Doa Ketika Melihat Orang Lain Tertimpa Musibah

Doa melihat orang tertimpa musibah

Pecihitam.org – Datangnya musibah memang bukan harapan setiap manusia. Namun, jika musibah itu datang, maka sebagai makhluk pun harus menerima dan sabar dalam menghadapinya. Dan bagi mereka yang tidak tertimpa musibah, dianjurkan untuk berdoa baik untuk diri sendiri maupun orang lain agar ia dijauhkan dari musibah tersebut.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Sebenarnya banyak doa yang sunnah untuk diucapkan saat seseorang sedang tertimpa musibah, tujuannya agar Allah menyelamatkan dari marabahaya tersebut. Sebab, musibah bisa datang dimana saja dan kapan saja.

Inilah salah satu riwayat yang menjelaskan tentang doa saat melihat orang yang tertimpa musibah.

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ خَارِجَةَ بْنِ مُصْعَبٍ عَنْ أَبِي يَحْيَى عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ وَلَيْسَ بِصَاحِبِ ابْنِ عُيَيْنَةَ مَوْلَى آلِ الزُّبَيْرِ عَنْ سَالِمٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ فَجِئَهُ صَاحِبُ بَلَاءٍ فَقَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي عَافَانِي مِمَّا ابْتَلَاكَ بِهِ وَفَضَّلَنِي عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيلًا عُوفِيَ مِنْ ذَلِكَ الْبَلَاءِ كَائِنًا مَا كَانَ

Baca Juga:  Teks Maulid Simtuduror Karya Habib Ali bin Muhammad

Dari Ibnu Umar ra berkata, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa dikejutkan oleh orang yang tertimpa musibah, kemudian dia mengucapkan; “Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkanku dari musibah yang menimpamu, dan memberi kelebihan kepadaku atas semua yang di ciptakan-Nya dengan kelebihan yang sempurna.” Maka dia akan diselamatkan dari musibah itu bagaimanapun juga.”

Hadits tersebut diriwayatkan oleh Ibnu Majah, dan hukum haditsnya adalah Hasan. Namun, terdapat riwayat lain yang menguatkannya, yaitu riwayat Imam al-Tirmidzi dari Abu Hurairah ra,

حَدَّثَنَا أَبُو جَعْفَرٍ السِّمْنَانِيُّ وَغَيْرُ وَاحِدٍ قَالُوا حَدَّثَنَا مُطَرِّفُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْمَدِينِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ الْعُمَرِيُّ عَنْ سُهَيْلِ بْنِ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ رَأَى مُبْتَلًى فَقَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي عَافَانِي مِمَّا ابْتَلَاكَ بِهِ وَفَضَّلَنِي عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيلًا لَمْ يُصِبْهُ ذَلِكَ الْبَلَاءُ

Baca Juga:  Bacaan Lengkap Wirid Rabithah dan Keutamaannya dalam Hadis Nabi

Dari Abu Hurairah, ia berkata; Rasulullah shallallahu wa’alaihi wa sallam bersabda: “Barang siapa melihat orang yang tertimpa musibah kemudian mengucapkan; Al HAMDULILLAAHILLAADZII ‘AAFAANII MIMMAABTALAAKA BIHI WA FADHDHALANII ‘ALAA KATSIIRIN MIMMAN KHALAQA TAFDHIILAN (Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkanku dari musibah yang diberikan kepadamu, dan melebihkanku atas kebanyakan orang yang Dia ciptakan) maka ia tidak tertimpa musibah tersebut.”

Hadits kedua ini shahih hukumnya, maka hadits yang pertama yang berstatus Hasan, dikuatkan dengan hadits kedua yang bersifat shohih.

Dua riwayat tersebut selain menjelaskan doa agar tidak tertimpa musibah, juga menjelaskan untuk tidak menghina bahkan mendiskrimnasi orang yang terkena musibah. Oleh sebab itu, Rasul mengancurkan agar sebaiknya berdoa atas keselamatan diri kita dan juga orang lain.

Sebab jika ada saudara kita yang tertimpa musibah, kemudian kita mengejeknya, maka bisa jadi kitalah korban selanjutnya. Oleh sebab itu, seharusnya sebagai sesama saudara, saat ada yang tertimpa musibah, maka kewajiban bangi kita untuk berbela sungkawa, dan mendoakan mereka, agar tetap diberi kesabaran dan masih dalam ketetapan imannya.

Baca Juga:  Inilah Doa Tolak Bala Agar Kita Terhindar Dari Marabahaya

Demikianlah doa yang dapat diucapkan saat melihat orang yang tertimpa musibah, maka janganlah lupa untuk dibaca saat kita dalam posisi selamat dari marabahaya. Dan tetap bersabar pula saat kita dalam posisi sebaliknya.

Terakhir, jangan pernah mengolok atau mengguncing orang yang terkena berduka karena musibah, bahkan sampai menyebarkan fitnah atas dirinya. Wal’iyadzu Billah. Semoga bermanfaat. Wallahu A’lam bisshowab.

Nur Faricha