Cara Mendoakan Non Muslim, Adakah Tuntunannya dalam al-Quran? Ini Penjelasannya

Cara Mendoakan Non Muslim, Adakah Tuntunannya dalam al-Quran? Ini Penjelasannya

PeciHitam.org – Dalam hidup bermasyarakat, terlebih di Indonesia, yang amat majemuk ini, tentu kita tidak dapat terhindar dari interaksi sosial, baik itu yang sesama muslim maupun non muslim. Lalu bagaimana cara kita ketika dimintai untuk mendoakan non Muslim?

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Pertama, yang harus kita pahami, doa ini bisa diartikan sebagai support atau dukungan bagi kesuksesannya. Sebab, dalam berteman ketika ada teman lainnya yang sedang tertimpa musibah, atau sedang berjuang menghadapi masalah, tentu mereka akan membutuhkan support atau dukungan kita. Ketika kita tidak dapat memberikan support berupa materiil, kita bisa memerikannya support non materiil, salah satunya yaitu doa tadi.

Dalam urusan dunia, Allah tidak membeda-bedakan ciptaannya. Sehingga jangan heran jika rezeki itu dikirimkan kepada siapa saja, baik muslim maupun non muslim. Rasulullah juga sering mencontohkan sikapnya kepada non muslim.

Rasulullah pernah membalas doa seorang Yahudi “Jammalakallah (semoga Allah memperindah dirimu)”. Bahkan dari doa ini, orang Yahudi tersebut tidak memiliki uban sama sekali hingga akhir hayatnya.

Imam an-Nawawi dalam kitab al-Adzkar menjelaskan bahwa cara mendoakan non-muslim yaitu dengan doa-doa yang bersifat duniawi merupakan perkara yang diperbolehkan. Misalnya, doa kesehatan, banyak rezeki, kesuksesan dunia dan lain sebagainya.

Baca Juga:  Beginilah Sikap Kyai Hasyim Asy'ari Terhadap Perbedaan Mazhab

Mengenai cara mendoakan non muslim dengan doa untuk kebaikan duniawi, Nabi Ibrahim juga pernah berdoa agar Allah menjadikan negerinya aman sentosa dan diberi limpahan rezeki. Doa Nabi Ibrahim ini amat populer dan diabadikan dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 126 berikut:

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَذَا بَلَدًا آمِنًا وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ مَنْ آمَنَ مِنْهُمْ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ

“Tatkala Ibrahim berdoa: Wahai Tuhanku, jadikanlah negeri ini negeri yang aman sentosa, serta limpahilah rizki berupa buah-buahan bagi para penduduknya yang beriman kepada Allah dan hari Akhir.”

Jika kita cermati, di akhir doa Nabi Ibrahim ada pengkhususan yaitu ‘yang beriman kepada Allah dan hari akhir’. Menurut Quraish Shihab, atas doa ini, Nabi Ibrahim diingatkan oleh Allah dalam ayat selanjutnya:

قَالَ وَمَنْ كَفَرَ فَأُمَتِّعُهُ قَلِيلًاُ

Allah berfirman: “Dan kepada orang yang kafirpun Aku beri kesenangan sementara di dunia.”

Baca Juga:  Bukan Tanpa Alasan, Inilah Penjelasan Medis Tentang Larangan Shalat Saat Haid

Hal ini membuktikan bahwa kemurahan sifat Rahman Allah ini menyeluruh selama di dunia, tanpa terkecuali. Rasulullah Saw bersabda. “Seandainya dunia bernilai di sisi Allah, niscaya Dia tidak akan memberikan setetes air kepada orang yang kafir.”

Dalam suatu riwayat, Nabi Muhammad Saw dengan ikhlas selalu mendoakan non muslim agar diberikan hidayah oleh Allah. Riwayat ini bersumber dari Abu Musa al-Asy’ari, diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi, disebutkan bahwa pada suatu hari ketika Rasulullah bersama orang Yahudi. Seorang Yahudi tersebut bersin di samping Rasulullah. Ternyata bersinnya seorang Yahudi tadi bertujuan agar Rasulullah mendoakannya, sehingga Rasulullah berdoa, “yarhamukallah (semoga Allah memberimu kasih sayang)”.

Rasulullah bahkan tidak segan mendoakannya. Beliau mendoakan seorang Yahudi tersebut dengan doa, “Yahdiyakumullah wa yushlihu baalakum.” (Semoga Allah memberimu petunjuk dan memperbaiki kehidupan mu).

Dari kisah tersebut, dapat kita petik pelajaran bahwa kita sebagai umatnya dianjurkan agar tidak pilah pilih dalam berdoa. Rasulullah memberikan teladan tersebut, dengan ikhlas tanpa segan. Hal ini bertujuan bahwa kita sebagai hamba tidak tau bahwa sewaktu-waktu hidayah Allah dikaruniakan kepada siapa saja. Bisa jadi salah satunya melalui doa yang kita panjatkan kepada non muslim.

Baca Juga:  Ayat Difabel dalam Al Quran, Bentuk Penghormatan pada Kaum Disabilitas

Sifat Rahman Allah yang menyeluruh, diberikan kepada siapa saja, tanpa memandang bahwa ia hamba yang beriman maupun kufur. Baik muslim maupun non muslim. Lalu apakah pantas, kita sebagai hamba pilah pilih dalam berdoa? Wallahu A’lam.

Mohammad Mufid Muwaffaq