Fadhilah Membaca Surat Al-Mulk; Dari Penyelamat Siksa Kubur hingga Pembela di Hari Kiamat

Fadhilah Memmbaca Surat Al-Mulk; Dari Penyelamat Siksa Kubur hingga Pembela di Hari Kiamat

Pecihitam.org – Surat Al-Mulk merupakan merupakan surat ke-67 yang terhimpun di dalam Juz 29 di dalam mushaf Al-Quran. Begitu banyak fadilah membaca surat ini sebagaimana dijelaskan di dalam kitab-kitab tafsir dan hadits.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Ibnu Katsir, Imam Thabrani, Tirmidzi dan An-Nasai dan Al-Hakim, merekalah yang menjelaskan tentang fadhilah membaca Surat Al-Mulk dalam kitab-kitab mereka.

Mereka menjelaskan dengan mengutip sabda Rasulullah, bahwa orang yang istiqomah membaca Surat Al-Mulk ini terlebih pada malam hari sebelum tidur, ia akan diselamatkan dari siksa kubur dan dibela pada hari Kiamat. Bahkan Surat Al Mulk yang pernah dibaca itu kelak akan menuntut kepada Allah agar pembacanya masuk surga. Subhanallah!

Di dalam Tafsir Ibnu Katsir

رَبَ بَعْضُ أَصْحَابِ النَّبِيِّ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – خِبَاءَهُ عَلَى قَبْرٍ ، وَهُوَ لَا يَحْسَبُ أَنَّهُ قَبْرُ إِنْسَانٍ يَقْرَأُ سُورَةَ الْمُلْكِ حَتَّى خَتَمَهَا، فَأَتَى النَّبِيَّ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – فَقَالَ:  يَا رَسُولَ اللَّهِ رَبْتُ خِبَائِي عَلَى قَبْرٍ وَأَنَا لَا أَحْسَبُ أَنَّهُ قَبْرٌ، فَإِذَا إِنْسَانٌ يَقْرَأُ سُورَةَ الْمُلْكِ ” تَبَارَكَ” حَتَّى خَتَمَهَا، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -: “هِيَ الْمَانِعَةُ، هِيَ الْمُنْجِيَةُ، تُنْجِيهِ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ

Salah satu sahabat Nabi membuat kemah di atas kuburan – dia tidak mengira itu kuburan. Tiba-tiba ada seseorang yang sedang membaca Surah Al Mulk sampai selesai. Ia pun menghadap Nabi dan berkata: “Wahai Rasulullah, aku membuat kemahku di atas kuburan. Aku tidak mengira itu kuburan. Tiba-tiba ada suara seseorang sedang membaca Surah Al-Mulk (Tabarak) sampai selesai”. Nabi bersabda: “Surah Al-Mulk adalah surat yang mencegah dan menyelamatkan dari siksa kubur”. (HR. At Tirmidzi)

Baca Juga:  Tafsir Syaikh Abdul Qadir al-Jailani; Hilang 800 Tahun, Ditemukan di Perpustakaan Vatikan

Hadis Riwayat Imam At-Thabrani tentang pesan Ibnu Abbas

أَلَا أُتْحِفُكَ بِحَدِيثٍ تَفْرَحُ بِهِ؟ قَالَ: بَلَى. قَالَ اقْرَأْ: “تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ” وَعَلِّمْهَا أَهْلَكَ، وَجَمِيعَ وَلَدِكَ، وَصِبْيَانَ بَيْتِكَ، وَجِيرَانَكَ، فَإِنَّهَا الْمُنْجِيَةُ وَالْمُجَادِلَةُ, تُجَادِلُ – أَوْ تُخَاصِمُ – يَوْمَ الْقِيَامَةِ عِنْدَ رَبِّهَا لِقَارِئِهَا, وَتَطْلُبُ لَهُ أَنْ يُنْجِيَهُ مِنْ عَذَابِ النَّارِ، وَيُنْجِي بِهَا صَاحِبَهَا مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ; قَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -: لَوَدِدْتُ أَنَّهَا فِي قَلْبِ كُلِّ إِنْسَانٍ مِنْ أُمَّتِي


Maukah kuhadiahi engkau sesuatu yang akan membuatmu gembira?”.
Ia menjawab, “Tentu saja!”. Ibnu Abbas berkata, “Bacalah Tabarakal ladzi biyadihil mulk (Surat Al Mulk) dan ajarkanlah pada keluargamu, semua anak-anakmu, semua anak kecil dan balita di rumahmu, dan termasuk pula tetangga-tetanggamu!“

“Sesungguhnya surat tersebut adalah Al-Munjiyah (penyelamat) dan Al-Mujadilah (pendebat) yang akan berdebat membela pembacanya di hadapan Allah pada hari kiamat. Ia juga akan menuntut kepada Allah agar menyelamatkan (pembaca)nya dari adzab neraka. Dan menuntut agar sahabatnya itu selamat dari adzab kubur.“.

Rasulullah shallallohu alaihi wa sallam telah bersabda, “Aku sangat menginginkan agar surat Al-Mulk berada di dalam dada setiap orang dari seluruh ummatku”

Dalam riwayat At-Tirmidzi

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – كَانَ لَا يَنَامُ حَتَّى يَقْرَأَ الم تَنْزِيلُ سُورَةَ السَّجْدَةِ، وَ تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ
 

Baca Juga:  Rahasia dan Alasan Rasulullah Menikahi Aisyah ra

Sesungguhnya tidaklah Rasulullah shallallohu alaihi wa sallam tidak tidur hingga membaca Alim Lam Mim Tanzil (Surat As-Sajdah) dan Tabarakal Ladzi Biyadihil Mulk (Surat Al-Mulk)

Dalam riwayat An-Nasai

مَنْ قَرَأَ تَبَارَكَ الَّذِيْ بِيَدِهِ الْمُلْكُ كُلَّ لَيْلَةٍ مَنَعَهُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ بِهَا مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَكُنَّا فِيْ عَهْدِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نُسَمِّيْهَا الْمَانِعَةَ، وَإِنَّهاَ فِيْ كِتَابِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ، سُوْرَةٌ مَنْ قَرَأَ بِهَا فِيْ كُلِّ لَيْلَةٍ فَقَدْ أَكْثَرَ وَأَطَابَ

Barangsiapa membaca ‘Tabarakalladzi biyadihil mulk’ setiap malam, maka Allah menghalanginya dari azab kubur. Kami dahulu pada zaman Nabi shallallahu alaihi wa sallam biasa menyebut surat Al-Mulk dengan ‘Al-Mani’ah’. Sesungguhnya ia benar-benar berada dalam kitab Allah. Ia adalah satu surat barangsiapa membacanya setiap malam, maka dia telah memperbanyak pahala dan memperbagusnya. (HR. An-Nasa’i)

Dan dalam riwayat Imam Al-Hakim

يُؤْتَى الرَّجُلُ فِيْ قَبْرِهِ فَتُؤْتَى رِجْلَاهُ فَتَقُوْلُ رِجْلَاهُ: لَيْسَ لَكُمْ عَلَى مَا قِبَلِيْ سَبِيْلٌ، كَانَ يَقُوْمُ يَقْرَأُ بِيْ سُوْرَةَ الْمُلْكِ، ثُمَّ يُؤْتَى مِنْ قِبَلِ صَدْرِهِ ـ أَوْ قَالَ: بَطْنِهِ ـ فَيَقُوْلُ: لَيْسَ لَكُمْ عَلَى مَا قِبَلِيْ سَبِيْلٌ، كَانَ يَقْرَأُ بِيْ سُوْرَةَ الْمُلْكِ، ثُمَّ يُؤْتَى رَأْسُهُ فَيَقُوْلُ: لَيْسَ لَكُمْ عَلَى مَا قِبَلِيْ سَبِيْلٌ، كَانَ يَقْرَأُ بِيْ سُوْرَةُ الْمُلْكِ
قَالَ: فَهِيَ الْمَانِعَةُ تَمْنَعُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَهِيَ فِيْ التَّوْرَاةِ: سُوْرَةُ الْمُلْكِ ـ مَنْ قَرَأَهَا فِيْ لَيْلَةٍ فَقَدْ أَكْثَرَ وَأَطْيَبَ

Baca Juga:  Makna Kata Masya Allah dan Cara Menjawabnya Sesuai Tuntunan Ulama

“Seseorang dalam kuburannya didatangi. Ia didatangi pada kedua kakinya. Maka kedua kakinya berkata: Tidak ada jalan bagi kalian lewat saya. Karena dia biasa shalat malam denganku membaca surat Al-Mulk. Kemudian ia didatangi melalui dada, atau dikatakan melalui perutnya. Maka perut atau dada berkata: Kalian tidak ada jalan melalui saya. Karena dia biasa membaca surat Al-Mulk.

Kemudian ia didatangi melalui kepalanya. Kepala berkata: Kalian tidak ada jalan melalui saya. Sebab dia biasa membaca surat Al Mulk denganku.”
 
Ibnu Masud berkata melanjutkan: “Surat Al Mulk adalah penghalang yang menghalangi seseorang dari azab kubur. Surat Al Mulk ini dalam Taurat dikatakan: Barangsiapa membacanya pada suatu malam maka dia telah memperbanyak pahala dan memperbagusnya.

Demikianlah ulasan kami mengenai keutamaan membaca Surat Al Mulk berdasarkan kitab para ulama yang terpercaya. Wallahu a’lam bisshawab!

Faisol Abdurrahman