Surah Hud Ayat 114-115; Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an

Surah Hud Ayat 114-115

Pecihitam.org – Kandungan Surah Hud Ayat 114-115 ini Allah SWT mengajak Nabi dan para sahabat beliau untuk melakukan sholat dan bermunajat serta selalu mengingat Allah. Karena hubungan dekat dengan Allah akan mendatangkan ketenangan hati dan memberikah kekuatan dalam menghadapi berbagai ancaman dari luar.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Setelah itu diulang pula perintah untuk bersabar dan istiqamah, dimana sabar dan istiqamah ini merupakan hasil dari sholat.

Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an Surah Hud Ayat 114-115

Surah Hud Ayat 114
وَأَقِمِ الصَّلَاةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِنَ اللَّيْلِ ۚ إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ۚ ذَٰلِكَ ذِكْرَىٰ لِلذَّاكِرِينَ

Terjemahan: Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.

Tafsir Jalalain: وَأَقِمِ الصَّلَاةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ (Dan dirikanlah salat itu pada kedua tepi siang) yaitu di waktu pagi dan sore; yang dimaksud adalah salat subuh, zuhur dan asar

وَزُلَفًا (dan pada bagian permulaan) lafal زُلَفًا adalah bentuk jamak dari kata tunggal zulfatan, artinya beberapa bagian مِنَ اللَّيْلِ (dari malam hari) yaitu salat isya dan magrib.

إِنَّ الْحَسَنَاتِ (Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu) seperti menjalankan salat lima waktu يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ (menghapuskan perbuatan-perbuatan yang buruk) yakni dosa-dosa yang kecil.

Baca Juga:  Surah Hud Ayat 80-81; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

Ayat ini diturunkan berkenaan dengan seorang sahabat yang mencium perempuan bukan muhrimnya. Kemudian sahabat itu menceritakannya kepada Nabi saw. Maka Nabi SAW bersabda sampai dengan perkataannya berikut ini, “… hal ini berlaku bagi umatku seluruhnya.” Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim.

ذَٰلِكَ ذِكْرَىٰ لِلذَّاكِرِينَ (Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat) sebagai pelajaran bagi orang-orang yang mau mengambil pelajaran.

Tafsir Ibnu Katsir: Ali bin Abi Thalhah berkata dari Ibnu Abbas: وَأَقِمِ الصَّلَاةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ (Dan dirikanlah shalat itu pada kedua tepi siang [pagi dari petang]) ia berkata: “Yakni shubuh dan maghrib,” begitu juga yang dikatakan oleh al-Hasan dan Abdur Rahman bin Zaid bin Aslam.

Al-Hasan berkata dalam riwayat Qatadah, adh-Dhahhak dan lain-lainnya: “Ia adalah shubuh dan ashar.” Dan Mujahid berkata: la adalah shubuh pada awal siang dan selanjutnya zhuhur dan ashar.”

وَزُلَفًا مِنَ اللَّيْلِ (Dan pada bahagian permulaan daripada malam) Ibnu Abbas, Mujahid, al-Hasan dan lain-lainnya berkata: “Yaitu shalat isya.” Al-Hasan berkata dalam riwayat Ibnul Mubarak, dari Mubarak bin Fadhalah, darinya: وَزُلَفًا مِنَ اللَّيْلِ (Dan pada bahagian permulaan daripada malam) yakni maghrib dan isya.

Baca Juga:  Surah Hud Ayat 40; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

Kemungkinan ayat ini turun sebelum diwajibkannya shalat lima waktu pada malam Isra’, karena sesungguhnya shalat yang diwajibkan hanyalah dua, yaitu shalat sebelum terbit matahari dan shalat setelah terbenamnya matahari.

Pada pertengahan malam, wajib atasnya dan juga umatnya melaksanakan shalat qiyamul lail, lalu dihapuskan kewajiban tersebut dari umatnya, akan tetapi tetap kewajiban itu untuk beliau, juga ada yang berpendapat, dihapuskan pula kewajiban itu atas beliau setelah itu. Wallahu a’lam.

Firman-Nya: إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ (Sesungguhnya perbuatan perbuatan yang baik menghapuskan [dosa] perbuatan perbuatan yang buruk) Allah berfirman: “Sesungguhnya melakukan kebaikan adalah menghapus dosa-dosa yang telah lewat.”

Tafsir Quraish Shihab: Laksanakanlah shalat, hai Muhammad, dengan sempurna pada kedua tepi siang (pagi dan sore) dan pada bagian-bagian waktu malam.

Sesungguhnya yang demikian itu dapat menyucikan jiwa, sehingga mampu mengalahkan kecenderungan berbuat jahat dan dapat menghapuskan dampak dosa-dosa kecil yang tidak pernah luput dari manusia.

Petunjuk kebaikan yang diperintahkan kepadamu itu adalah suatu nasihat yang bermanfaat bagi orang-orang yang siap menerimanya, yang selalu ingat dan tidak melupakan Tuhan-Nya.

Surah Hud Ayat 115
وَاصْبِرْ فَإِنَّ اللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِينَ

Baca Juga:  Surat Ar-Rahman: Karakteristik, Keutamaan, dan Penjelasan Tentang "Fabi Ayyi Alaa'i Rabbikuma Tukadziban"

Terjemahan: Dan bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tiada menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan.

Tafsir Jalalain: وَاصْبِرْ (Dan bersabarlah) hai Muhammad, di dalam menghadapi perlakuan kaummu yang menyakitkan itu; atau bersabarlah kamu di dalam menjalankan salat

فَإِنَّ اللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِينَ (karena sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan) bersabar di dalam menjalankan ketaatan.

Tafsir Quraish Shihab: Bersabarlah dalam menghadapi kesulitan dalam mengerjakan apa yang Kami perintahkan kepadamu. Laksanakanlah dengan baik. Allah pasti akan memberimu pahala yang besar. Sebab pahala orang-orang yang baik amalnya tidak akan sia-sia di sisi Allah.

Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Hud Ayat 114-115 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S