Surah At-Taubah Ayat 86-87; Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an

Surah At-Taubah Ayat 86-87

Pecihitam.org – Kandungan Surah At-Taubah Ayat 86-87 ini menjelaskan bahwa Mereka yang harta kekayaannya telah membuat mata kalian terbelalak, hatinya telah tertambat oleh dunia ini. Sehingga setiap kali seruan untuk berjihad dan perang datang, orang-orang munafik itu selalu mencari-cari jalan untuk melarikan diri.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Mereka lebih suka tinggal di kota bersama orang-orang tua dan kaum perempuan yang lemah. Dikarenakan cintanya kepada dunia mereka telah menjual agama dan membiarkan Nabi Muhammad Saw sendirian menghadapi musuh. Apakah kalian orang-orang Mukmin juga mencari dunia semacam itu, lalu kalian melepaskan tugas-tugas dan kewajiban kalian?”

Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an Surah At-Taubah Ayat 86-87

Surah At-Taubah Ayat 86
وَإِذَا أُنْزِلَتْ سُورَةٌ أَنْ آمِنُوا بِاللَّهِ وَجَاهِدُوا مَعَ رَسُولِهِ اسْتَأْذَنَكَ أُولُو الطَّوْلِ مِنْهُمْ وَقَالُوا ذَرْنَا نَكُنْ مَعَ الْقَاعِدِينَ

Terjemahan: Dan apabila diturunkan suatu surat (yang memerintahkan kepada orang munafik itu): “Berimanlah kamu kepada Allah dan berjihadlah beserta Rasul-Nya”, niscaya orang-orang yang sanggup di antara mereka meminta izin kepadamu (untuk tidak berjihad) dan mereka berkata: “Biarkanlah kami berada bersama orang-orang yang duduk”.

Tafsir Jalalain: وَإِذَا أُنْزِلَتْ سُورَةٌ (Dan apabila diturunkan suatu surah) yakni sebagian daripada surah-surah Alquran أَنْ (bahwa) yang memerintahkan mereka

آمِنُوا بِاللَّهِ وَجَاهِدُوا مَعَ رَسُولِهِ اسْتَأْذَنَكَ أُولُو الطَّوْلِ (berimanlah kalian kepada Allah dan berjihadlah beserta Rasul-Nya, niscaya akan meminta izin kepadamu orang-orang yang sanggup) yakni mereka yang memiliki kemampuan

Baca Juga:  Surah Al-Isra Ayat 63-65; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

مِنْهُمْ وَقَالُوا ذَرْنَا نَكُنْ مَعَ الْقَاعِدِينَ (di antara mereka untuk tidak berjihad dan mereka berkata, “Biarkanlah kami berada bersama orang-orang yang duduk.”).

Tafsir Ibnu Katsir: Mereka rela mendapatkan aib dan tetap tinggal di tempat mereka bersama kaum wanita yang tetap tinggal setelah keberangkatan tentara.

Jika terjadi perang, maka mereka adalah orang yang paling pengecut. Dan jika dalam keadaan aman, maka mereka adalah orang yang paling banyak bicara.

Sebagaimana Allah pernah menyinggung mereka dalam ayat yang lain yang artinya: “Apabila datang ketakutan (bahaya), kalian lihat mereka itu memandang kepadamu dengan mata yang terbalik-balik seperti orang yang pingsan karena akan mati. Dan apabila ketakutan itu telah hilang, mereka mencacimu dengan lidah yang tajam.” (QS. Al-Ahzaab: 19)

Yaitu, lidah mereka menjadi lancar berbicara dengan kata-kata yang tajam, ketika dalam keadaan aman. Sedangkan pada saat perang, mereka ini menjadi orang yang paling takut. Sebagaimana yang dikemukakan seorang penyair:

“Apakah pada saat aman mereka pembual, keras dan kasar. Sedangkan pada saat perang, mereka menjadi seperti wanita-wanita yang dimarahi”

Dalam ayat lain, Allah berfirman yang artinya: “Dan orang-orang yang beriman berkata: ‘Mengapa tidak diturunkan suatu Surat?’ Maka apabila diturunkan suatu surat yang jelas maksudnya dan disebutkan di dalamnya (perintah) perang, engkau melihat orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya memandang kepadamu seperti pandangan orang yang pingsan karena takut mati, dan kecelakaan bagi mereka. Taat dan mengucapkan perkataan yang baik (adalah lebih baik bagi mereka). Apabila telah tetap perintah perang (mereka tidak menyukainya). Tetapi jika mereka benar (imannya) kepada Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.” (QS. Muhammad: 20-21)

Baca Juga:  Surah At-Taubah Ayat 105; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

Tafsir Quraish Shihab: Orang-orang munafik itu, jika mendengar suatu ayat al-Qur’ân yang diturunkan kepadamu–yang mengajak beriman kepada Allah secara ikhlas dan mengajak berjihad bersama Rasulullah–orang-orang kaya dan orang-orang kuat di antara mereka pun meminta izin kepadamu untuk tetap tinggal dan tidak ikut berjihad bersamamu. Mereka akan mengatakan kepadamu, “Biarkan kami tinggal bersama orang-orang yang uzur dan tinggal di Madinah.”

Surah At-Taubah Ayat 87
رَضُوا بِأَنْ يَكُونُوا مَعَ الْخَوَالِفِ وَطُبِعَ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ فَهُمْ لَا يَفْقَهُونَ

Terjemahan: Mereka rela berada bersama orang-orang yang tidak berperang, dan hati mereka telah dikunci mati maka mereka tidak mengetahui (kebahagiaan beriman dan berjihad).

Tafsir Jalalain: رَضُوا بِأَنْ يَكُونُوا مَعَ الْخَوَالِفِ (Mereka rela berada bersama dengan orang-orang yang tidak pergi berperang) lafal ْخَوَالِفِ merupakan bentuk jamak daripada lafal khaalifah, yang dimaksud adalah kaum wanita yang tinggal di rumah-rumahnya وَطُبِعَ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ فَهُمْ لَا يَفْقَهُونَ (dan hati mereka telah dikunci mati, maka mereka tidak mengetahui) kebaikan.

Baca Juga:  Surah Al-A'raf Ayat 152-153; Seri Tadabbur Al-Qur'an

Tafsir Ibnu Katsir: وَطُبِعَ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ (Dan hati mereka telah dikunci mati) Yaitu, disebabkan keengganan mereka untuk berjihad dan pergi bersama Rasulullah saw. di jalan Allah. فَهُمْ لَا يَفْقَهُونَ (Maka mereka tidak mengetahui).

Maksudnya, mereka tidak memahami hal-hal yang mengandung kebaikan bagi mereka, sehingga mereka mengerjakannya dan tidak mengetahui apa yang mengandung bahaya bagi mereka, lalu mereka menjauhinya.

Tafsir Quraish Shihab: Mereka lebih memilih masuk ke dalam kelompok orang-orang lemah–orang tua, wanita dan anak-anak–yang tidak ikut berperang. Hati mereka ditutup oleh Allah dengan rasa takut dan dengan sikap munafik.

Mereka selamanya tidak akan mengerti dengan baik makna yang terkandung dalam jihad dan mengikuti Rasulullah saw., berupa kejayaan di dunia dan keridaan Allah di akhirat.

Alhamdulillah, kita telah mentadaburi bersama kandungan Surah At-Taubah Ayat 86-87 menurut Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga semakin menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S