Tertinggal Bacaan Shalat oleh Imam, Bagaimanakah Sebaiknya?

tertinggal bacaan shalat

Pecihitam.org – Terkadang ketika shalat berjamaah karena imam membaca bacaan shalat dengan cukup cepat, sehingga makmum tertinggal bacaannya. Tak jarang imam sudah melakukan ruku namun makmum belum selesai membaca ayat al-Quran. Jika demikian bagaimanakah solusinya?

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Dalam pandangan ulama Madzhab Syafi’i membaca al Fatihah merupakan salah satu rukun shalat yang harus dibaca oleh setiap orang yang menjalankan shalat pada tiap rakaatnya.

Hal ini berbeda bagi makmum masbuq (makmum yang tertinggal rakaat pertama dari imam), maka ia hanya membaca al Fatihah semampu mungkin (tidak harus utuh al Fatihah sampai selesai).

Adapun dalil kewajiban membaca al Fatihah dari hadits yang driwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim sebagai berikut:

أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: لا صلاة لمن لم يقرأ بفاتحة الكتاب

“Sesungguhnya Nabi SAW bersabda: tidak sempurna shalatnya orang yang tidak membaca al Fatihah.”

Dengan demikian bagi makmum tetap harus membaca surat al Fatihah dalam tiap rakaat. Sementara mengenai membaca ayat-ayat Al-Quran setelah al-Fatihah hukumnya sunnah sebagaimana dianjurkan dalam kitab-kitab fikih.

وقد ذكرنا أن الهيئات هي: سنن الصلاة التي إن تركها المصلي لم يسنّ جبرها بسجود السهو، بخلاف الأبعاض. والهيئات تتلخص فيما يلي: …… إلى ان قال…. قراءة شئ من القرآن بعد الفاتحة. وتتحقق السنة بقراءة سورة من القرآن مهما قصرت، أو بقراءة ثلاثة آيات متواليات. ومكان استحبابها الركعتان الأوليتان فقط من كل صلاة، بالنسبة للإمام، والمنفرد مطلقا. وبالنسبة للمقتدي أيضا في الصلاة السرّية، أو حيث يكون بعيدا لا يسمع قراءة الأمام

Baca Juga:  Sujud Sahwi; Pengertian, Alasan dan Tata Cara Pelaksanaannya

“Ulama menuturkan, sesungguhnya sunnah haiat merupakan sunnah shalat yang apabila seorang meninggalkan sunnah tersebut, maka tidak disunahkan untuk menambalnya dengan sujud sahwi, berbeda dengan sunah ab’ad. Salah satu sunnah haiat adalah membaca surat-surat Al Quran setelah al Fatihah. Dan memang benar sunnah dengan membaca surat dari Al Quran ketika diringkas atau membaca tiga ayat yang terus menerus. Tempat disunahkan membaca surat Al Quran itu pada dua rakaat yang awal dari tiap shalat baik bagi imam dan shalat sendirian secara mutlak (baik shalat yang jahriyyah atau sirriyah), dan orang yang bermakmum pada shalat sirriyah atau makmum yang jauh dari imam dengan sekira tidak mendengarkan bacaan (suara) imam. (al Fikih al Manhaji fi Madzhabi al Imam as Syafi’i juz 1 halaman 147)

Lalu, bagaimana ketika imam sudah rukuk atau sujud, namun kita tertinggal bacaan imam shalat karena belum selasai membaca ayat Al-Quran. Apa sebaiknya kita memutus surat tersebut terus mengikuti imam atau meneruskan bacaan dengan resiko ketinggalan imam?

Menurut keterangan di atas, sebaiknya bagi kita mengikuti imam. Dalam artian tidak harus menyempurnakan bacaan surat Al-Quran (membaca sedapatnya saja).

Baca Juga:  Mengeraskan atau Melirihkan Bacaan Shalat? Ini Penjelasannya!

Karena apabila kita tertinggal dari imam sebab menyempurnakan bacaan surat tersebut, sehingga imam bangun dari rukuk (i’tidal), maka rakaat tersebut sudah hilang, kemudian kita mengikuti imam dan setelah imam salam kita menambahi satu rakaat.

Bahkan, bagi orang yang belum sempurna membaca al Fatihah harus mengikuti imam (membaca sedapatnya saja). Dan inilah yang dimaksudkan dengan ungkapan “fatihah ditanggung imam”.

Sebagaimana keterangan dalam kitab Nihayatul Muhtaj ila syarhi al Minhaj juz 2 halaman 227 sebagai berikut:

قوله: وإلّا فمسبوق) أي فيركع معه وتحسب له الرّكعة، ومن ذلك ما يقع لكثير من الأئمّة أنّهم يسرعون القراءة فلا يمكن المأموم بعد قيامه من السّجود قراءة الفاتحة بتمامها قبل ركوع الإمام فيركع معه وتحسب له الرّكعة ولو وقع له ذلك في جميع الرّكعات، فلو تخلّف لإتمام الفاتحة حتّى رفع الإمام رأسه من الرّكوع أو ركع معه ولم يطمئنّ قبل ارتفاعه عن أقلّ الرّكوع فاتته الرّكعة فيتبع الإمام فيما هو فيه ويأتي بركعة بعد سلام الإمام.

“Banyak terjadi pada imam-imam, bahwasanya mereka mempercepat bacaanya maka tidak mungkin bagi makmum membaca al Fatihah dengan sempurna setelah bangun dari sujud sebelum imam melakukan rukuk, maka bagi makmum itu rukuk (rukuk mengikuti imam), sebab rukuknya imam dan itu dihitung rakaat dan meskipun itu terjadi dalam semua rakaat. Maka apabila seseorang itu tertinggal dari imam karena menyempurnakan al Fatihah sehingga imam dalam keadaan bangun dari ruku’ atau seseorang itu ruku’ sebab rukuknya (bersama) imam, akan tetapi tidak melakukan tuma’ninah, maka rakaat tersebut hilang. Kemudian makmum mengikuti imam setelah menyempurnakan al Fatihah dan makmum menambahi satu raka’at setelah imam salam.”

Baca Juga:  Takbiratul Ihram Rukun Shalat Kedua: Ini Tata Cara Takbiratul Ihram yang Harus Anda Pahami

Sehingga kesimpulannya adalah ketika makmum tertinggal bacaan shalat (bacaan ayat Al-Quran) oleh imam maka tetap mengikuti imam. Dikarenakan jika imam sudah rukuk dan bangun lagi, makmum akan dianggap kehilangan satu rakaat dan harus menambah rakaat lagi setelah imam selesai salam.

Demikian semoga uraian menenai ini menjadi wasilah kita untuk semakin rajin dan menjadi lebih baik dalam menjalankan ibadah shalat. Wallahu’alam bisshowab.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik

Leave a Reply

Your email address will not be published.