Surah Hud Ayat 53-56; Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an

Surah Hud Ayat 53-56

Pecihitam.org – Kandungan Surah Hud Ayat 53-56 ini menceritakan bahwa walaupun Nabi Hud as telah menyeru dan mengajak masyarakat untuk menjauhi perbuatan syirik, bertaubat, lalu kepada ajaran tauhid, akan tetapi orang-orang musyrik tetap saja keras kepala dan berpegang teguh pada akidah-akidah yang batil. Mereka tetap tidak mau melepas keyakinan kepada tuhan-tuhan mereka.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an Surah Hud Ayat 53-56

Surah Hud Ayat 53
قَالُوا يَا هُودُ مَا جِئْتَنَا بِبَيِّنَةٍ وَمَا نَحْنُ بِتَارِكِي آلِهَتِنَا عَنْ قَوْلِكَ وَمَا نَحْنُ لَكَ بِمُؤْمِنِينَ

Terjemahan: Kaum ‘Ad berkata: “Hai Huud, kamu tidak mendatangkan kepada kami suatu bukti yang nyata, dan kami sekali-kali tidak akan meninggalkan sembahan-sembahan kami karena perkataanmu, dan kami sekali-kali tidak akan mempercayai kamu.

Tafsir Jalalain: قَالُوا يَا هُودُ مَا جِئْتَنَا بِبَيِّنَةٍ (Kaum Ad berkata, “Hai Hud! Kamu tidak mendatangkan kepada kami suatu bukti yang nyata) yang menunjukkan kebenaran perkataanmu itu

وَمَا نَحْنُ بِتَارِكِي آلِهَتِنَا عَنْ قَوْلِكَ (dan kami sekali-kali tidak akan meninggalkan sembahan-sembahan kami karena perkataanmu) hanya karena ucapanmu itu وَمَا نَحْنُ لَكَ بِمُؤْمِنِينَ (dan kami sekali-kali tidak akan mempercayai kamu).

Tafsir Ibnu Katsir: Allah memberi kabar, bahwa mereka berkata kepada Nabi mereka: مَا جِئْتَنَا بِبَيِّنَةٍ (Kamu tidak mendatangkan kepada kami suatu bukti yang nyata) maksudnya, dengan dalil dan bukti atas apa yang kamu dakwahkan.

وَمَا نَحْنُ بِتَارِكِي آلِهَتِنَا عَنْ قَوْلِكَ (Dan kami sekali-sekali tidak akan meninggalkan ilah-ilah kami karena perkataanmu) Maksudnya, hanya dengan ucapanmu: “Tinggalkanlah ilah-ilah itu” lalu kami meninggalkannya? وَمَا نَحْنُ لَكَ بِمُؤْمِنِينَ (Dan kami sekali-sekali tidak akan mempercayaimu) Tidak akan membenarkan

Tafsir Quraish Shihab: Mereka berkata, “Wahai Hûd, kamu tidak menunjukkan kepada kami bukti yang menguatkan kebenaran seruanmu. Kami juga tidak akan meninggalkan sembahan kami hanya karena ucapanmu. Apakah patut kami meninggalkan tuhan-tuhan kami, sementara kami tidak mempercayaimu?”

Surah Hud Ayat 54
إِنْ نَقُولُ إِلَّا اعْتَرَاكَ بَعْضُ آلِهَتِنَا بِسُوءٍ ۗ قَالَ إِنِّي أُشْهِدُ اللَّهَ وَاشْهَدُوا أَنِّي بَرِيءٌ مِمَّا تُشْرِكُونَ

Baca Juga:  Surah Hud Ayat 116-117; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

Terjemahan: Kami tidak mengatakan melainkan bahwa sebagian sembahan kami telah menimpakan penyakit gila atas dirimu”. Huud menjawab: “Sesungguhnya aku bersaksi kepada Allah dan saksikanlah olehmu sekalian bahwa sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan,

Tafsir Jalalain: إِنْ (Tidaklah) tiadalah نَقُولُ (kami mengatakan) perihal dirimu إِلَّا اعْتَرَاكَ (melainkan, akan menimpamu) kamu akan tertimpa بَعْضُ آلِهَتِنَا بِسُوءٍ (penyakit gila karena sebagian sembahan kami”) karena sesembahan kami itu akan menyerapah kamu hingga menjadi orang gila, sebab kamu mencacinya, setelah itu kamu akan mengigau sendirian.

قَالَ إِنِّي أُشْهِدُ اللَّهَ (Hud menjawab, “Sesungguhnya aku bersaksi kepada Allah) atas diriku sendiri وَاشْهَدُوا أَنِّي بَرِيءٌ مِمَّا تُشْرِكُونَ (dan saksikanlah olehmu sekalian, bahwa sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kalian persekutukan) itu terhadap Allah.

Tafsir Ibnu Katsir: إِنْ نَقُولُ إِلَّا اعْتَرَاكَ بَعْضُ آلِهَتِنَا بِسُوءٍ (Kami tidak mengatakan melainkan bahwa sebagian ilah kami telah menimpakan penyakit gila atas dirimu) Mereka berkata:

“Kami tidak menyangka kecuali bahwa sebagian ilah kami telah menimpamu dengan membuatmu gila dan membuat kerusakan pada akalmu disebabkan laranganmu untuk beribadah kepadanya dan penghinaanmu terhadapnya.”

قَالَ إِنِّي أُشْهِدُ اللَّهَ وَاشْهَدُوا أَنِّي بَرِيءٌ مِمَّا تُشْرِكُونَ (Sesungguhnya aku jadikan Allah sebagai saksiku dan saksikanlah oleh kalian, bahwa sesungguhnya aku berlepas diri dari segala sekutu-sekutu dan berhala-berhala itu).

Tafsir Quraish Shihab: Tentang posisimu di hadapan kami, kami tidak mengatakan selain bahwa sebagian tuhan kami telah menimpakan kamu penyakit gila sehingga omonganmu itu melantur.

Dengan keimanan yang mantap, Hûd menantang dengan mengatakan, “Aku bersaksi kepada Allah atas segala ucapanku dan saksikanlah bahwa sesungguhnya aku tidak mengidap penyakit syirik yang ada pada kalian. Kalianlah sebenarnya yang menderita penyakit.

Surah Hud Ayat 55
مِنْ دُونِهِ ۖ فَكِيدُونِي جَمِيعًا ثُمَّ لَا تُنْظِرُونِ

Terjemahan: dari selain-Nya, sebab itu jalankanlah tipu dayamu semuanya terhadapku dan janganlah kamu memberi tangguh kepadaku.

Tafsir Jalalain: مِنْ دُونِهِ ۖ فَكِيدُونِي (Dari selain-Nya, sebab itu jalankanlah tipu daya terhadapku) lancarkanlah tipu daya untuk membinasakan diriku جَمِيعًا (oleh kalian semuanya) oleh kalian dan berhala-berhala sesembahan kalian itu ثُمَّ لَا تُنْظِرُونِ (dan janganlah kalian memberi tangguh kepadaku) janganlah kalian menangguh-nangguhkannya.

Baca Juga:  Surah Al-Hajj Ayat 41; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Ibnu Katsir: فَكِيدُونِي جَمِيعًا (Sebab itu jalankanlah tipu dayamu semua kepadaku) maksudnya lakukanlah tipu daya itu oleh kalian dan oleh tuhan-tuhanmu, jika kalian berada di pihak yang benar. ثُمَّ لَا تُنْظِرُونِ (Dan janganlah kamu memberi tangguh kepadaku) maksudnya sekejap mata pun.

Tafsir Quraish Shihab: Aku tidak mau tahu kalian, juga tuhan-tuhan yang kalian katakan telah menimpakan penyakit kepada diriku. Tolong menolonglah kalian dan tuhan-tuhan kalian untuk melakukan tipu daya terhadapku kalau kalian mampu, sehingga kalian tidak menangguhkan hukuman untukku walau sesaat.

Surah Hud Ayat 56
إِنِّي تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ رَبِّي وَرَبِّكُمْ ۚ مَا مِنْ دَابَّةٍ إِلَّا هُوَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهَا ۚ إِنَّ رَبِّي عَلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

Terjemahan: Sesungguhnya aku bertawakkal kepada Allah Tuhanku dan Tuhanmu. Tidak ada suatu binatang melatapun melainkan Dialah yang memegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang lurus”.

Tafsir Jalalain: إِنِّي تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ رَبِّي وَرَبِّكُمْ ۚ مَا مِنْ (Sesungguhnya aku bertawakal kepada Allah, Rabbku dan Rabb kalian. Tidak ada) huruf min di sini adalah zaidah دَابَّةٍ (suatu binatang) makhluk yang melata di bumi

إِلَّا هُوَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهَا (melainkan Dialah yang memegang ubun-ubunnya) artinya, Dialah yang menguasai dan yang memaksakannya, maka tidak dapat memberikan manfaat dan tidak pula mudarat melainkan seizin-Nya.

Dalam ayat ini disebutkan lafal an-naashiyah secara khusus, yang artinya ubun-ubun, karena seseorang yang dipegang ubun-ubunnya berarti sangat hina. Ini menggambarkan hinanya makhluk dibandingkan dengan Allah. إِنَّ رَبِّي عَلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ (Sesungguhnya Rabbku di atas jalan yang lurus) yaitu jalan kebenaran dan keadilan.

Tafsir Ibnu Katsir: إِنِّي تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ رَبِّي وَرَبِّكُمْ ۚ مَا مِنْ دَابَّةٍ إِلَّا هُوَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهَا (Sesungguhnya aku bertawakkal kepada Allah, Rabbku dari Rabbmu. Tidak ada suatu binatang melata pun melainkan Allahlah yang memegang ubun-ubunnya)

Baca Juga:  Surah Hud Ayat 50-52; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

Maksudnya, di bawah kekuasaan-Nya dan perintah-Nya. Allahlah Hakim yang Mahaadil, yang tidak ada kedhaliman dalam hukum-Nya, karena sesungguhnya Allah berada di atas jalan yang lurus.

Dakwah dan tantangan Hud as. terhadap berhala-berhala mereka memuat hujjah (bukti) yang nyata dan dalil yang pasti atas kebenaran apa yang didatangkan kepada mereka dan atas kebathilan perbuatan mereka yang berupa peribadahan kepada berhala-berhala yang tidak memberi manfaat dan tidak juga membuat bahaya.

Akan tetapi berhala-berhala itu adalah benda mati yang tidak mendengar dan tidak melihat, tidak melindungi dan tidak melawan, yang berhak untuk diibadahi hanyalah Allah raja, tidak ada sekutu bagi-Nya, yang kerajaan ada di tangan-Nya dan Allahlah yang mengatur, tidak ada sesuatu apa pun kecuali berada di bawah kerajaan-Nya, ketentuan-Nya dan kekuasaan-Nya, maka tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi) kecuali Allah dan tidak ada Rabb selain-Nya.

Tafsir Quraish Shihab: Sesungguhnya aku hanya bertawakkal kepada Allah, pemilik segala urusanku dan urusan kalian. Tidak ada sesuatu pun yang mampu menghalangi-Nya untuk mengembalikan tipu daya kalian. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.

Maka, tidak ada suatu binatang melata pun melainkan Dialah yang memiliki dan mengatur segala urusannya. Dari itu, tidak ada yang dapat menghalangi-Nya untuk menjagaku dari siksa dan kejahatan kalian.

Di dalam kerajaan-Nya, segala perbuatan Tuhanku berjalan secara benar dan adil. Maka Dia selalu menolong orang-orang Mukmin yang melakukan perbaikan dan merendahkan orang-orang kafir yang berbuat kerusakan.

Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Hud Ayat 53-56 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S