Ketika Imam At-Thabari Di Tuduh Syiah dan Atheis Bagian 1

Imam At-Thabari Di Tuduh Syiah

Pecihitam.org – Bagi sebagain besar umat Islam, siapa yang tak kenal dengan Imam Muhammad bin Jarir Abu Ja’far at-Thabari penulis sebuah kitab tafsir terkenal Tafsir At-Thabari. Sebenarnya nama kitab tafsir beliau adalah Jami’ al-Bayan an Ta’wil Ayi al-Qur’an, namun kebanyakan orang lebih mengenalnya dengan nama Tafsir at-Thabari.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Konon sebelum menulis kitab tersebut, Imam At-Thabari melakukan shalat istikharah dahulu selama 3 tahun. Beliau meminta pertolongan kepada Allah Swt agar dimudahkan dalam penulisannya. Itu sebabnya, tak heran akhirnya kitab tersebut menjadi salah satu rujukan tafsir yang terpercaya hingga kini.

Selain kitab Jami’ al Bayan, beliau menulis banyak kitab lain, diantaranya: kitab Tahdzib al-Atsar, Tarikh at-Thabari atau yang yang bernama Tarikh ar-Rusul wa al-Anbiya’ wa al-Muluk wa al-Khulafa’, dan masih banyak lagi yang lain.

Imam Ibnu Katsir ad-Dimasyqi (w. 774 H) dalam Bidayah wa an Nihayah menuliskan bahwa Ibnu Jarir selama 40 tahun, setiap harinya beliau menulis 40 halaman buku. Bisa dibayangkan kira-kira sudah berapa halaman yang beliau tulis selama itu?

Ibnu at Thabari Didzalimi

Meski beliau seorang ulama, dengan banyak karya kitabnya yang diakui dan selalu dibaca oleh hampir setiap generasi muslim sampai sekarang, ternyata ada kisah memilukan di balik kehidupan beliau. Bahkan sampai beliau wafat.

Baca Juga:  Bid'ah Dan Ghuluw Saat Wafatnya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah

Sebentar, agar tidak keliru sebelumnya musti kita garis bawahi bahwa dalam literatur sejarah ulama, akan kita temukan dua nama Abu Ja’far ibn Jarir at-Thabari yang hampir mirip. Imam Abu Ja’far at Thabari adalah seorang mujtahid muthlak bermadzhab Syafi’i.

Sedangkan satunya adalah tokoh Syiah Rafidhah namanya Muhammad bin Jarir bin Rustum Abu Ja’far at-Thabari. Dia mengarang kitab: ar-Ruwat an Ahli al-Bait, al-Mustarsyid fi al-Imamah. Ada yang mengatakan dia adalah ulama’nya Syiah Imamiyyah.

Agar tidak keliru, Imam ad-Dzahabi (w. 748 H) menuliskan biografi Abu Ja’far at-Thabari as-Syi’i ini langsung setelah menuliskan biografinya Imam Abu Ja’far at-Thabari (w. 310 H). (Syamsuddin ad-Dzahabi w. 748 H, Siyaru A’lam an-Nubala’, hal. 11/ 175) Imam Abu Ja’far at-Thabari (w. 310 H).

Lantas apa kisah pilu yang menimpa beliau? Mari kita baca ceritanya perlahan-lahan.

Ibnu Katsir (w. 774 H) menyitir perkataan Abu Bakar bin Huzaimah (w. 311 H) ketika berkomentar tentang Ibnu Jarir ini:

ما أعلم على أديم الأرض أعلم من ابن جرير، ولقد ظلمته الحنابلة

Saya tak pernah temui di bumi ini orang yang lebih alim dari Ibn Jarir, sayangnya beliau didzalimi oleh Hanabilah. (Ismail ibn Katsir w. 774 H, al-Bidayah wa an-Nihayah, hal. 11/ 166, Syamsuddin ad-Dzahabi w. 748 H, Siyaru A’lam an-Nubala’, hal. 11/ 168).

Ya, Abu Ja’far ar Thabari didzalimi oleh “oknum” di zamannya. Oknum dari para pengikut madzhab Hanbali. Bahkan sampai akhir hayat beliau. Perlu dicatat, beliau dizhalimi oleh oknum dan ini bukan pengikut Madzhab Hanbali abad ini ya, namun pengikut Hanbali di abad ke-4 Hijriyyah.

Baca Juga:  5 Fakta Unik yang Perlu Anda Tahu Tentang Imam Sibawaih

Abu Ja’far Dituduh Rafidhah dan Ilhad (atheis)

وادعوا عليه الرفض، ثم ادعوا عليه الإلحاد

Mereka menuduh Ibnu Jarir sebagai Rafidhah, lalu menuduhnya dengan ilhad (atheis). (Izzuddin bin al-Atsir w. 630 H, al-Kamil fi at-Tarikh, hal. 6/ 677)

Tuduhan ini cukup serius, karena beliau dituduh sebagai syiah rafidhah dan ilhad (atheis). Jadi tuduh-menuduh orang lain, meski itu sudah level ulama besarpun ternyata memang sudah ada sejak zaman dahulu.

Maka, kalau sekarang kok masih ada yang sedikit-sedikit menuduh-nuduh orang lain yang tidak sepaham dan sealiran dengan tuduhan syiah, sesat, kafir dan yang hampir-hampir mirip, ya tidak usah kaget.

Diboikot dan Dilarang Mengajar

Ternyata selain dituduh, Imam at Thabari juga diboikot untuk mengajar. Hal ini sebagaimana yang ditulis oleh Imam Ibn Katsir (w. 774 H), Imam Syihabuddin ar-Rumi (w. 626 H), dan Imam ad-Dzahabi (w. 748 H).

Baca Juga:  Mohammad Natsir; Menghidupkan Pendidikan Islam dari Zakat

لأن الحنابلة كانوا يمنعون أن يجتمع به أحد

Para pengikut Hanabilah melarang orang-orang untuk berkumpul dangan Imam Ibn Jarir(Ismail ibn Katsir w. 774 H, al-Bidayah wa an-Nihayah, hal. 11/ 166).

ولقد ظلمته الحنابلة؛ قال: وكانت الحنابلة تمنع [منه] ولا تترك أحدا يسمع عليه

Para pengikut Hanabilah telah mendzalimi Imam Ibn Jarir (w. 310 H). Mereka melarang orang-orang untuk ngaji kepadanya, bahkan tak membiarkan satupun mendengarkan Imam Ibn Jarir. (Syihabuddin ar-Rumi al-Hamawi w. 626 H, Mu’jam al-Udaba’, hal. 6/ 2443)

وكانت الحنابلة تمنع من الدخول عليه

Hanabilah melarang orang untuk masuk ikut ngaji kepada Imam Ibnu Jarir Thabari.(Syamsuddin ad-Dzahabi w. 748 H, Siyaru A’lam an-Nubala’, hal. 11/ 168).

Bersambung bagian 2

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik