Disambut Meriah Warga Banten, KH. Said Aqil Siradj: Islam Nusantara Ajaran Yang Dibalut Kearifan Lokal

Pecihitam.org, LEBAK – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Said Aqil Siradj melakukan kunjungan ke Kabupaten Lebak untuk bersilaturahmi secara langsung dengan warga Nahdlatul Ulama (NU) dan masyarakat Kabupaten Lebak. Kunjungan itu dilakukan oleh Ketua PBNU di kediaman Mulyadi Jayabaya, Jalan Raya Rangkasbitung-Pandeglang KM 7 Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Berdasarkan pantauan di lokasi, KH. Said Aqil tiba di bumi Multatuli dengan menggunakan Helikopter pada pukul 11.30 WIB. Kedatangan Ketua PBNU tersebut disambut hangat oleh tokoh masyarakat Lebak Mulyani Jayabaya, Wakil Bupati Lebak Ade Sumardi beserta rombongan, dan mendapatkan pengawalan ketat dari anggota Banser GP Ansor Lebak.

KH. Said Aqil mengungkapkan, kedatangannya tersebut tidak lain untuk menjalin tali silahturahmi dengan warga NU dan masyarakat di Provinsi Banten, khususnya di Kabupaten Lebak. Ia mengatakan, kunjungan tersebut merupakan suatu kewajiban bagi dirinya sebagai Ketua PBNU.

Baca Juga:  Barus Sebagai Titik Nol Islam di Nusantara, Benarkah?

“Ini kewajiban saya untuk bersilaturahmi, dan menyapa warga khususnya pengurus cabang NU,” kata ketua PBNU dua periode tersebut, Kamis (13/11/2019). Dukutip Redaksi24

Dalam kunjungannya, beliau berkesempatan untuk mengisi tausiah dan memberi pemahaman terhadap para santri dan masyarakat di Lebak tentang Islam Nusantara. Dalam tausiyahnya, ia mengatakan, sampai saat ini masih banyak masyarakat yang masih belum paham apa itu Islam Nusantara, dan malah menyamakannya dengan Radikalisme.

“Islam Nusantara itu bukan suatu gerakan Radikal, tapi ajaran Islam yang dibalut dengan kearifan lokal di Indonesia. Islam di Indonesia ini memiliki budaya yang beragam tapi sama, sama sama berlandaskan Al-Qur’an dan Hadist,” tandasnya.

Setelah mengisi tausiyah, KH. Said Aqil Siradj langsung berpamitan dengan seluruh tamu undangan yang hadir dalam silahturahmi tersebut, dan langsung pulang ke Jakarta dengan menggunakan Helikopter.


Baca Juga:  Tidak Perlu Arabisasi, Islam Nusantara Punya Wajahnya Sendiri
Adi Riyadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *