Surah Thaha Ayat 102-104; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah Thaha Ayat 102-104

Pecihitam.org – Kandungan Surah Thaha Ayat 102-104 ini, Allah SWT menceritakan tentang kejadian di hari kiamat dan nasib para orang-orang yang berdosa, serta keadaan dan kondisi mereka ketika sangkalala ditiup, dan mereka semua dikumpulkan sekaligus.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Thaha Ayat 102-104

Surah Thaha Ayat 102
يَوْمَ يُنفَخُ فِي الصُّورِ وَنَحْشُرُ الْمُجْرِمِينَ يَوْمَئِذٍ زُرْقًا

Terjemahan: (yaitu) di hari (yang di waktu itu) ditiup sangkakala dan Kami akan mengumpulkan pada hari itu orang-orang yang berdosa dengan muka yang biru muram;

Tafsir Jalalain: يَوْمَ يُنفَخُ فِي الصُّورِ (Yaitu di hari yang di waktu itu ditiup sangkakala) untuk tiupan yang kedua kalinya وَنَحْشُرُ الْمُجْرِمِينَ (dan Kami akan mengumpulkan orang-orang yang berdosa) yaitu orang-orang kafir يَوْمَئِذٍ زُرْقًا (pada hari itu dengan mata yang biru muram) yakni mata mereka tampak membiru dan muka mereka tampak hitam karena muram.

Tafsir Ibnu Katsir: Di dalam hadits Rasulullah telah ditegaskan bahwa beliau pernah ditanya mengenai kata ash-Shuur itu, maka beliau menjawab: “Sangkakala yang ditiup.”

Firman Allah: وَنَحْشُرُ الْمُجْرِمِينَ يَوْمَئِذٍ زُرْقًا (“Dan Kami akan mengumpulkan pada hari itu orang-orang yang berdosa dengan muka yang biru muram.”) Ada yang mengatakan: “Artinya, mata yang biru karena suasana yang sangat mengerikan.”

Tafsir Kemenag: Hal itu akan terjadi pada hari Kiamat yaitu pada waktu tiupan sangkakala yang kedua sebagai tanda agar semua manusia berkumpul di padang Mahsyar untuk menerima perhitungan tentang amal dan usahanya sewaktu dia masih di dunia. Amal yang baik akan diganjar dengan pahala yang berlipat ganda dan amal yang jahat akan dibalas dengan pembalasan yang setimpal.

Pada hari itu Allah mengumpulkan orang-orang yang berdosa sedang wajah mereka sudah pucat dan biru warnanya, disebabkan beratnya penderitaan yang mereka rasakan serta hebat dan dahsyatnya suasana di kala itu, apalagi setelah memikirkan nasib buruk yang menimpa mereka, kenapa mereka dahulu tidak mau menerima kebenaran dan tetap saja memperturutkan hawa nafsu dan kemauan setan.

Baca Juga:  Surah Thaha Ayat 65-70; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Quraish Shihab: Ingatkanlah kepada umatmu, Muhammad, suatu hari kala Kami memerintahkan malaikat untuk meniup sangkakala, sebuah tiupan untuk menghidupkan dan membangkitkan kembali manusia dari kuburnya untuk kemudian Kami seru agar berkumpul di padang Mahsyar. Orang-orang yang berbuat jahat akan Kami seret dengan muka yang biru: cemas dan takut.

Surah Thaha Ayat 103
يَتَخَافَتُونَ بَيْنَهُمْ إِن لَّبِثْتُمْ إِلَّا عَشْرًا

Terjemahan: mereka berbisik-bisik di antara mereka: “Kamu tidak berdiam (di dunia) melainkan hanyalah sepuluh (hari)”

Tafsir Jalalain: يَتَخَافَتُونَ بَيْنَهُمْ (Mereka berbisik-bisik di antara mereka sendiri) yaitu berbicara dengan suara yang pelan-pelan إِن (“Tidaklah) لَّبِثْتُمْ (kalian tinggal) di dunia إِلَّا عَشْرًا (melainkan sepuluh) hari.”.

Tafsir Ibnu Katsir: يَتَخَافَتُونَ; Ibnu: Abbas mengatakan: “Mereka saling berbisik satu dengan lainnya.” إِن لَّبِثْتُمْ إِلَّا عَشْرًا (“Kamu tidak berdiam [di dunia] melainkan hanyalah sepuluh [hari].”) Yakni, di dunia, dimana kalian tinggal dalam waktu yang sebentar, yaitu sepuluh hari atau sekitarnya.

Tafsir Kemenag: Mereka saling berbisik dan saling bertanya dengan suara yang hampir-hampir tidak terdengar karena sangat merasa takut dan khawatir. “Kita baru sepuluh hari saja hidup di dunia ini? Mengapa kita telah dikumpulkan di padang Mahsyar ini sedang kita belum mendapat kesempatan sedikit pun untuk beramal dan bersiap-siap guna menghadapi hari ini?”

Memang demikianlah halnya setiap orang yang dilanda malapetaka yang berat, terbayanglah di dalam pikirannya liku-liku kehidupannya di masa silam, semuanya berlalu dengan amat cepatnya, seakan-akan hidup yang dinikmatinya berpuluh tahun lamanya terjadi hanya dalam beberapa saat saja.

Tafsir Quraish Shihab: Mereka saling berbisik satu sama lain, dalam suasana penuh hina dan galau, tentang betapa pendeknya kehidupan dunia. Begitu pendeknya, hingga mereka seolah hidup dan merasakan kenikmatan dunia hanya sepuluh hari.

Surah Thaha Ayat 104
نَّحْنُ أَعْلَمُ بِمَا يَقُولُونَ إِذْ يَقُولُ أَمْثَلُهُمْ طَرِيقَةً إِن لَّبِثْتُمْ إِلَّا يَوْمًا

Terjemahan: Kami lebih mengetahui apa yang mereka katakan, ketika berkata orang yang paling lurus jalannya di antara mereka: “Kamu tidak berdiam (di dunia), melainkan hanyalah sehari saja”.

Baca Juga:  Surah Al-A'raf Ayat 203; Seri Tadabbur Al-Qur'an

Tafsir Jalalain: نَّحْنُ أَعْلَمُ بِمَا يَقُولُونَ (Kami lebih mengetahui apa yang mereka katakan) dalam bisikan mereka itu. Maksudnya, keadaannya tidaklah seperti apa yang mereka katakan إِذْ يَقُولُ أَمْثَلُهُمْ (ketika berkata orang yang paling tepat di antara mereka) yakni paling lurus طَرِيقَةً (penilaiannya) sehubungan dengan hal ini,

إِن لَّبِثْتُمْ إِلَّا يَوْمًا (“Kalian tidak berdiam di dunia melainkan hanya sehari saja”) mereka menilai minim sekali masa tinggal mereka di dunia, hal ini disebabkan kengerian-kengerian yang mereka saksikan di alam akhirat.

Tafsir Ibnu Katsir: Allah Ta’ala berfirman: نَّحْنُ أَعْلَمُ بِمَا يَقُولُونَ (“Kami lebih mengetahui apa yang mereka katakan.”) Yaitu pada saat di antara mereka saling berbisik.

إِذْ يَقُولُ أَمْثَلُهُمْ طَرِيقَةً (“Ketika orang yang paling lurus jalannya di antara mereka,”) yakni, orang yang sempurna pemikirannya; إِن لَّبِثْتُمْ إِلَّا يَوْمًا (“[Berkata]: ‘Kamu tidak berdiam [di dunia] melainkan hanya sehari saja.’”) Hal itu, karena kehidupan dunia sangat sebentar dalam pandangan mereka pada hari Kiamat kelak, karena dunia secara keseluruhan, meskipun waktunya telah mengalami pengulangan berkali-kali, malam dan Siang pun telah datang silih berganti, maka seolah-olah hanya satu hari raja. Oleh karena itu, orang-orang kafir menganggap kehidupan dunia itu hanya sebentar pada hari Kiamat kelak.

Yang menjadi maksud mereka dengan demikian itu adalah menolak hujjah yang diberikan kepada mereka. Karena mereka hanya diberi waktu yang sangat singkat. Oleh karena itu, Allah swt. berfirman: “Dan pada hari terjadinya Kiamat, orang-orang yang berdosa bersumpah: Mereka tidak berdiam melainkan hanya sesaat saja.” (QS. Ar-Ruum: 55)

Maksudnya, kalian hanya sebentar sekali tinggal di dunia. Sekiranya kalian mengetahui, niscaya kalian akan mengutamakan yang abadi atas yang fana, tetapi kalian telah bertindak salah, di mana kalian mengedepankan yang fana atas yang kekal abadi.

Tafsir Kemenag: Pada ayat ini Allah menegaskan bahwa Dia mengetahui semua yang mereka perbincangkan dengan cara berbisik-bisik, ketika salah seorang yang paling pandai di antara mereka mengatakan bahwa mereka tinggal di bumi hanya satu hari saja.

Baca Juga:  Surah Asy-Syu'ara Ayat 105-110; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Mungkin maksudnya mengatakan satu hari saja agar mereka dibebaskan dari siksa kedurhakaan mereka dan dari balasan amal perbuatan mereka karena mereka hanya sebentar saja tinggal di dunia, tidak diberi kesempatan lebih lama untuk bertobat dan mengerjakan amal saleh. Tetapi tak ada gunanya lagi membicarakan yang demikian, karena yang sebenarnya mereka telah diberi kesempatan yang luas sekali semasa hidup di dunia untuk kembali kepada kebenaran, tetapi kesempatan itu tidak mereka pergunakan sama sekali. Pada ayat lain Allah menerangkan keadaan mereka yaitu:

Dan pada hari (ketika) terjadinya Kiamat, orang-orang yang berdosa bersumpah, bahwa mereka berdiam (dalam kubur) hanya sesaat (saja). (ar-Rum/30: 55)

Dan firman-Nya: Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Allah mengumpulkan mereka, (mereka merasa) seakan-akan tidak pernah berdiam (di dunia) kecuali sesaat saja pada siang hari, (pada waktu) mereka saling berkenalan. Sungguh rugi orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Allah dan mereka tidak mendapat petunjuk. (Yunus/10: 45).

Tafsir Quraish Shihab: Namun bisik-bisik mereka itu terdengar pula. Kami lebih tahu tentang apa yang mereka bisikkan dan tentang apa yang dikatakan oleh salah seorang di antara mereka yang paling dekat menggambarkan perasaannya mengenai dunia, yang mengatakan bahwa mereka tinggal di dunia hanya sehari saja.

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Thaha Ayat 102-104 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Kemenag, dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S