Antara Jilbab dan Akhlak Adalah Dua Hal yang Berbeda

jilbab dan akhlak

Pecihitam.org – Jilbab dan akhlak adalah dua hal yang berbeda, memang benar seseorang yang berjilbab belum tentu akhlaknya baik dan tidak semua orang baik itu berjilbab. Namun perlu kita garis bawahi keduanya tidak bisa dipukul rata ini salah dan ini benar.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Jilbab dan akhlak adalah dua hal yang berbeda, banyak yang memakai jilbab namun akhlaknya masih kurang. Seperti masih makan sambil berdiri, tertawa keras dan terbahak-bahak bahkan terkadang masih tidak bisa mengontrol emosinya itu tidak jarang kita temui. Hal tersebut menjadikan banyak pertanyaan yang muncul kenapa bisa berjilbab kok masih seperti itu?

Jilbab dan akhlak adalah dua hal yang berbeda, bukan berarti orang berjilbab langsung berubah menjadi malaikat, namun berjilbab adalah salah satu bentuk usaha seorang perempuan muslim untuk memenuhi kewajibannya dalam menutup aurat. Karena menutup aurat adalah hal yang wajib dan perintah dari Allah SWT. Sedangkan akhlak adalah sesuatu yang melekat pada diri setiap individu masing-masing

Sehingga apabila ada perempuan berjilbab namun masih melakukan dosa, itu tidak karena jilbabnya namun karena akhlaknaya. Adapun banyak orang diluar sana yang mengatakan bahwa percuma menutup aurat namun akhlaknya masih minus, percuma buat status islami atau memberikan kata-kata bijak namun dosanya masih saja dilakukan.

Baca Juga:  Apakah Orang yang Sudah Meninggal Bisa Mendengar dan Melihat? Ini Penjelasannya.

Perlu kita semua sadari bahwa tidak ada yang percuma dalam melakukan kebaikan. Karena apa yang mereka katakan tidak akan mengubah sedikitpun tentang hukum menutup aurat atau berjilbab.

Berjilbablah sebagai bentuk usahamu dalam menutup aurat, jangan menunggu sampai akhlakmu baik, mau dosa yang diperbuat sebesar apapun bahwa menutup aurat adalah kewajiban, tidak ada alassan untuk tidak menutup auratmu. Baik ataupun tidak itu adalah urusan pribadi masing-masing.

Dalam surat Al-Ahzab Allah memerintahkan untuk menutup aurat dengan berjilbab, karena sebagai identitas atau agar dapat mengenali dia diantara perempuan yang lain, agar dapat dikenali bahwa perempuan tersebut adalah seorang muslimah.

يَاأَيُّهَاالنَّبِيُّ قُلْ لِّأَزْوَجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَآءِ الْمُؤْمِنِيْنَ يُدْنِيْنَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَبِيْبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلاَ يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُرًا رَحِيْمًا

“Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istrii orang mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka! Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenali (menjadi identitas), dan karenanya mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,” (QS. Al-Ahzab:59)

Dari ayat diatas dijelaskan bahwa jilbab adalah menjadi ciri khas seorang muslimah dan agar membedakan dia adalah umat Islam atau non Islam serta meminimalisir kejahatan atau pelecehan terhadap kaum perempuan. Sehingga dapat dikatakan dimulai dari hal sederhana yaitu memakai jilbab kemudian memperbaiki akhlak, karena dengan sendirinya semakin hari akhlaknya akan bertambah lebih baik lagi.

Baca Juga:  Keutamaan Orang Yang Sabar yang Terdapat dalam Al Quran dan Hadits

Adapun bagi yang belum berjilbab juga kita tidak boleh langsung menganggap perempuan tersebut tidak baik. Kemmbali lagi bahwa jilbab dan akhlak adalah dua hal yang berbeda. Yang dibutuhkan adalah jika ada perempuan muslim yang baik namun belum berjilbab tidak perlu dijauhi dan tidak perlu di cemooh, namun di arahkan atau setidaknya saling mengingatkan.

Selama kita berusaha menjadi yang lebih baik itu adalah satu peningkatan yang baik. Karena ketika kita mengiringi hal buruk dengan perbuatan baik, maka hal buruk itu akan tertutup dengan kebaikan. Semua orang memiliki karakter yang berbeda-beda, proses menuju yang lebih baik bukanlah proses yang mudah, bukanlah sesuatu yang instan.

Baca Juga:  Rumus Mencari Calon Istri Terbaik dari Bapak Matematika, al Khawarizmi

Semuanya butuh yang namanya sebuah proses panjang sedikit demi sedikit. Tidak perlu mencaci atau menggunjing, karena belum tentu kita lebih baik dari pada orang yang kita caci. Karena tidak ada yang tau apa yang ada didalam hati tiap orang.

Bisa jadi orang yang kita caci ternyata imannya lebih kuat atau bahkan dia lebih baik dari kita dimata Allah. Karena terkadang prinsip seseorang adalah tidak harus terlihat baik dimata orang lain, yang terpenting adalah ketaattannya kepada sang Maha Pencipta. Itulah yang dapat dikatakan akhlak yang baik. Dari sini mengajarkan bahwa jangan mudah menjudge seseorang baik atau buruk. Wallahua’lam bisshawab.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik