Orang yang Beruntung Menurut Al Quran, Siapa Sajakah Mereka?

orang yang beruntung menurut al quran

Pecihitam.org – Keberuntungan seseorang pastilah berbeda-beda. Hingga terkadang ketika melihat orang yang keluar dari rumah yang mewah, berpakaian rapih dan masuk mobil yang mewah, dan banyak yang berucap betapa beruntungnya orang itu. Hidup serba kecukupan, semua keinginan terpenuhi, belajar hingga keluar negeri, jalan-jaln keliling dunia. Namun apakah orang beruntung adalah orang yang demikian?

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Mungkin bisa dikatakan iya, sebab masih banyak yang beranggapan bahwa keberuntungan berarti sekedar kaya harta.Namun bagi orang yang memiliki keimanan dan ketakwaan kekurangan dalam materi belum tentu dia adalah orang yang tidak beruntung.

Untung dan tidak untung adalah dua sisi yang berlawanan. Satu sisi merupakan harapan dan sisi lain merupaka ancaman. Wajar jika ketidakberuntungan membuat orang gelisah.

Sedangkan berikut adalah siapa saja orang yang beruntung menurut Allah SWT yang dijelaskan dalam Al quran:

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ (١) الَّذِينَ هُمْ فِي صَلاتِهِمْ خَاشِعُونَ (٢) وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ (٣) وَالَّذِينَ هُمْ لِلزَّكَاةِ فَاعِلُونَ (٤)وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ (٥)إِلا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ (٦) فَمَنِ ابْتَغَى وَرَاءَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْعَادُونَ (٧) وَالَّذِينَ هُمْ لأمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ (٨) وَالَّذِينَ هُمْ عَلَى صَلَوَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ (٩) أُولَئِكَ هُمُ الْوَارِثُونَ (١٠) الَّذِينَ يَرِثُونَ الْفِرْدَوْسَ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ (١١

Baca Juga:  Lima Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Perempuan Berwudhu

“(1)Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (2) yaitu orang-orang yang khusyuk dalam sholatnya (3) dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna, (4) dan orang-orang yang menunaikan zakat, (5) dan orang-orang yang menjaga kemaluannya. (6)Kecuali terhadap istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka tidak tercela. (7) tetapi barang siapa yang mencari dibalik itu, maka mereka itulah orag-orang yang melampaui batas. (8) dan (sungguh beruntung) orang yang memelihara amanat-amanat dan janjinya. (9) serta yang memelihara sholatnya. (10) mereka itulah orang yang akan mewarsi (11) yakni yang akan mewarisi (surga) firdaus, mereka kekal didalamnya.” (QS. Al-Mu’minun: 1-5).

Naluriah ketika seseorang mengakui kelebihannya merupakan sebuah keberuntungan. Itulah mengapa Allah tidak pernah melewatkan pujian tersebut kepada hamba-Nya. Dengan demikian menurut al Quran surat al-Mu’minun diatas terdapat beberapa orang yang beruntung yaitu:

Pertama, yaitu orang yang khusu’ dalam sholatnya. Karena sholat mencegah dari perbuatan keji dan munkar. Namun bukan hal yang mudah untuk mendapatkan kekhusyu’an dalam sholat. Khusyu’ adalah menghadirkan Allah sepenuhnya di dalam hati.

Arti khsyu’ yang sesungguhnya adalah memahami maksa setiap lantunan do’a dalam sholat, menghilangkan berbagai urusan dunia dan menghadirkan jiwa seolah-olah sedang berkomunkasi secara langsung dengan Allah SWT.

Baca Juga:  Faedah Mengingat Kematian dan Bahaya Bila Melupakannya

Kedua, ialah menjauhkan diri dari perkataan dan perbuatan yang tidak berguna. Ketika ada pepatah yang mengatakan diam itu emas, memang benar adanya. Namun diam disini dalam arti diam dari hal-hal yang tidak berguna, jadi orang yang beruntung adalah ketika dia bisa menjaga lisannya dan seluruh anggota tubuhya dar kejahatan dan kemungkaran.

Ketiga, ialah orang yang menunaikan zakat. Zakat ialah rukun Islam, dan merupakan kewajiban bagi tiap muslim yang bernyawa dan mampu. Mampu dalam arti tidak termasuk kedalam delapan golongan yang wajib mendapatkan zakat.

Zakat itu ada dua fitrah dan mal (harta). Adanya kesadaran dari dirinya dan kemampuan dalam mengeluarkannya, zakat memberikan nilai manfaat yang sangat banyak. Manfaat yang utama ialah membersihkan diri kemudian membersihkan harta dan selanjutnya dapat membantu orang yang membutuhkan dan kekurangan.

Keempat, yaitu menjaga kemaluan, menjaga kemaluan artinya adalah menjaga dir, orang yang dapat menunaikan hal ini adalah orang yang beruntug menrut Al-Qur’an, sehingga dianjurkan bagi siapapun untuk menjaga dirinya dari kemaksiatan dan marabahaya yang dapat ditimbulkan dari arah manapun.

Kelima, menjaga amanah dan janji. Kepercayaan adalah sesuatu yang sulit didapatkan apalagi ketka itu dengan orang lain. Adalagi satu hal yang sama sulitnya dengan kepercayaan yaitu sebuah amanah.

Baca Juga:  Kriteria Pakaian Syar'i, Haruskah Seperti Model Orang Arab?

Karena ketika menyianyiakan amanah itu sama dengan perbuatan khianat, ketika seseorang tidak amanah maka akan sulit untuk dipercaya. Begitu juga janji karena janji adalah hutang, sehigga sampai kapanpun ketika janji tidak dilunasi akan teap menjadi janji atau hutang.

Keenam, menjaga sholat. Sholat adalah tiang agama dan sholat adalah amalan yang pertama kali dihisab ketika di hari penghisapan. Sehingga ketika seseorang dapat menjaga sholatnya maka dia adalah orang yang beruntung. Karena ketika sholatnya baik mka segala ibadah yang dia lakukan akan baik juga, begitupun sebaliknya ketika dia rusak sholatnya, maka akan rusak pula selanjutnya.

Demikianlah orang-orang yang beruntung menurut Allah, sebagaimana yang tertulis di dalam Al Quran. Semoga kita termasuk ke dalam orang-orang yang beruntung tersebut, selalu beriman dan bertaqwa kepada-Nya. Wallahua’lam bisshawab.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik