Inilah Anjuran Nabi Jika Lalat Masuk ke Dalam Minuman Kita

jika lalat masuk ke dalam minuman

Pecihitam.org – Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menjumpai kejadian-kejadian yang menggelikan, seperti halnya jika lalat yang masuk ke dalam minuman kita, hal itu membuat kita enggan lagi untuk menyeruput minuman kita.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Lalat merupakan hewan yang suka hinggap dalam makanan, minuman, tanaman dan lainnya, sehingga ia terkadang membawa kotoran dari hinggapannya, yang membuat makanan atau minuman kita menjadi tidak higenis lagi ketika dihinggapinya.

Lalat juga mengandung penyakit pada salah satu bagian sayapnya, di dalamnya mengandung bakteri yofaj, yaitu sebagai tempat berkembangnya bakteri pembunuh, maka dari itu kita wajib berhati-hati dengan minuman kita yang kita dapati ada lalatnya. Terus bagaimana cara kita mengatasi jika terdapat lalat yang masuk kedalam minuman kita?

Rasulullah telah memberikan solusi untuk mengatasi lalat yang masuk kedalam minuman dalam sebuah hadits.

عن أبي هريرة –رضي الله عنه- قال قال رسول الله –صلي الله عليه و سلم- إذا وقع الذباب في شراب أحدكم فليغمسه, ثم لينزعه, فإن في أحد جناحيه داء, و في الآخر شفاءأخرجه البخاري, و أبو داود, و زاد: و إنه يتقي بجناحيه الذي فيه الداء

Baca Juga:  Tuduhan Syirik Terhadap Burdah, Bukti Ustadz Wahabi Tak Hormati Jasa Ulama

Dari Abu Hurairah Radliyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : Apabila ada lalat masuk kedalam minuman seseorang diantara kamu maka benamkanlah lalat itu kemudian keluarkanlag, sebab ada salah satu sayapnya ada penyakit dan pada sayap lainnya ada obat penawar.

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Abu Dawud dengan tambahan: “dan hendaknya ia waspada dengan sayap yang ada penyakitnya. Terdapat dalam kitab bulughul maram bab 1 tentang air hadits 13.

Namun yang terjadi pada diri kita biasanya justru enggan untuk minum lagi karena sudah terdapat lalat yang ,asuk kedalam minuman kita, padahal sudah jelas Rasulullah untuk bersikap tidak demikian.

Dalam Al-Qur’an surat Al hajj ayat 73 juga sudah disinggung tentang keberadaan lalat sebagai hewan yang tak patut untuk kita rendahkan keberadaannya, dengan dijadikannya sebagai perumpaan bagi orang-orang yang menyembah selain Allah.

Baca Juga:  Ketika Imam Abu Hanifah Ditanya Hukum Poligami oleh Khalifah dan Istrinya

يَا أَيُّهَا النَّاسُ ضُرِبَ مَثَلٌ فَاسْتَمِعُوا لَهُ ۚ إِنَّ الَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ لَنْ يَخْلُقُوا ذُبَابًا وَلَوِ اجْتَمَعُوا لَهُ ۖ وَإِنْ يَسْلُبْهُمُ الذُّبَابُ شَيْئًا لَا يَسْتَنْقِذُوهُ مِنْهُ ۚ ضَعُفَ الطَّالِبُ وَالْمَطْلُوبُ

 “Wahai manusia! Telah dibuat suatu perumpamaan. Maka dengarkanlah! Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah tidak dapat menciptakan seekor lalatpun walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, mereka tidak dapat merebut lagi dari lalat itu. Sama lemahnya yang menyembah dan yang disembah.

Maka jika dalam makanan ataupun minuman terdapat lalat yang masuk ke dalamnya hendaklah kita tidak perlu mengumpat lalat ataupun juga makanan atau minuman kita, karena kita juga harus tetap menjaga adab kepada siapapun bahkan kepad hewan atau makanan.

Karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah minghina makanan, ketika Rasul menyukai makanan yang dihidangkan beliau memakannya, jika beliau tidak menyukainya beliau hanya berdiam.

Baca Juga:  Sedekah untuk Orang yang Sudah Meninggal, Apa Benar Pahalanya Bisa Sampai?

Seperti itulah yang seharusnya kita tiru salah satu dari akhlak Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam, yang tidak pernah menghina makanan. Yang terjadi pada diri kita biasanya akan menghina, memaki-maki makanan apabila tidak sesuai dengan selera kita.

Asin sedikit langsung marah, gosong sedikit langsung marah, itulah kita yang masih perlu banyak belajar dari Rasulullah yang sempurna, sebagai rujukan terbaik bagi kehidupan kita, karena Rasulullah adalah uswatun khasanah, panutan terbaik. Wallahua’lam bisshawab.

Lukman Hakim Hidayat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *