Hifdzun Nafsi, Pentingnya Menjaga Diri dan Jiwa

menjaga diri dan jiwa

Pecihitam.org – Di zaman yang serba canggih ini, jika tak dibarengi dengan kekuatan intelek yang tak cukup tinggi, maka menjadikan seseorang mudah untuk dibodohi. Tak perlu membutuhkan waktu yang lama, sebab kejahatan bisa berlangsung dalam sekejap mata dan bisa datang kapan saja. Dengan berbagai penyamaran yang dilakukan, maka korban pun sangat mudah untuk ditaklukkan.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Oleh karena itu, Islam mengajarkan bahwa menjaga diri (hifdzun nafsi) itu sangat penting, sebab dengan kita menjaga diri, maka kita pun dapat melindungi apa yang kita punya, seperti harta dan yang lainnya.

Tak salah jika kita sering mendengar atau membaca pamflet tentang waspada terhadap kejahatan, sebab kejahatan pun kadang datang dari orang tak terduga. Maka menjaga diri dengan sebaik mungkin adalah kuncinya, juga untuk tidak mudah percaya dengan orang lain, apalagi dengan orang yang baru saja dikenal.

Upaya hifdzun nafsi menjaga diri dan jiwa juga bisa dilakukan dengan memperbanyak membaca wirid, hizb, dan juga shalawat, karena doa-doa tersebut akan menjadi benteng bagi manusia dari kejamnya kejahatan yang ada di dunia.

Baca Juga:  Jangan Anggap Remeh! Inilah 5 Ancaman Jika Kamu Enggan Bayar Hutang

Dalam al-qur’an pun Allah menjelaskan kepada hambanya untuk dapat menjaga diri dan keluarganya, pada surat al-Tahrim ayat 6,

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu  dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah atas apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan’

Dalam tafsir Rouhul Bayan karya Abul Fada’ juga dijelaskan selain mejaga diri dan keluarga agar terhindar dari api neraka, dengan cara menjauhkan diri dari maksiat, juga menjaga diri dan keluarga dari kejahatan yang ada di dunia.

Karena, jika Allah saja memerintahkan untuk menjaga diri dan keluarga dari panasnya api neraka yang sangat dahsyat panasnya, tentu Allah pun memerintahkan untuk mejaga diri dari kejahatan dunia. Maka seyogianya sebagai hamba yang percaya atas pertolngan Allah untuk selalu meminta perlindungan kepadaNya dimanapun berada.

Baca Juga:  Jangan Mudah Menuduh Orang Lain, Lebih Baik Koreksilah Diri Sendiri

Terkadang kejahatan dunia itu tak terlihat, seperti melalui sihir dan sejenisnya, nah kejahatan-kejahatan seperti inilah yang tidak bisa dilawan secara fisik, sebab ia tak kasat mata, dan hanya bisa diatasi dengan meminta perlindungan kepada Yang Maha Kuasa. Yang perlu digaris bawahi juga selalu menjaga shalat dimanapun berada, bahkan dalam kondisi apapun.

Dan di era seperti ini kejahatan kerap kali terjadi itu dari media sosial, entah kejahatan yang berbentuk penipuan, hipnotis, atau yang lainnya. Yang harus diperhatikan adalah pandai-pandailah kita dalam bermedia, karena didalamnya banyak kejahatan pun kebaikan. Oleh karena itu bagi orang tua untuk selalu mengawasi anaknya dalam bersosial media, karena belakangan ini banyak terjadi peculikan anak lewat game online yang ada di sosial media.

Baca Juga:  Enam Modal Penuntut Ilmu Ini Harus Kita Pegang Teguh

Bagaimanapun bentuk kejahatan yang ada, sebagai manusia biasa, kewajiban yang harus dilakukan adalah untuk selalu berhati-hati saat akan melakukan pekerjaan, apalagi jika berhubungan dengan orang yang tak dikenal.

Maka jika menjumpai apapun yang janggal dalam hati, maka berhentilah sejenak, lalu tenangkan diri, barangkali kejahatan sedang mengelabuhi. Waspadalah! Sebab kejahatan bisa datang kapan saja dimana saja dan oleh siapa saja.

Semoga Allah selalu melindungi kita semua. Amin. Wallahu A’lam Bisshowab.  

Nur Faricha