Sejarah Terbentuknya Banser NU (Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama)

Barisan Serbaguna Banser

Pecihitam.org – Siapa yang tidak tahu salah satu sayap Nahdlatul Ulama yaitu Barisan Serbaguna atau lebih sering dipanggil Banser. Banser NU merupakan badan otonom (Banom) di bawah Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor). GP Ansor berawal dari organisasi Syubbanul Wathan (Pemuda Tanah Air) yang berdiri pada 1924 yaitu wadah yang dibangun KH Abdul Wahab Chasbullah bersama para pendukungnya.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Organisasi itulah yang kini terkenal dengan nama GP Ansor. Sebelumnya, organisasi itu sempat dinamai Persatuan Pemuda NU (PPNU), Pemuda NU (PNU), dan Anshoru Nahdlatul Oelama (ANO). ANO sendiri baru diterima sebagai bagian pemuda NU setelah mukatamar ke-9, 24 April 1934.

Sementara itu Banser yang dulu dinamai Banoe (Barisan Ansor Nahdlatul Oelama) tumbuh berawal dari ANO Cabang Malang. Banoe lalu muncul ke permukaan nasional setelah Kongres II ANO pada 1937 silam.

Dalam praktiknya, Banser telah menjelma menjadi organisasi massa dengan basis yang sangat kuat. Organisasi ini berfokus pada aspek kebangsaan dan bela tanah air, di mana mereka menjunjung nilai-nilai ideologi pancasila yang menjadi dasar Indonesia.

Tak heran jika Banser kerap menjadi garda depan untuk membentengi masyarakat dari pemahaman-pemahaman yang menyimpang dari nilai-nilai Islam maupun wawasan kebangsaan.

Baca Juga:  Inilah Kontribusi NU dalam Menguatkan Hubungan Agama dengan Nasionalisme

Organisasi Banser memiliki beberapa satuan lainnya yang bergerak di berbagai bidang pengamanan dan kemasyarakatan. Setiap satuan memiliki fungsi dan tugasnya masing-masing.

  • Salah satunya adalah Densus 99. Datasemen Khusus 99 Asmaul Husna yang bertugas mengamankan berbagai program keagamaan dan sosial kemasyarakat. Densus 99 akan mengumpulkan dan menganalisis informasi untuk memberikan keamanan dan mencegah terjadinya ketidaknyamanan dalam berbagai program di masyarakat.
  • Selanjutnya ada Satuan Banser Tanggap Bencana (Bagana) yang memiliki spesifikasi tugas terhadap program penggulangan bencana. Selain itu satuin ini juga memiliki tugas membina personelnya.
  • Satuan Khusus Barisan Ansor Serbaguna Penaggulangan Kebakaran (Balakar), memiliki tugas dan fungsi menangani bencana kebakaran dan membina personelnya.
  • Selain itu, ada juga Balantas. Satuan Khusus Banser Lalu Lintas yang bertugas menjaga keamanaan dan kelancaran lalu lintas.
  • Barisan Ansor Serbaguna Husada yang bertugas mengadakan bantuan kemanusiaan di bidang kesehatan.
  • Banser Protokoler yang bertugas di bidang manajemen acara.
  • Barisan Ansor Serbaguna Maritim (Baritim) yang bertugas dalam bidang pengamanan, pemeliharaan, pelestarian, dan konservasi wilayah Maritim NKRI.
  • Dan ada juga Denwatser, yaitu salah satu bagian organisasi yang beranggotakan wanita
Baca Juga:  Hubbul Wathan Minal Iman: Komitmen NU Menjaga Proklamasi '45
Berseragam layaknya anggota militer

Selain simbol-simbol milik organisasi, Banser NU juga dilengkapi dengan seragam loreng layaknya seorang tentara di kemiliteran. Saat diturunkan pada acara-acara tertentu seperti acara keagamaan, menjaga tempat-tempat tertentu dan sebagainya, terlihat para anggota Banser memakai seragam dan baret yang identik seperti anggota TNI maupun kepolisian.

Berlatih dasar-dasar kemiliteran

Sebagai upaya untuk membina mental dan fisik, para anggota Banser juga melatih diri menggunakan dasar-dasar militer. Tak hanya itu, mereka juga memiliki upacara pembaretan yang harus ditempuh dengan cara mengatasi setiap ujian dan rintangan yang ada.

Hal tersebut terdapat pada Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar), di mana salah satu syarat kelulusan ujiannya adalah harus melakukan Charaka Malam. Setelah lulus barulah para anggota berhak menerima baret.

Meski oleh kelompok-kelompok tertentu sering di bentukan dengan isu-isu yang tidak benar. Namun dalam kenyataan dan sejarahnya Banser ikut mendirikan Republik ini. Keberadaan Banser telah banyak mewarnai perjuangan bangsa Indonesia sejak pertama kali didirikan.

Tak hanya membantu menjaga ketertiban dan rasa aman di masyarakat, organisasi milik NU ini juga menjadi garda terdepan sebagai pembela ideologi Pancasila di NKRI.

Baca Juga:  Enam Jalur Masuknya Islam di Bumi Nusantara

GP Ansor dan Barisan Ansor Sebaguna NU mampu mempertahankan eksistensi organisasinya, mampu mendorong percepatan mobilitas sosial, politik dan kebudayaan bagi anggotanya, serta mampu menunjukkan kualitas peran maupun kualitas keanggotaannya.

Hal itu ditunjukkan dengan semakin banyaknya anggota Ansor dan Banser di seluruh Indonesia. Di tahun 2018 tercatat ada 4,7 juta anggota Ansor dan Banser yang aktif.

Itu lah kiprah salah satu sayap organisasi NU, mereka tetap eksis dalam setiap episode sejarah perjalan bangsa dan tetap menempati posisi dan peran yang stategis dalam setiap pergantian kepemimpinan nasional.

*Dihimpun dari berbagai sumber

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *