Surah Az-Zumar Ayat 17-18; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah Az-Zumar Ayat 17-18

Pecihitam.org – Kandungan Surah Az-Zumar Ayat 17-18 ini, menerangkan orang-orang yang selalu menjaga dirinya dan menghindarkan diri dari menyembah thagut, berhala, serta tabah dalam menghadapi godaan setan, menghambakan diri dan menyembah kepada Allah semata, tidak menyembah selain-Nya.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Mereka akan memperoleh kabar gembira dari para rasul bahwa mereka akan terhindar dari azab kubur sesudah mati, kesengsaraan di Padang Mahsyar.

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Az-Zumar Ayat 17-18

Surah Az-Zumar Ayat 17
وَٱلَّذِينَ ٱجۡتَنَبُواْ ٱلطَّٰغُوتَ أَن يَعۡبُدُوهَا وَأَنَابُوٓاْ إِلَى ٱللَّهِ لَهُمُ ٱلۡبُشۡرَىٰ فَبَشِّرۡ عِبَادِ

Terjemahan: Dan orang-orang yang menjauhi thaghut (yaitu) tidak menyembahnya dan kembali kepada Allah, bagi mereka berita gembira; sebab itu sampaikanlah berita itu kepada hamba-hamba-Ku,

Tafsir Jalalain: وَٱلَّذِينَ ٱجۡتَنَبُواْ ٱلطَّٰغُوتَ (Dan orang-orang yang menjauhi thaghut) yakni berhala-berhala أَن يَعۡبُدُوهَا وَأَنَابُوٓاْ (yaitu tidak menyembahnya dan kembali) menghadap إِلَى ٱللَّهِ لَهُمُ ٱلۡبُشۡرَىٰ (kepada Allah, bagi mereka berita gembira) yaitu mendapatkan surga فَبَشِّرۡ عِبَادِ (sebab itu sampaikanlah berita itu kepada hamba-hamba-Ku).

Tafsir Ibnu Katsir: Abdurrahman bin zaid bin Aslam berkata dari ayahnya: وَٱلَّذِينَ ٱجۡتَنَبُواْ ٱلطَّٰغُوتَ أَن يَعۡبُدُوهَا (“Dan orang-orang yang menjauhi thaghut, [yaitu] tidak menyembahnya.”) turun berkenaan dengan Zaid bin ‘Amr, Ibn Nufail, Abu Dzarr dan Salman al-Farisi.”

Pendapat yang shahih bahwa Ayat itu mencakup mereka dan selainn mereka di antara orang-orang yang menjauhi penyembahan berhala-berhala dan kembali beribadah kepada Allah Yang Mahapemurah, maka bagi mereka itulah gembira dalam kehidupan dunia dan akhirat.

Tafsir Kemenag: Ayat ini menerangkan orang-orang yang selalu menjaga dirinya dan menghindarkan diri dari menyembah thagut, berhala, serta tabah dalam menghadapi godaan setan, menghambakan diri dan menyembah kepada Allah semata, tidak menyembah selain-Nya.

Baca Juga:  Surah Al-Hajj Ayat 17; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Mereka akan memperoleh kabar gembira dari para rasul bahwa mereka akan terhindar dari azab kubur sesudah mati, kesengsaraan di Padang Mahsyar. Mereka akan mendapat kenikmatan yang abadi di dalam surga.

Oleh karena itu, Nabi Muhammad diperintahkan untuk memberi kabar gembira kepada umatnya yang selalu menyembah Allah, dan selalu mendengar perkataan yang benar, serta mengerjakan mana yang paling baik dari semua perkataan yang benar itu. Mereka pun akan memperoleh apa yang diperoleh oleh hamba-hamba Allah yang takwa. Mereka adalah orang-orang yang selalu mengikuti petunjuk Allah dan selalu menggunakan akal yang sehat.

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi hatim dari Zaid bin Aslam bahwa Ayat ini diturunkan berhubungan dengan tiga sahabat Rasulullah, yaitu Zaid bin ‘Amr, Abu dzarr al-Gifari, dan Salman al-Farisi, ketiga orang itu adalah orang-orang yang pernah mengucapkan kalimat “La ilaha illallah” di masa Arab Jahiliah.

Tafsir Quraish Shihab: Dan orang-orang yang menjauhi patung-patung dan setan-setan, lalu kembali kepada Allah dalam segala urusan mereka, akan memperoleh kabar gembira di segala tempat. Maka, berilah kabar gembira kepada hamba-hamba-Ku yang mendengarkan omongan lalu mengikuti omongan yang terbaik dan lebih membawa ke arah kebenaran. Merekalah, bukan yang lain, yang akan ditunjuki Allah untuk mendapat hidayah. Dan merekalah orang-orang yang memiliki pikiran yang cemerlang.

Surah Az-Zumar Ayat 18
ٱلَّذِينَ يَسۡتَمِعُونَ ٱلۡقَوۡلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحۡسَنَهُۥٓ أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ هَدَىٰهُمُ ٱللَّهُ وَأُوْلَٰٓئِكَ هُمۡ أُوْلُواْ ٱلۡأَلۡبَٰبِ

Terjemahan: yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal.

Baca Juga:  Surah Al-An'am Ayat 63-65; Seri Tadabbur Al Qur'an

Tafsir Jalalain: ٱلَّذِينَ يَسۡتَمِعُونَ ٱلۡقَوۡلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحۡسَنَهُۥٓ (Yaitu, orang-orang yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya) mengikuti sesuatu yang mengandung kemaslahatan bagi mereka. أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ هَدَىٰهُمُ ٱللَّهُ وَأُوْلَٰٓئِكَ هُمۡ أُوْلُواْ ٱلۡأَلۡبَٰبِ (Mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal) yang mempunyai pikiran.

Tafsir Ibnu Katsir: Kemudian, Allah berfirman: فَبَشِّرۡ عِبَادِ ٱلَّذِينَ يَسۡتَمِعُونَ ٱلۡقَوۡلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحۡسَنَهُۥٓ (“Sebab itu, sampaikanlah berita itu kepada hamba-hamba-Ku, yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya.”) yaitu mereka memahami dan mengamalkan kandungannya, seperti firman Allah kepada Musa a.s. ketika diberikan Taurat:

فَخُذۡهَا بِقُوَّةٍ وَأۡمُرۡ قَوۡمَكَ يَأۡخُذُواْ بِأَحۡسَنِهَا (“Berpeganglah padanya dengan teguh dan suruhlah kaummu berpegang kepada [perintah-perintahnya] dengan sebaik-baiknya.”)(al-A’raaf: 145) أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ هَدَىٰهُمُ ٱللَّهُ (“Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah.”) yaitu orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah.”) yaitu orang-orang yang memiliki sifat seperti ini adalah mereka yang telah diberi petunjuk oleh Allah di dunia dan di akhirat. وَأُوْلَٰٓئِكَ هُمۡ أُوْلُواْ ٱلۡأَلۡبَٰبِ (“Dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal.”) yaitu yang mempunyai akal sehat dan fitrah yang lurus.

Tafsir Kemenag: Ayat ini menerangkan orang-orang yang selalu menjaga dirinya dan menghindarkan diri dari menyembah thagut, berhala, serta tabah dalam menghadapi godaan setan, menghambakan diri dan menyembah kepada Allah semata, tidak menyembah selain-Nya.

Mereka akan memperoleh kabar gembira dari para rasul bahwa mereka akan terhindar dari azab kubur sesudah mati, kesengsaraan di Padang Mahsyar. Mereka akan mendapat kenikmatan yang abadi di dalam surga.

Oleh karena itu, Nabi Muhammad diperintahkan untuk memberi kabar gembira kepada umatnya yang selalu menyembah Allah, dan selalu mendengar perkataan yang benar, serta mengerjakan mana yang paling baik dari semua perkataan yang benar itu. Mereka pun akan memperoleh apa yang diperoleh oleh hamba-hamba Allah yang takwa. Mereka adalah orang-orang yang selalu mengikuti petunjuk Allah dan selalu menggunakan akal yang sehat.

Baca Juga:  Surah Az-Zumar Ayat 23; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi hatim dari Zaid bin Aslam bahwa Ayat ini diturunkan berhubungan dengan tiga sahabat Rasulullah, yaitu Zaid bin ‘Amr, Abu dzarr al-Gifari, dan Salman al-Farisi, ketiga orang itu adalah orang-orang yang pernah mengucapkan kalimat “La ilaha illallah” di masa Arab Jahiliah.

Tafsir Quraish Shihab: Dan orang-orang yang menjauhi patung-patung dan setan-setan, lalu kembali kepada Allah dalam segala urusan mereka, akan memperoleh kabar gembira di segala tempat. Maka, berilah kabar gembira kepada hamba-hamba-Ku yang mendengarkan omongan lalu mengikuti omongan yang terbaik dan lebih membawa ke arah kebenaran. Merekalah, bukan yang lain, yang akan ditunjuki Allah untuk mendapat hidayah. Dan merekalah orang-orang yang memiliki pikiran yang cemerlang.

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Az-Zumar Ayat 17-18 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Kemenag dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S