Surah Ar-Ra’d Ayat 7; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah Ar-Ra'd Ayat 7

Pecihitam.org – Kandungan Surah Ar-Ra’d Ayat 7 ini yaitu bahwa tugas para nabi adalah memberi hidayah dan peringatan kepada manusia, bukan untuk memenuhi seluruh tuntutan orang-orang kafir. Meski pintu kenabian sudah tertutup, namun Allah Swt menempatkan ulama di tengah masyarakat guna meneruskan tugas para nabi yaitu memberi petunjuk dan peringatan kepada manusia.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Ar-Ra’d Ayat 7

وَيَقُولُ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْلَا أُنْزِلَ عَلَيْهِ آيَةٌ مِنْ رَبِّهِ ۗ إِنَّمَا أَنْتَ مُنْذِرٌ ۖ وَلِكُلِّ قَوْمٍ هَادٍ

Terjemahan: Orang-orang yang kafir berkata: “Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu tanda (kebesaran) dari Tuhannya?” Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan; dan bagi tiap-tiap kaum ada orang yang memberi petunjuk.

Tafsir Jalalain: وَيَقُولُ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْلَا (Orang-orang yang kafir berkata, “Mengapa tidak) أُنْزِلَ عَلَيْهِ (diturunkan kepadanya) yakni kepada Muhammad آيَةٌ مِنْ رَبِّهِ (suatu tanda dari Rabbnya?”) yakni mukjizat, seperti tongkat dan tangannya Nabi Musa, dan seperti untanya Nabi Saleh.

Baca Juga:  Surah Ar-Ra'd Ayat 2; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Maka Allah berfirman, إِنَّمَا أَنْتَ مُنْذِرٌ (“Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan) juru peringat bagi orang-orang yang kafir; dan tugasmu bukanlah untuk mendatangkan mukjizat-mukjizat.

وَلِكُلِّ قَوْمٍ هَادٍ (dan bagi tiap-tiap kaum ada orang yang memberi petunjuk”) seorang nabi yang mengajak mereka untuk menyembah Rabb mereka dengan membawa mukjizat-mukjizat yang telah diberikan oleh-Nya, bukannya mukjizat-mukjiat seperti apa yang orang-orang kafir minta.

Tafsir Ibnu Katsir: Allah memberitakan tentang orang-orang musyrik, bahwa mereka berkata karena didorong oleh kekafiran dan keingkaran mereka: “Mengapa tidak diturunkan kepada (Muhammad) suatu tanda (kebesaran) dari Rabbnya, sebagaimana para Rasul terdahulu diutus?”

Mereka sengaja menuntut hal yang sulit dipenuhi atau hal yang mustahil, seperti meminta kepada Muhammad untuk merubah gunung Shafa menjadi emas, dan memindahkan gunung yang ada di depan mereka serta menggantinya dengan lembah yang subur dengan sungai-sungai yang mengalir.

Baca Juga:  Surah Yunus Ayat 108-109; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

Allah Ta’ala berfirman: إِنَّمَا أَنْتَ مُنْذِرٌ (“Sesunggunya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan.”) Maksudnya, kamu hanya berkewajiban menyampaikan risalah (misi) Allah yang diperintahkan kepadamu.

dan firman-Nya: وَلِكُلِّ قَوْمٍ هَادٍ (“Dan bagi tiap-tiap kaum ada orang yang memberi petunjuk.”) Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, ia mengatakan: “Maksudnya, masing-masing kaum itu mempunyai juru dakwah.”

Tafsir Quraish Shihab: Orang-orang yang mengingkari kebenaran mukjizat besar, yaitu al-Qur’ân, berkata “Mengapa Allah tidak menurunkan kepadanya bukti yang tampak jelas, seperti menggerakkan gunung, tentang kebenaran kenabian, hingga Allah menunjukkan kebenaran itu kepada nabi-Nya?”

Kepada mereka, Allah mengatakan, “Engkau, Muhammad, hanyalah seorang pemberi peringatan tentang akibat buruk yang akan mereka rasakan kalau mereka terus menerus berada dalam kesesatannya.

Baca Juga:  Surah Ar-Ra'd Ayat 3-4; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Masing-masing umat memiliki rasul yang menunjukkan mereka ke jalan yang benar. Masing-masing rasul itu memiliki mukjizat yang membuktikan kebenaran misi kenabian-Nya.

Dalam hal ini mereka tidak memiliki kebebasan memilih. Mereka harus melawan tantangan mukjizat itu dan mendatangkan sesuatu yang serupa.

Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Ar-Ra’d Ayat 7 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S