Surah Yunus Ayat 5-6; Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an

Surah Yunus Ayat 5-6

Pecihitam.org – Kandungan Surah Yunus Ayat 5-6 ini menyinggung suatu sisi tanda-tanda kebesaran Allah Swt dalam menciptakan Jagat Raya ini. Setelah itu mengetengahkan peranan matahari dan bulan, dimana matahari telah berperan dalam bergairahnya kehidupan bumi dan makhluk yang hidup di atasnya dengan cahaya dan kehangatan sinarnya.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an Surah Yunus Ayat 5-6

Surah Yunus Ayat 5
هُوَ الَّذِي جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاءً وَالْقَمَرَ نُورًا وَقَدَّرَهُ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُوا عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ ۚ مَا خَلَقَ اللَّهُ ذَٰلِكَ إِلَّا بِالْحَقِّ ۚ يُفَصِّلُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

Terjemahan: Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.

Tafsir Jalalain: هُوَ الَّذِي جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاءً (Dialah yang menjadikan matahari bersinar) mempunyai sinar وَالْقَمَرَ نُورًا وَقَدَّرَهُ (dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya bagi bulan) dalam perjalanannya

مَنَازِلَ (manzilah-manzilah) selama dua puluh delapan malam untuk setiap bulan, setiap malam daripada dua puluh delapan malam itu memperoleh suatu manzilah, kemudian tidak tampak selama dua malam, jika jumlah hari bulan yang bersangkutan ada tiga puluh hari. Atau tidak tampak selama satu malam jika ternyata jumlah hari bulan yang bersangkutan ada dua puluh sembilan hari

لِتَعْلَمُوا (supaya kalian mengetahui) melalui hal tersebut عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ ۚ مَا خَلَقَ اللَّهُ ذَٰلِكَ (bilangan tahun dan perhitungan waktu, Allah tidak menciptakan yang demikian itu) hal-hal yang telah disebutkan itu إِلَّا بِالْحَقِّ (melainkan dengan hak) bukannya main-main, Maha Suci Allah dari perbuatan tersebut

يُفَصِّلُ (Dia menjelaskan) dapat dibaca يُفَصِّلُ dan nufashshilu, artinya Dia menerangkan atau Kami menerangkan الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ (tanda-tanda kepada orang-orang yang mengetahui) yakni orang-orang yang mau berpikir.

Tafsir Ibnu Katsir: Allah memberi kabar tentang ciptaan-Nya berupa tanda-tanda yang menunjukkan atas kekuasaan-Nya dan keagungan kerajaan-Nya. Sesungguhnya Allah menjadikan cahaya yang memancar dari matahari sebagai sinar dan menjadikan cahaya bulan sebagai penerang. Yang ini merupakan sinar matahari dan yang itu adalah cahaya bulan, keduanya berbeda dan tidak serupa (antara matahari dan bulan.)

Baca Juga:  Surah Yunus Ayat 62-64; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

Dan Allah menjadikan kekuasaan matahari pada siang dan kekuasaan bulan pada malam hari. Allah menentukan bulan pada manzilah-manzilah (tempat-tempat bagi perjalanan bulan), maka mula-mula bulan itu kecil, kemudian cahaya dan bentuknya semakin bertambah sehingga menjadi penuh cahayanya dan sempurnalah purnamanya, kemudian mulailah mengecil hingga kembali kepada bentuk semula dalam waktu satu bulan.

Sebagaimana firman Allah Ta’ala yang artinya: “Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua.” (QS. Yaasiin: 39)

Dan firman-Nya dalam ayat yang mulia ini: وَقَدَّرَهُ (Dan Allah netapkannya) Maksudnya adalah bulan. مَنَازِلَ لِتَعْلَمُوا عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ (Tempat-tempat bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan waktu) Maka dengan matahari, kamu mengetahui hari, dan dengan bulan kamu mengetahui bilangan bulan-bulan dan tahun-tahun.

مَا خَلَقَ اللَّهُ ذَٰلِكَ إِلَّا بِالْحَقِّ (Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan haq) Maksudnya, Allah tidak menciptakannya dengan main-main, akan tetapi dalam penciptaan itu ada hikmah yang agung dan hujjah yang kuat, sebagaimana firman-Nya yang artinya:

“Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah. Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk neraka.” (QS. Shaad 27)

Firman-Nya: يُفَصِّلُ الْآيَاتِ (Allah menjelaskan tanda-tanda kebesarannya) Maksudnya, Allah menerangkan bukti-bukti dan dalil-dalil; لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ (“Kepada orang-orang yang mengetahui.”)

Tafsir Quraish Shihab: Tuhan kalianlah yang menciptakan langit dan bumi, yang menjadikan matahari memancarkan sinar dan bulan mengirimkan cahaya.

Dialah yang menjadikan tempat-tempat beredarnya bulan, sehingga cahayanya berbeda-beda sesuai dengan tempat edarnya ini, dengan maksud agar kalian dapat mempergunakannya untuk memperkirakan waktu kalian dan dapat mengetahui bilangan tahun dan hisab(1).

Allah tidak akan menciptakan itu semua kecuali dengan hikmah. Dialah yang menjelaskan bukti-bukti yang menunjukkan ketuhanan dan kesempurnaan kekuasaan-Nya di dalam kitab suci-Nya, agar kalian merenunginya dengan akal kalian dan memenuhi tuntutan ilmu pengetahuan.

Baca Juga:  Surah At-Taubah Ayat 123; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

(1) Matahari adalah benda langit yang menyala dan memancarkan sinar dari dirinya sendiri serta sebagai sumber kekuatan bagi bumi, seperti sinar dan panasnya. Sedangkan bulan tidak memancarkan sinar dari dirinya sendiri, tetapi memantulkan atau mengembalikan sinar matahari yang jatuh di permukaannya, sehingga terlihat seolah tampak bercahaya.

Tempat-tempat beredarnya bulan tidak sama jika dilihat dari bumi dan matahari. Hal inilah yang menghasilkan bentuk-bentuk bulan. Dari sini dimungkinkan untuk menentukan bulan-bulan kamariah, yaitu tanda-tanda angkasa yang jelas untuk menentukan bulan. Dalam mengelilingi bumi, bulan memakan waktu selama 29 hari, 12 jam, 44 menit, 2,8 persepuluh detik.

Surah Yunus Ayat 6
إِنَّ فِي اخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَمَا خَلَقَ اللَّهُ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَّقُونَ

Terjemahan: Sesungguhnya pada pertukaran malam dan siang itu dan pada apa yang diciptakan Allah di langit dan di bumi, benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan-Nya) bagi orang-orang yang bertakwa.

Tafsir Jalalain: إِنَّ فِي اخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ (Sesungguhnya pada pertukaran malam dan siang itu) silih bergantinya malam dan siang hari kemudian panjang dan pendeknya malam dan siang hari

وَمَا خَلَقَ اللَّهُ فِي السَّمَاوَاتِ (dan pada yang diciptakan Allah di langit) yakni para malaikat, matahari, bulan dan bintang-bintang serta lain sebagainya

وَالْأَرْضِ (Dan) di (bumi) berupa margasatwa, gunung-gunung, lautan, sungai-sungai, pohon-pohon dan lain sebagainya لَآيَاتٍ (benar-benar terdapat tanda-tanda) yang menunjukkan kepada kekuasaan-Nya لِقَوْمٍ يَتَّقُونَ (bagi orang-orang yang bertakwa) kepada-Nya kemudian mereka beriman. Allah secara khusus menyebutkan orang-orang yang bertakwa karena sesungguhnya merekalah yang dapat memanfaatkan keberadaan tanda-tanda tersebut.

Tafsir Ibnu Katsir: إِنَّ فِي اخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ (Sesungguhnya pada pertukaran malam dan siang itu) Maksudnya pergantian keduanya, jika datang yang ini maka hilanglah yang itu. Dan jika hilang yang itu, datanglah yang ini, tidak terlambat sedikit pun. Sebagaimana firman Allah Ta’ala yang artinya: “Allah menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat.” (Al-A’raaf: 54)

Dan firman-Nya: وَمَا خَلَقَ اللَّهُ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ (Dan apa yang diciptakan Allah di langit dan di bumi) Maksudnya, dari tanda-tanda yang menunjukkan atas kebesaran Allah Ta’ala, sebagaimana Allah berfirman yang artinya: “Dan banyak sekali tanda-tanda (kekuasaan Allah) di langit dan di bumi.” (QS. Yusuf: 105)

Baca Juga:  Surah Yunus Ayat 17; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

Allah berfirman yang artinya: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.” (QS. Ali Imran: 190) Maksudnya, yang memiliki akal.

Dalam surat ini Allah berfirman: لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَّقُونَ (Benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaan-Nya bagi orang-orang yang bertakwa) Maksudnya, yang takut dari siksaan Allah, kemurkaan dan adzab-Nya.

Tafsir Quraish Shihab: Sesungguhnya dalam pergantian malam dan siang, perbedaan panjang pendeknya, juga dalam penciptaan langit dan bumi dan seluruh makhluk yang ada di dalamnya, terdapat bukti-bukti yang jelas dan alasan-alasan yang nyata atas ketuhanan Sang Pencipta dan kekuasaan-Nya terhadap orang-orang yang menghindari kemurkaan-Nya dan takut kepada azab-Nya(1).

(1) Kata ikhtilâf di sini bisa diartikan dengan ‘perbedaan’ atau ‘pergantian’. Ikhtilâf yang berarti perbedaan mengandung makna bahwa malam dan siang adalah dua cahaya yang masing-masing memiliki keistimewaan.

Perbedaan antara siang dan malam merupakan sebuah gejala alam di mana seluruh makhluk hidup di planet ini tunduk kepadanya, seperti disebut pada tempat-tempat lain dalam al-Qur’ân. Perbedaan di sini juga dapat berarti pertautan antara panjangnya siang dan malam selama satu tahun di setiap tempat di bumi.

Maka hal ini terkait dengan gejala musim. Ikhtilâf dengan arti ini disebabkan oleh revolusi bumi yang mengelilingi matahari sekali dalam setahun. Sedangkan ikhtilâf yang berarti ‘pergantian’, disebabkan oleh rotasi bumi pada porosnya.

Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Yunus Ayat 5-6 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Quraish Shihab dan Tafsir Ibnu Katsir. Semoga khazanah ilmu Al-Qur’an kita semakin bertambah.

M Resky S