Surah Yusuf Ayat 102-104; Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an

Surah Yusuf Ayat 102-104

Pecihitam.org – Kandungan Surah Yusuf Ayat 102-104 ini mengisahkan bahwa Allah Ta’ala berfirman kepada Nabi Muhammad setelah menceritakan saudara-saudara Yusuf, bagaimana Allah meninggikan Yusuf di atas mereka dan menjadikan untuknya akibat yang baik, kemenangan, kerajaan, dan kekuasaan, padahal mereka bermaksud berbuat kejahatan, kehancuran, dan kematian baginya.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an Surah Yusuf Ayat 102-104

Surah Yusuf Ayat 102
ذَٰلِكَ مِنْ أَنْبَاءِ الْغَيْبِ نُوحِيهِ إِلَيْكَ ۖ وَمَا كُنْتَ لَدَيْهِمْ إِذْ أَجْمَعُوا أَمْرَهُمْ وَهُمْ يَمْكُرُونَ

Terjemahan: Demikian itu (adalah) diantara berita-berita yang ghaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad); padahal kamu tidak berada pada sisi mereka, ketika mereka memutuskan rencananya (untuk memasukkan Yusuf ke dalam sumur) dan mereka sedang mengatur tipu daya.

Tafsir Jalalain: ذَٰلِكَ (Demikian itu) hal yang telah disebutkan itu menyangkut kisah tentang Nabi Yusuf مِنْ أَنْبَاءِ الْغَيْبِ (di antara berita-berita yang gaib) kisah-kisah yang tidak diketahui olehmu hai Muhammad sebelumnya

نُوحِيهِ إِلَيْكَ ۖ وَمَا كُنْتَ لَدَيْهِمْ (yang Kami wahyukan kepadamu padahal kamu tidak berada pada sisi mereka) yang dimaksud adalah saudara-saudara Nabi Yusuf إِذْ أَجْمَعُوا أَمْرَهُمْ (ketika mereka memutuskan rencananya) untuk berbuat makar terhadap Nabi Yusuf, yaitu memasukkannya ke dalam sumur

وَهُمْ يَمْكُرُونَ (dan mereka sedang mengatur tipu daya) terhadap Nabi Yusuf. Artinya engkau tidak hadir bersama mereka, maka bagaimana engkau dapat mengetahui kisah mereka lalu engkau menceritakannya, tetapi hal ini hanya dapat kamu ketahui melalui wahyu.

Baca Juga:  Surah Yusuf Ayat 41; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

Tafsir Ibnu Katsir: Kisah ini dan kisah-kisah serupa adalah sebagian dari kabar ghaib yang terjadi pada masa lampau; نُوحِيهِ إِلَيْكَ (“Kami beritahukan kepadamu wahai Muhammad,”) karena di dalamnya terdapat suri tauladan bagimu, dan nasehat bagi orang-orang yang menyelisihimu. وَمَا كُنْتَ لَدَيْهِمْ (“Padahal kamu tidak berada di sisi mereka”) tidak hadir di sisi mereka tidak pula menyaksikan mereka.

إِذْ أَجْمَعُوا أَمْرَهُمْ (Ketika mereka memutuskan rencana mereka) untuk memasukkannya ke dalam sumur; وَهُمْ يَمْكُرُونَ (“Dan mereka sedang mengatur tipu daya,”) terhadapnya (Yusuf), tetapi Kami memberitahukannya melalui wahyu yang diturunkan kepadamu,

Tafsir Quraish Shihab: Itulah cerita masa lalu yang Kami ceritakan kepadamu, Muhammad. Cerita-cerita itu tidak akan sampai kepadamu tanpa melalui wahyu dari Kami. Engkau belum ada saat saudara-saudara Yûsuf mengatur siasat makar terhadap Yûsuf. Engkau tidak akan dapat mengetahui makar mereka tanpa melalui wahyu Kami.

Surah Yusuf Ayat 103
وَمَا أَكْثَرُ النَّاسِ وَلَوْ حَرَصْتَ بِمُؤْمِنِينَ

Terjemahan: Dan sebahagian besar manusia tidak akan beriman — walaupun kamu sangat menginginkannya.

Tafsir Jalalain: وَمَا أَكْثَرُ النَّاسِ (Dan tiadalah sebagian besar manusia) yang dimaksud adalah penduduk kota Mekah وَلَوْ حَرَصْتَ (walaupun kamu sangat menginginkannya) menginginkan mereka supaya mau beriman بِمُؤْمِنِينَ (akan beriman).

Tafsir Ibnu Katsir: Allah berfirman bahwa dia adalah Rasul-Nya dan diberitahukan-Nya berita-berita masa lampau yang mengandung suri tauladan dan keselamatan agama dan dunia bagi manusia. Walaupun demikian, tetap sebagian besar di antara mereka masih tidak mau beriman.

Baca Juga:  Surah Hud Ayat 48; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

Karena itu Allah berfirman: “Dan sebagian besar manusia tidak beriman walau kamu sangat menginginkannya.” ini seperti firman Allah: “Sebenarnya dalam hal demikian itu terdapat tanda (kekuasaan Allah) tetapi kebanyakan mereka tidak beriman (percaya).” (Asy-Syu’ara: 8)

Tafsir Quraish Shihab: Kebanyakan watak manusia mempunyai penyakit yang membuatnya tidak siap mempercayai wahyu yang Kami sampaikan kepadamu, meskipun hatimu sangat mengharap mereka mau beriman, atau kamu telah berusaha keras agar mereka mendapat petunjuk.

Surah Yusuf Ayat 104
وَمَا تَسْأَلُهُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ ۚ إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ لِلْعَالَمِينَ

Terjemahan: Dan kamu sekali-kali tidak meminta upah kepada mereka (terhadap seruanmu ini), itu tidak lain hanyalah pengajaran bagi semesta alam.

Tafsir Jalalain: وَمَا تَسْأَلُهُمْ عَلَيْهِ (Dan kamu sekali-kali tidak meminta kepada mereka atas seruanmu) yakni Alquran مِنْ أَجْرٍ (suatu upah pun) yang kamu ambil sebagai imbalannya إِنْ (Tidak lain) هُوَ (ia) yakni Alquran إِلَّا ذِكْرٌ (hanyalah pengajaran) nasihat لِلْعَالَمِينَ (bagi semesta alam).

Tafsir Ibnu Katsir: وَمَا تَسْأَلُهُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ (Dan kamu sekali-kali tidak meminta upah) Maksudnya, kamu wahai Muhammad tidak meminta dari mereka upah sebagai imbalan dari nasehat dan seruan kepada kebaikan serta petunjuk ini, tetapi kamu melakukannya hanya karena mengharapkan ridha Allah dan kasih yang tulus kepada makhluk-Nya.

Baca Juga:  Surah Yusuf Ayat 30-34; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ لِلْعَالَمِينَ (Itu tidak lain hanyalah pengajaran bagi semesta alam) agar mereka menjadikannya peringatan, petunjuk dan dapat selamat di dunia dan akhirat.

Tafsir Quraish Shihab: Kami tidak bermaksud, dari apa yang Kami wahyukan kepadamu itu, untuk menerima balasan atau keuntungan. Maka, kalau mereka tidak mau menerima petunjuk, engkau tidak perlu merasa sedih.

Allah akan memberi petunjuk kepada kaum lain selain mereka. Kami tidak menurunkan petunjuk itu khusus untuk mereka. Petunjuk itu tidak lain hanyalah sebagai pelajaran dan nasihat bagi semua makhluk yang diciptakan Allah di langit dan di bumi.

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, telah kita pelajari bersama kandungan Surah Yusuf Ayat 102-104 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga Allah merahmati dan mengasihi kita semua. Amin

M Resky S