hakikat Kesabaran Sesungguhnya

hakikat kesabaran

Pecihitam.org – Dalam kehidupan tidak pernah lepas dari sebuah cobaan, terkadang manusia melewati masa kejayaan, namun dibalik itu, pasti ia akan menghadapi masa kesulitan. Yang patut untuk digarisbawahi adalah bersyukur ketika mendapat nikmat, dan bersabar ketika mendapat musibah. Nah, lalu bagaimana hakikat kesabaran yang sesungguhnya?

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Sabar adalah menerima semua yang Allah takdirkan kepada kita, tanpa mengeluh sedikitpun. Dan sifat menerima itu ada sejak pertama kali musibah menimpa kita. Sebab, bersabar ketika awal terjadinya musibah sangatlah susah, oleh karenanya Allah menjanjikan bersama orang-orang yang sabar.

Dalam hadits Shohih riwayat Imam Abu Dawud disebutkan,

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ عُمَرَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ ثَابِتٍ عَنْ أَنَسٍ قَالَ أتى نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى امْرَأَةٍ تَبْكِي عَلَى صَبِيٍّ لَهَا فَقَالَ لَهَا اتَّقِي اللَّهَ وَاصْبِرِي فَقَالَتْ وَمَا تُبَالِي أَنْتَ بِمُصِيبَتِي فَقِيلَ لَهَا هَذَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَتَتْهُ فَلَمْ تَجِدْ عَلَى بَابِهِ بَوَّابِينَ فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ لَمْ أَعْرِفْكَ فَقَالَ إِنَّمَا الصَّبْرُ عِنْدَ الصَّدْمَةِ الْأُولَى أَوْ عِنْدَ أَوَّلِ صَدْمَةٍ

Baca Juga:  Harta Hakikatnya adalah Titipan! Karenanya, Mari Berbagi dan Raih Keutamaan Sedekah

Dari Anas ra ia berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam datang kepada seorang wanita yang sedang menangisi kematian anaknya, kemudian Nabi berkata kepadanya: “Bertakwalah kepada Allah, dan bersabarlah!” kemudian wanita tersebut berkata; engkau tidak mengalami musibahku. Kemudian seseorang berkata pada wanita tersebut; ia adalah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Maka wanita tersebut datang kepada Nabi dan ia tidak mendapati di depan pintu beliau terdapat para penjaga. Lalu wanita tersebut berkata; wahai Rasulullah, aku tidak mengenal engkau. Kemudian beliau bersabda: “Sesungguhnya kesabaran itu disaat terkena musibah yang pertama.”

Hadits diatas menjelaskan bahwa Rasulullah Saw, memerintahkan si wanita untuk bersabar saat kematian anaknya, dan hakikat sabar yang sesungguhnya adalah disaat pertama kali ia mendapat musibah tersebut.

Dalam Al-Qur’an pun Allah memerintahkan umatnya untuk bersabar, yaitu dalam Surat Al-Baqarah ayat 153

یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ ٱسۡتَعِینُوا۟ بِٱلصَّبۡرِ وَٱلصَّلَوٰةِۚ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّـٰبِرِینَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.”

Dari ayat diatas jelas, bahwa balasan sabar adalah sangatlah besar, sebab Allah menjanjikan bahwa orang-orang yang sabar akan bersamaNya, jika sudah seperti itu maka ia akan mendapatkan ketenangan jiwa, karena ia dekat dengan penciptanya.

Baca Juga:  Penting! Inilah Kriteria Teman yang Membawa Rezeki

Sabar memang tidak bisa diukur dengan kata-kata, jadi tidak cukup seseorang hanya berkata, “aku sabar”, tapi hakikat kesabaran perlu dibuktikan dengan perbuatan dan kerelaan dalam hati, yang mana hanya diri sendiri lah yang bisa mengukur seberapa sabar saat musibah menimpa.

Janji Allah pasti akan terjadi, oleh sebab itu, tidak perlu bergantung kepada orang lain saat musibah menimpa, sebab Allah-lah yang menciptakan musibah tersebut, maka Allah pula yang akan mencabut nya.

Kita dapat menengok ke belakang, yaitu sejarah perang badar, yang mana saat itu pasukan kaum kafir jauh lebih banyak dibandingkan kaum muslim, namun karena ketaqwaan dan kesabaran kaum muslim Allah menurunkan 5000 malaikat yang membantu mereka dalam menghadapi peperangan tersebut.

Baca Juga:  Membangun Keluarga yang Sakinah Menurut KH Buya Syakur Yasin

Dan akhirnya kaum muslim meraih kemenangan atas kaum kafir. Kisah tersebut menjadi salah satu bukti nyata untuk semua umat Islam, bahwa janji Allah adalah benar. Dan Allah akan bersama-sama orang yang taqwa dan bersabar.

Maka siapapun tidak perlu galau saat musibah menimpa, sebab janji Allah adalah kemenangan untuk nya, saat ia sabar dalam menghadapi nya, yaitu dengan kesabaran saat musibah pertama kali menimpa, dan inilah kesabaran yang sesungguhnya. Wallahu A’lam bisshowab

Nur Faricha