Surah Hud Ayat 17; Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an

Surah Hud Ayat 17

Pecihitam.org – Kandungan Surah Hud Ayat 17 ini Allah menceritakan tentang keadaan orang-orang yang beriman, yaitu mereka yang berada di atas fitrah Allah Ta ala yang semua hamba-Nya telah diciptakan dengan berdasarkan atasnya. Fitrah itu berupa pengakuan, bahwasanya tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi) selain Allah.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an Surah Hud Ayat 17

أَفَمَنْ كَانَ عَلَىٰ بَيِّنَةٍ مِنْ رَبِّهِ وَيَتْلُوهُ شَاهِدٌ مِنْهُ وَمِنْ قَبْلِهِ كِتَابُ مُوسَىٰ إِمَامًا وَرَحْمَةً ۚ أُولَٰئِكَ يُؤْمِنُونَ بِهِ ۚ وَمَنْ يَكْفُرْ بِهِ مِنَ الْأَحْزَابِ فَالنَّارُ مَوْعِدُهُ ۚ فَلَا تَكُ فِي مِرْيَةٍ مِنْهُ ۚ إِنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يُؤْمِنُونَ

Terjemahan: Apakah (orang-orang kafir itu sama dengan) orang-orang yang ada mempunyai bukti yang nyata (Al Quran) dari Tuhannya, dan diikuti pula oleh seorang saksi (Muhammad) dari Allah dan sebelum Al Quran itu telah ada Kitab Musa yang menjadi pedoman dan rahmat? Mereka itu beriman kepada Al Quran. Dan barangsiapa di antara mereka (orang-orang Quraisy) dan sekutu-sekutunya yang kafir kepada Al Quran, maka nerakalah tempat yang diancamkan baginya, karena itu janganlah kamu ragu-ragu terhadap Al Quran itu. Sesungguhnya (Al Quran) itu benar-benar dari Tuhanmu, tetapi kebanyakan manusia tidak beriman.

Tafsir Jalalain: أَفَمَنْ كَانَ عَلَىٰ بَيِّنَةٍ (Apakah orang yang mempunyai bukti) penjelasan مِنْ رَبِّهِ (dari Rabbnya) yaitu Nabi SAW atau orang-orang mukmin yang dimaksud dengan bukti adalah Alquran

وَيَتْلُوهُ (dan diikuti pula) dipanuti شَاهِدٌ (oleh saksi) baginya yang membenarkannya مِنْهُ (dari-Nya) yaitu dari Allah, yang dimaksud adalah malaikat Jibril

Baca Juga:  Surah Hud Ayat 61; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

وَمِنْ قَبْلِهِ (dan sebelumnya) sebelum Alquran كِتَابُ مُوسَىٰ (telah ada kitab Musa) yaitu kitab Taurat yang menyaksikan kebenaran Alquran pula إِمَامًا وَرَحْمَةً (yang menjadi pedoman dan rahmat?) menjadi kata keterangan dari Alquran.

Apakah keadaannya sama dengan orang-orang yang tidak demikian keadaannya? Tentu saja tidak أُولَٰئِكَ (mereka itu) yakni orang-orang yang mempunyai bukti يُؤْمِنُونَ بِهِ (beriman kepadanya) kepada Alquran, maka bagi mereka surga.

وَمَنْ يَكْفُرْ بِهِ مِنَ الْأَحْزَابِ (Dan barang siapa di antara golongan yang bersekutu ingkar kepada Alquran) semua orang-orang kafir فَالنَّارُ مَوْعِدُهُ ۚ فَلَا تَكُ فِي مِرْيَةٍ (maka nerakalah tempat yang diancamkan baginya, karena itu janganlah kamu ragu-ragu) menaruh syak

مِنْهُ (kepadanya) kepada Alquran إِنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ (Sesungguhnya Alquran itu benar-benar dari Rabbmu tetapi kebanyakan manusia) penduduk Mekah لَا يُؤْمِنُونَ (tidak beriman).

Tafsir Ibnu Katsir: وَيَتْلُوهُ شَاهِدٌ مِنْهُ (Dan diikuti pula oleh satu saksi Allah) Maksudnya, datang kepadanya saksi dari Allah, yaitu berupa berbagai syariat yang suci dan sempurna serta agung yang diturunkan kepada para Nabi dan ditutup dengan syariat Muhammad saw.

أَفَمَنْ كَانَ عَلَىٰ بَيِّنَةٍ مِنْ رَبِّهِ وَيَتْلُوهُ شَاهِدٌ مِنْهُ (Apakah [orang-orang kafir itu sama dengan orang-orang yang mempunai bukti yang nyata [al-Qur’an] dari Rabbnya dan diikuti pula oleh seorang saksi dari Allah) Yakni al-Qur’an, yang disampaikan oleh Jibril kepada Muhammad saw. kemudian kitab tersebut oleh beliau kepada umatnya.

Setelah itu Allah berfirman: وَمِنْ قَبْلِهِ كِتَابُ مُوسَىٰ (Dan sebelum Qur’an itu telah ada Kitab Musa) Yakni sebelum al-Qur’an, sudah ada kitab yaitu Taurat. إِمَامًا وَرَحْمَةً (Yang menjadi pedoman dan rahmat)

Baca Juga:  Surah Hud Ayat 35; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

Maksudnya, kitab itu diturunkan Allah kepada umat tersebut sebagai pedoman, suri tauladan yang dijadikan pegangan dan rahmat dari Allah Ta’ala untuk mereka.

Barangsiapa yang benar-benar beriman kepada Taurat itu, maka itu akan menjadikannya beriman kepada al-Qur’an. Oleh karena itu, Allah berfirman: أُولَٰئِكَ يُؤْمِنُونَ بِهِ (Mereka itu beriman kepada al-Qur’an)

Setelah itu, Allah Ta’ala berfirman seraya mengancam orang-orang yang mendustakan al-Qur’an atau sesuatu yang berkenaan dengannya: وَمَنْ يَكْفُرْ بِهِ مِنَ الْأَحْزَابِ فَالنَّارُ مَوْعِدُهُ (Dan barangsiapa di antara mereka dan sekutu-sekutunya yang kafir kepada al-Qur’an, maka nerakalah tempat yang diancamkan baginya)

Maksudnya, siapa pun penduduk bumi ini, baik yang musyrik, kafir, Ahlul Kitab, maupun yang lainnya dari berbagai kelompok umat manusia yang beraneka ragam warna kulit, postur dan jenis mereka telah sampai kepada mereka al-Qur’an, namun ingkar terhadap al-Qur’an, mereka diancam dengan neraka.

Dan firman-Nya: فَلَا تَكُ فِي مِرْيَةٍ مِنْهُ ۚ إِنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ (Karena itu janganlah kalian ragu-ragu terhadap al-Qur an ini . Sesungguhnya [al-Qur’an] itu benar-benar dari Rabbmu) Yakni, al-Qur’an itu benar-benar dari Allah Ta ala, yang tiada keraguan dan hal yang menyangsikan di dalamnya.

وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يُؤْمِنُونَ (Tetapi kebanyakan manusia tidak beriman) Yang demikian itu adalah seperti firman Allah Ta’ala yang artinya berikut ini: “Dan sebagian besar manusia tidak akan beriman, meskipun kamu sangat menginginkannya.” (QS. Yusuf: 103)

Baca Juga:  Surah Al-Ahzab Ayat 28-29; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Quraish Shihab: Apakah orang yang menjalani kehidupan dengan petunjuk Tuhan, dan mencari kebenaran secara ikhlas dengan didukung saksi kebenaran dari Allah yang ada pada zamannya, berupa al-Qur’an, dan yang ada sebelumnya berupa, kitab suci Musa, yang Allah turunkan sebagai pedoman dan wujud kasih sayang, sederajat dengan orang yang berjalan dalam kesesatan dan kebutaan, yang tidak memikirkan selain kesenangan dan perhiasan dunia?

Mereka yang disebut pertama adalah orang-orang yang hatinya dicerahkan oleh Allah. Mereka adalah orang-orang yang mengimani Nabi dan kitab yang diturunkan kepadanya. Adapun yang disebut kedua, mereka adalah orang-orang yang menolak dan menentang kebenaran, dan neraka adalah tempatnya di hari kiamat.

Maka janganlah kamu, wahai Nabi, menyangsikan kebenaran al-Qur’an yang Allah turunkan ini, satu kitab suci yang tidak mengandung kesalahan sedikit pun. Kendati pun demikian, kebanyakan manusia lebih mengikuti hawa nafsu mereka yang menyesatkan sehingga mereka tidak mengimani apa yang mesti mereka imani.

Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Hud Ayat 17 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S