Doa dan Wirid Yang Sebaiknya Dilakukan Saat Terjadi Gempa.

doa dan wirid saat gempa

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Pecihitam.org Indonesia secara geografis Indonesia terletak pada lempeng bumi yang aktif dan punya banyak gunung berapi, maka tak ayal jika sering terjadi gempa di Indonesia. Belum lama duka saudara kita di beberpa daerah yang terkena musibah, baru saja saudara kita yang di Banten dan sekitarnya terkena bencana gempa bumi bahkan BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini Tsunami. Sebagai orang mukmin kita di ajarkan untuk berdoa jika terkena bencana. Lalu seperti apa doa dan wirid yang sebaiknya di lakukan saat terjadi gempa?

KH Abdul Karim atau yang akrab di panggil Gus Karim, pengasuh Pondok Pesantren  Al-Qur’an Azzayadi Solo pernah mengajarkan sebuah doa ketika terjadi gempa bumi. Doa tersebut sebagia berikut:

ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢّ ﺇِﻧّﻲْ ﺃَﺳْﺄَﻟُﻚَ ﺧَﻴْﺮَﻫَﺎ ﻭَﺧَﻴْﺮَ ﻣَﺎ ﻓِﻴْﻬَﺎ، ﻭَﺧَﻴْﺮَ ﻣَﺎ ﺃَﺭْﺳَﻠْﺖَ ﺑِﻪِ؛ ﻭَﺃَﻋُﻮْﺫُ ﺑِﻚَ ﻣِﻦْ ﺷَﺮِّﻫَﺎ، ﻭَﺷَﺮِّﻣَﺎﻓِﻴْﻬَﺎ ﻭَﺷَﺮِّﻣَﺎ ﺃَﺭْﺳَﻠْﺖَ ﺑِﻪِ

Allahumma inni asaluka khoiroha wa khoiro ma fiiha, wa khoiro ma arsaltabihi, wa a’udhubika min syarriha, wa syarri ma fiiha wa syarri ma arsaltabihi.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon atas kehadiratMu, kebaikan pada apa yang terjadi, dan kebaikan pada apa yang di dalamnya, dan kebaikan atas apa yang Engkau kirimkan dengan kejadian ini. Dan aku memohon perlindungan kepadaMu dari pada keburukan atas apa yang terjadi, dan keburukan atas apa yang terjadi didalamnya, dan aku juga memohon perlindungan kepada-Mu atas apa-apa yang Engkau kirimkan.”

Baca Juga:  Doa Move On Dari Mantan Dan Agar Terhindar Dari Galau

Selain itu Imam An-Nawawi juga menjelaskan bahwa Rasulullah mengajarkan kita, saat tertimpa musibah agar membaca doa sebagai berikut:

إنّاَ للهِ وإنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أجِرْنِي فِي مُصِيبَتي وأَخْلِفْ لِي خَيْراً مِنْها

Innalillahi wa inna ilaihi rajiun, Allahumma ajjirni fi musibati wa akhlif li khoiron minha.

Artinya: “Sesungguhnya kami adalah milik Allah, dan sungguh hanya kepadaNya lah kami akan kembali. Ya Allah, karuniakanlah padaku pahala dalam musibah yang menimpaku dan berilah aku ganti yang lebih baik daripadanya.”

Keterangan pada kitab hadits Shahih Muslim disebutkan bahwa: Barangsiapa yang memanjatkan doa ini, maka niscaya Allah akan memberinya pahala dalam musibahnya dan Allah akan memberinya ganti yang lebih baik dari padanya. (Muhyiddin Abi Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawi, Al-Adzkâr, Penerbit Darul Hadits, Kairo, Mesir)

Baca Juga:  Dzikir dan Doa Memperlancar Rezeki dari Imam Abu Hasan As Syadzili

Doa tersebut dapat di baca ketika terjadi bencana gempa bumi ataupun bencana apa saja yang megancam keselamatan jiwa. Selain itu jika terjadi suatu bencana sebaiknya kita juga memperbanyak doa dan wirid seperti membaca:

Tahlil:

لَا اِلَهَ اِلَّا اللهُ

Lailaha Illallah

Artinya: Tiada Tuhan selain Allah

Istighfar:

اَسْتَغْفِرُاللهَ الْعَظِيْمَ 

Astaghfirullahal’adzim

Artinya: “Saya mohon ampun kepada Allah yang maha agung.”(Allah) yang tiada Tuhan selain Dia yang maha hidup, lagi terjaga. Aku bertobat kepada-Nya.”

Hauqalah:

لَاحَوْلَ وَلَا قُوَّةَ اِلَّا بِاللهِ العَلِيِّ الْعَظِيْمِ

Lahaulawaquwataillabillahil’aliyil’adzim

Artinya, “Tiada daya dan upaya kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah yang maha tinggi dan agung.”

Tidak hanya saat terjadi musibah doa dan wirid tersebut juga dapat di amalkan sebagai dzikir pengingat kepada Allah SWT. Musibah dalam hakikatnya dapat diartikan sebuah azab ataupun peringatan agar manusia selalu bermuhasabah mawas diri, bukan saling menyalahkan dan bukan saling mencaci. Karena sesungguhnya sebagai manusia biasa kita tidak dapat berbuat apa-apa. Semua dikembalikan kepada Allah semata Tuhan semesta Alam yang menghendaki setiap kejadian.

Baca Juga:  Bagaimana Etika Tawasul Yang Benar Agar Doa Kita Segera di Kabulkan Allah SWT?

Selain itu kita harus percaya bahwa semua yang terjadi adalah kehendak Allah dan tidak yang sia-sia termasuk musibah, bahkan daun yang jatuh pun semua karena kehendak Allah SWT. Musibah bisa menjadi pahala jika si penerima musibah mampu bersabar, ikhlas dan menyikapi dengan cara yang tepat. Mendawamkan doa dan wirid jika terkena musibah juga menandakan optimisme, yaitu sebagai manusia beriman yang percaya dan harapan kepada Allah akan karunia pengganti yang lebih baik. Wallahu’alam Bisshawab.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik

Leave a Reply

Your email address will not be published.