Hadits Shahih Al-Bukhari No. 602 – Kitab Adzan

Pecihitam.org – Hadits Shahih Al-Bukhari No. 602 – Kitab Adzan ini, Imam Bukhari memulai hadis ini dengan judul “Tidak Pergi[1] untuk Shalat dengan Tergesa-Gesa. Hendaknya Berdiri[2] dengan Perlahan dan Tenang” Hadis dari Abdullah bin Abu Qatadah dari bapaknya ini menjelaskan bahwa dia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Apabila qamat untuk shalat telah dilakukan maka janganlah kalian berdiri hingga kalian melihatku, dan hendaklah kalian bersikap tenang.” Keterangan hadist dikutip dan diterjemahkan dari Kitab Fathul Bari Jilid 4 Kitab Adzan. Halaman 123-124.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ قَالَ حَدَّثَنَا شَيْبَانُ عَنْ يَحْيَى عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي قَتَادَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أُقِيمَتْ الصَّلَاةُ فَلَا تَقُومُوا حَتَّى تَرَوْنِي وَعَلَيْكُمْ بِالسَّكِينَةِ

Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami [Abu Nu’aim] berkata, telah menceritakan kepada kami [Syaiban] dari [Yahya] dari [‘Abdullah bin Abu Qatadah] dari [Bapaknya] berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jika iqamah telah dikumandangkan maka janganlah berdiri hingga kalian melihat aku, dan hendaklah kalian melakukannya dengan tenang.”

Baca Juga:  Hadits Shahih Al-Bukhari No. 278-280 – Kitab Mandi

Keterangan Hadis: Demikian judul bab yang terdapat dalam riwayat Al Hamawi, sedangkan dalam riwayat Al Mustamli tertulis, “Bab tidak pergi untuk shalat”. Sementara dalam riwayat Al Kasymihani judul ini tidak dicantumkan. Adapun dalam riwayat yang lainnya kedua versi itu disebutkan sekaligus, yaitu “bab tidak pergi untuk shalat dan tidak berdiri (untuk shalat) dengan tergesa-gesa…” dan seterusnya.

(Tidak pergi) Seakan-akan Imam Bukhari hendak mensinyalir riwayat Ibnu Sirin dalam hadits Abu Hurairah yang disebutkan Imam Muslim dengan lafazh, إذا ثوب بالصلاة فلا يسعى إليها أحدكم  (Apabila qamat untuk shalat telah dilakukan, maka janganlah salah seorang di antara kamu tergesa-gesa menuju kepadanya [shalat]).

Dalam riwayat Abu Salamah dari Abu Hurairah yang disebutkan Imam Bukhari pada bab “Berjalan menuju shalat Jum’at” dalam kitab shalat Jum’at disebutkan, إذا أقيمت الصلاة فلا تأتوها تسعون (Apabila qamat untuk shalat telah dilakukan, maka janganlah kalian mendatanginya dalam keadaan tergesa-gesa). Penjelasan mengenai perpaduan antara hadits ini dengan firman Allah SWT dalam surah Al Jumu’ah ayat 9, فَٱسْعَوْا۟ إِلَىٰ ذِكْرِ ٱللَّهِ (Maka bersegeralah menuju dzikir kepada Allah), akan disebutkan di tempat itu.

Baca Juga:  Begini Pendekatan dan Metode Syarah Hadis Era Modern

وَعَلَيْكُمْ بِالسَّكِينَةِ (hendaklah kalian tenang) Demikian yang terdapat dalam riwayat Abu Dzar dan Karimah. Sedangkan  dalam riwayat Al Ashili dan Abu Al Waqt menggunakan lafafzh, وَعَلَيْكُمْ السَّكِينَة tanpa huruf ba’. Demikian pula yang diriwayatkan oleh Abu Awanah dari beberapa jalur dari Syaiban.

تَابَعَهُ عَلِيّ بْن الْمُبَارَك (diriwayatkan pula oleh Ali bin Al Mubarak) yakni dari Yahya. Adapun riwayat beliau ini telah disebutkan dengan sanad yang lengkap (maushul) oleh Imam , Bukhari dalam kitab tentang “Al Jumu’ah” dengan lafazh, وَعَلَيْكُمْ السَّكِينَة yakni tanpa huruf ba”. Abu Al Abbas Ath-Thuraqi berkata, “Keterangan tambahan ini hanya diriwayatkan oleh Syaiban dan Ali bin Al Mubarak dari Yahya. Tapi perkataan ini ditanggapi dengan mengatakan bahwa Muawiyah bin Salam telah meriwayatkan keterangan yang sama dari Yahya. Hal ini disebutkan oleh Abu Daud setelah menyebutkan Aban dari Yahya, dimana dia berkata, ‘Riwayat ini dinukil oleh Muawiyah bin Salam dan Ali bin Al Mubarak dari Yahya, dimana keduanya berkata, حَتَّى تَرَوْنِي وَعَلَيْكُمْ السَّكِينَة (Hingga kalian melihatku dan hendaklah kalian tenang).”

Baca Juga:  Hadits Shahih Al-Bukhari No. 158 – Kitab Wudhu

Saya (Ibnu Hajar) katakan, riwayat mu’allaq (tanpa sanad lengkap) ini telah disebutkan melalui sanad yang lengkap (maushul) oleh Al Ismaili melalui jalur Al Walid bin Muslim dari Muawiyah bin Salam dan Syaiban. Semuanya dari Yahya, sebagaimana dikatakan AbuDaud.


[1] Dalam salah satu naskah tertulis, “Tidak berdiri”

[2] Dalam salah satu naskah terdapat tambahan, “Menuju kepadanya”.

M Resky S