Surah Al-A’raf Ayat 127-129; Seri Tadabbur Al-Qur’an

Surah Al-A'raf Ayat 127-129; Seri Tadabbur Al-Qur'an

Pecihitam.org – Allah SWT mengabarkan di dalam Surah Al-A’raf Ayat 127-129 tentang kerjasama antara Fir’aun dengan para pembesar kaumnya serta mengenai niat jahat dan kebencian yang mereka sembunyikan kepada Musa dan pengikutnya.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an Surah Al-A’raf Ayat 127-129;

Surah Al-A’raf Ayat 127
وَقَالَ الْمَلَأُ مِنْ قَوْمِ فِرْعَوْنَ أَتَذَرُ مُوسَىٰ وَقَوْمَهُ لِيُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ وَيَذَرَكَ وَآلِهَتَكَ ۚ قَالَ سَنُقَتِّلُ أَبْنَاءَهُمْ وَنَسْتَحْيِي نِسَاءَهُمْ وَإِنَّا فَوْقَهُمْ قَاهِرُونَ

Terjemahan: Berkatalah pembesar-pembesar dari kaum Fir’aun (kepada Fir’aun): “Apakah kamu membiarkan Musa dan kaumnya untuk membuat kerusakan di negeri ini (Mesir) dan meninggalkan kamu serta tuhan-tuhanmu?”. Fir’aun menjawab: “Akan kita bunuh anak-anak lelaki mereka dan kita biarkan hidup perempuan-perempuan mereka; dan sesungguhnya kita berkuasa penuh di atas mereka”.

Tafsir Jalalain: وَقَالَ الْمَلَأُ مِنْ قَوْمِ فِرْعَوْنَ (Berkatalah pembesar-pembesar dari kaum Firaun,) kepada Firaun sendiri أَتَذَرُ (“Apakah kamu membiarkan) meninggalkan مُوسَىٰ وَقَوْمَهُ لِيُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ (Musa dan kaumnya untuk membuat kerusakan di negeri ini) yaitu dengan menyeru ajakan agar menentangmu

وَيَذَرَكَ وَآلِهَتَكَ (dan meninggalkan kamu serta tuhan-tuhanmu?”) tersebutlah bahwa Firaun itu telah membuat berhala-berhala kecil untuk disembah oleh kaumnya, kemudian Firaun berkata, “Aku adalah tuhanmu dan tuhan mereka,” oleh karena itu ia pernah mengatakan, “Aku adalah tuhanmu yang paling tinggi.”

قَالَ سَنُقَتِّلُ (Firaun menjawab, “Akan kita bunuh) dengan mentasydidkan huruf ta-nya أَبْنَاءَهُمْ (anak-anak lelaki mereka) yang baru dilahirkan وَنَسْتَحْيِي (dan kita biarkan hidup) kita biarkan نِسَاءَهُمْ (perempuan-perempuan mereka) sebagaimana yang pernah kita lakukan terhadap mereka sebelumnya

وَإِنَّا فَوْقَهُمْ قَاهِرُونَ (dan sesungguhnya kita berkuasa penuh di atas mereka.”) yakni orang-orang yang berkuasa; akhirnya mereka melakukan hal itu terhadap kaum Musa, sehingga membuat kaum Bani Israel mengadu kepada Musa.

Baca Juga:  Surah Al-A'raf Ayat 104-106; Seri Tadabbur Al-Qur'an

Tafsir Ibnu Katsir: وَقَالَ الْمَلَأُ مِنْ قَوْمِ فِرْعَوْنَ (Para pembesar dari kaum Fir’aun berkata) yaitu kepada Firaun: أَتَذَرُ مُوسَىٰ وَقَوْمَهُ (Apakah kamu membiarkan Musa dan kaumnya)

Maksudnya, apakah akan engkau biarkan mereka melakukan kerusakan di muka bumi. Dengan kata lain, menghancurkan rakyatmu dan menyeru mereka untuk menyembah Rabb mereka tanpa (menyembah)mu.

Ya Allah, sungguh mengherankan, mereka justru sangat takut terhadap tindakan merusak yang dilakukan oleh Musa dan kaumnya! Bukankah Fir’aun dan kaumnya itulah yang sebenarnya para perusak, tetapi mereka tidak menyadarinya? Oleh karena itu mereka mengatakan: وَيَذَرَكَ وَآلِهَتَكَ (Dan meninggalkanmu serta Tuhan-tuhanmu)

Sebagian ulama mengatakan, huruf “wawu” dalam ayat tersebut bersifat haliyah, dengan pengertian, apakah engkau (Fir’aun) akan membiarkan Musa dan kaumnya melakukan kerusakan di muka bumi, padahal mereka telah meninggalkan penyembahan terhadap dirimu?

Sedangkan ulama lainnya mengatakan bahwa huruf wawu itu merupakan wawu ‘athaf, dengan pengertian, apakah engkau akan membiarkan mereka berbuat kerusakan terhadap apa yang telah engkau bangun dan (membiarkan mereka) meninggalkan Tuhan-tuhanmu?

Terhadap pertanyaan tersebut Fir’aun memberikan jawaban melalui ucapannya: سَنُقَتِّلُ أَبْنَاءَهُمْ وَنَسْتَحْيِي نِسَاءَهُمْ (Akan kita bunuh anak-anak laki-laki mereka dan kita biarkan hidup perempuan perempuan mereka)

Ini merupakan tindakan Fir’aun yang kedua kalinya, di mana sebelumnya ia telah melakukan hal tersebut sebelum Musa as. dilahirkan, dengan tujuan agar tidak ada yang menggoyahkan kekuasaannya. Tetapi kenyataan menunjukkan hal yang berbeda dari apa yang diharapkan oleh Fir’aun.

Hal yang sama juga terjadi pada rencananya yang kedua kalinya itu, yaitu ketika ia hendak menghinakan dan menekan Bani Israil. Tetapi kenyataan berbicara sebaliknya, yaitu bertolak belakang dengan apa yang diinginkannya. Di mana Allah justru menguatkan mereka, serta menghinakan dan menenggelamkan Fir’aun bersama-sama dengan bala tentaranya ke dalam lautan.

Baca Juga:  Surah Al-A'raf Ayat 40-41; Seri Tadabbur Al-Qur'an

Surah Al-A’raf Ayat 128
قَالَ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِ اسْتَعِينُوا بِاللَّهِ وَاصْبِرُوا ۖ إِنَّ الْأَرْضَ لِلَّهِ يُورِثُهَا مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ ۖ وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ

Terjemahan: Musa berkata kepada kaumnya: “Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah; sesungguhnya bumi (ini) kepunyaan Allah; dipusakakan-Nya kepada siapa yang dihendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya. Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa”.

Tafsir Jalalain: قَالَ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِ اسْتَعِينُوا بِاللَّهِ وَاصْبِرُوا (Musa berkata kepada kaumnya, “Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah) dalam menghadapi penganiayaan mereka إِنَّ الْأَرْضَ لِلَّهِ يُورِثُهَا (sesungguhnya bumi ini kepunyaan Allah yang dipusakakan-Nya) yang diberi-Nya

مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ ۖ وَالْعَاقِبَةُ (kepada siapa yang dikehendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya. Dan kesudahan yang baik) yang terpuji لِلْمُتَّقِينَ (adalah bagi orang-orang yang bertakwa.”) terhadap Allah.

Tafsir Ibnu Katsir: Setelah Fir’aun bermaksud melancarkan niat buruknya itu kepada Bani Israil, maka: قَالَ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِ اسْتَعِينُوا بِاللَّهِ وَاصْبِرُوا (Musa berkata kepada kaumnya; Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah) Dan ia menjanjikan kepada mereka kesudahan yang menyenangkan dan bahwa bumi ini akan diwariskan untuk mereka, yaitu melalui firman-Nya: إِنَّ الْأَرْضَ لِلَّهِ يُورِثُهَا مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ ۖ وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ

Surah Al-A’raf Ayat 129
قَالُوا أُوذِينَا مِنْ قَبْلِ أَنْ تَأْتِيَنَا وَمِنْ بَعْدِ مَا جِئْتَنَا ۚ قَالَ عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَنْ يُهْلِكَ عَدُوَّكُمْ وَيَسْتَخْلِفَكُمْ فِي الْأَرْضِ فَيَنْظُرَ كَيْفَ تَعْمَلُونَ

Baca Juga:  Terjemahan dan Tafsir Surah Al Baqarah Ayat 124-129

Terjemahan: Kaum Musa berkata: “Kami telah ditindas (oleh Fir’aun) sebelum kamu datang kepada kami dan sesudah kamu datang. Musa menjawab: “Mudah-mudahan Allah membinasakan musuhmu dan menjadikan kamu khalifah di bumi(Nya), maka Allah akan melihat bagaimana perbuatanmu.

Tafsir Jalalain: (Kaum Musa berkata, “Kami telah ditindas, oleh Firaun, sebelum kamu datang kepada kami dan sesudah kamu datang.” Musa menjawab, “Mudah-mudahan Allah membinasakan musuhmu dan menjadikan kamu khalifah di bumi-Nya, maka Allah akan melihat bagaimana perbuatanmu.”) di dalamnya.

Tafsir Ibnu Katsir: قَالُوا أُوذِينَا مِنْ قَبْلِ أَنْ تَأْتِيَنَا وَمِنْ بَعْدِ مَا جِئْتَنَا (Kaum Musa berkata; “Kami telah ditindas (oleh Fir’aun) sebelum engkau datang kepada kami dan sesudah engkau datang”).

Maksudnya, mereka telah berbuat terhadap kami hal-hal yang seperti engkau saksikan sendiri, yaitu berupa penghinaan dan penindasan, sebelum kedatanganmu, hai Musa, juga setelahnya.

Maka ia pun memperingatkan mereka terhadap kondisi mereka sekarang dan kehidupan yang kelak akan mereka jalani, Musa as. berkata: عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَنْ يُهْلِكَ عَدُوَّكُمْ (Mudah-mudahan Allah membinasakan musuhmu). Ini merupakan seruan kepada mereka agar mereka senantiasa bersyukur ketika memperoleh kenikmatan dan terlepas dari segala penderitaan.

Demikianlah telah kita tadabburi bersama Surah Al-A’raf Ayat 127-129 berdasarkan Tafsir Jalalain dan Tafsir Ibnu Katsir. Semoga bermanfaat.

M Resky S