Surah Az-Zumar Ayat 9; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah Az-Zumar Ayat 9

Pecihitam.org – Kandungan Surah Az-Zumar Ayat 9 ini, menjelaskan Perintah yang sama diberikan Allah kepada Rasul-Nya agar menanyakan kepada mereka apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Yang dimaksud dengan orang-orang yang mengetahui ialah orang-orang yang mengetahui pahala yang akan diterimanya, karena amal perbuatannya yang baik, dan siksa yang akan diterimanya apabila ia melakukan maksiat.

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Az-Zumar Ayat 9

أَمَّنۡ هُوَ قَٰنِتٌ ءَانَآءَ ٱلَّيۡلِ سَاجِدًا وَقَآئِمًا يَحۡذَرُ ٱلۡءَاخِرَةَ وَيَرۡجُواْ رَحۡمَةَ رَبِّهِۦ قُلۡ هَلۡ يَسۡتَوِى ٱلَّذِينَ يَعۡلَمُونَ وَٱلَّذِينَ لَا يَعۡلَمُونَ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُوْلُواْ ٱلۡأَلۡبَٰب

Terjemahan: “(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.

Tafsir Jalalain: أَمَّنۡ (Apakah orang) dibaca Amman, dan dapat dibaca Aman هُوَ قَٰنِتٌ (yang beribadah) yang berdiri melakukan amal ketaatan, yakni salat ءَانَآءَ ٱلَّيۡلِ (di waktu-waktu malam) di saat-saat malam hari سَاجِدًا وَقَآئِمًا (dengan sujud dan berdiri) dalam salat يَحۡذَرُ ٱلۡءَاخِرَةَ (sedangkan ia takut kepada hari akhirat) yakni takut akan azab pada hari itu وَيَرۡجُواْ رَحۡمَةَ (dan mengharapkan rahmat) yakni surga رَبِّهِۦ (Rabbnya) apakah dia sama dengan orang yang durhaka karena melakukan kekafiran atau perbuatan-perbuatan dosa lainnya.

Menurut qiraat yang lain lafal Amman dibaca Am Man secara terpisah, dengan demikian berarti lafal Am bermakna Bal atau Hamzah Istifham (Katakanlah, “Adakah sama orang-orang yong mengetahui dengan orang-orang yong tidak mengetahui?”) tentu saja tidak, perihalnya sama dengan perbedaan antara orang yang alim dan orang yang jahil.

Baca Juga:  Surah Al-mu'min Ayat 21-22; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ (Sesungguhnya orang yang dapat menerima pelajaran) artinya, man menerima nasihat أُوْلُواْ ٱلۡأَلۡبَٰبِ (hanyalah orang-orang yang berakal) yakni orang-orang yang mempunyai pikiran.

Tafsir Ibnu Katsir: Firman Allah: “Apakah orang yang bersifat seperti ini sama dengan orang yang menyekutukan Allah dan menjadikan tandingan-tandingan bagi-Nya?” mereka sama sekali tidak sama di sisi Allah.
أَمَّنۡ هُوَ قَٰنِتٌ ءَانَآءَ ٱلَّيۡلِ سَاجِدًا وَقَآئِمًا (“Apakah kamu hai orang musyrik, yang lebih beruntung ataukah orang yang beribadah di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri.”) di saat sujud dan berdirinya.

Ayat ini dijadikan dalil oleh orang yang berpendapat bahwa qunut adalah khusyu’ di waktu shalat dan bukan semata-mata berdiri, sebagaimana pendapat yang lain.

Ats-Tsauri berkata bahwa Ibnu Mas’ud berkata: “Alqaanitun; adalah orang yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya.” ats-Tsauri berkata dari Manshur bahwa telah sampai berita kepada kami, hal itu terdapat di antara Maghrib dan ‘Isya’. Al-Hasan dan Qatadah berkata: aana al laili yaitu awal, pertengahan dan akhir malam.”

Firman Allah: يَحۡذَرُ ٱلۡءَاخِرَةَ وَيَرۡجُواْ رَحۡمَةَ رَبِّهِۦ (“Sedang ia takut kepada [adzab] akhirat dan mengharapkan rahmat Rabb-nya.”) yaitu di saat beribadah kepada-Nya, dia takut dan berharap. Ketika melaksanakan ibadah kita haru memiliki dua perasaan ini, sedangkan keberadaan rasa takut di masa hidup harus dominan.

Sebagaimana imam ‘Abd bin Humaid berkata dalam musnadnya, bahwa Anas bin Malik berkata: Rasulullah saw. masuk menemui seseorang yang sedang menghadapi kematian, lalu beliau bertanya kepadanya: “Bagaimana perasaanmu?” laki-laki itu menjawab:

“Aku berharap dan takut.” Maka Rasulullah saw. bersabda: “Tidaklah kedua perasaan tersebut bersatu di dalam hati seseorang di saat seperti ini melainkan Allah akan memberikan kepadanya apa yang diharapkannya dan memberikan keamanan kepadanya dari apa yang ditakutkannya.” (HR at-Tirmidzi, an-Nasa’i dalam al-Yaum wal lailah dan Ibnu Majah. At-Tirmidzi berkata: “Gharib”)

Baca Juga:  Surah Al-Ankabut Ayat 1-4; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Imam Ahmad meriwayatkan dari Tamim ad-Dari, bahwasannya Rasulullah bersabda: “Barangsiapa yang membaca seratus ayat di satu malam, maka dicatatlah baginya shalat satu malam.” (demikian yang diriwayatkan oleh an-Nasa’i dalam al-Yaum wal lailaH)

Firman Allah: قُلۡ هَلۡ يَسۡتَوِى ٱلَّذِينَ يَعۡلَمُونَ وَٱلَّذِينَ لَا يَعۡلَمُونَ (“Katakanlah: ‘Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?’”) yaitu apakah orang ini sama dengan orang yang menjadikan tandingan-tandingan bagi Allah untuk menyesatkan [manusia] dari jalan-Nya?”

إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُوْلُواْ ٱلۡأَلۡبَٰبِ (“Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.”) yaitu orang yang mengetahui perbedaan antara orang ini dengan orang itu hanyalah yang memiliki inti pemikiran, yaitu akal. wallaaHu a’lam.

Tafsir Kemenag: Kemudian Allah memerintahkan kepada Rasul-Nya agar menanyakan kepada orang-orang kafir Mekah, apakah mereka lebih beruntung daripada orang yang beribadah di waktu malam dengan sujud dan berdiri dengan sangat khusyuk. Dalam melaksanakan ibadah itu, timbullah dalam hatinya rasa takut kepada azab Allah di akhirat, dan memancarlah harapannya akan rahmat Allah.

Perintah yang sama diberikan Allah kepada Rasul-Nya agar menanyakan kepada mereka apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui. Yang dimaksud dengan orang-orang yang mengetahui ialah orang-orang yang mengetahui pahala yang akan diterimanya, karena amal perbuatannya yang baik, dan siksa yang akan diterimanya apabila ia melakukan maksiat.

Baca Juga:  Surah Ibrahim Ayat 18; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Sedangkan orang-orang yang tidak mengetahui ialah orang-orang yang sama sekali tidak mengetahui hal itu, karena mereka tidak mempunyai harapan sedikit pun akan mendapat pahala dari perbuatan baiknya, dan tidak menduga sama sekali akan mendapat hukuman dari amal buruknya.

Di akhir ayat, Allah menyatakan bahwa hanya orang-orang yang berakal yang dapat mengambil pelajaran. Pelajaran tersebut baik dari pengalaman hidupnya atau dari tanda-tanda kebesaran Allah yang terdapat di langit dan di bumi serta isinya, juga yang terdapat pada dirinya atau teladan dari kisah umat yang lalu.

Tafsir Quraish Shihab: Apakah orang yang menghabiskan waktunya di tengah malam untuk bersujud dan salat dengan penuh khusyuk kepada Allah, takut akhirat dan mengharap rahmat dan kasih sayang-Nya, itu sama dengan orang yang berdoa kepada-Nya saat tertimpa musibah lalu melupakan-Nya saat mendapat kemenangan? Katakan kepada mereka,

“Apakah sama orang-orang yang mengetahui hak-hak Allah lalu mengesakan-Nya dengan orang-orang yang tidak mengetahui-Nya, karena menganggap remeh perintah untuk mengamati tanda- tanda kekuasaan-Nya? Hanya orang yang berakal sehat saja yang dapat mengambil pelajaran.”

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Az-Zumar Ayat 9 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Kemenag dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S