Inilah Keutamaan Silaturahmi Dalam Islam

Inilah Keutamaan Silaturahmi Dalam Islam

PeciHitam.org – Menjaga silaturahmi dalam islam adalah salah satu metode mewujudkan ukhuwah islamiyah dengan cara mengunjungi sanak keluarga dan saudara. Karena itu, silaturahmi sangat dianjurkan oleh Rasulullah hingga memiliki keutamaan keutamaan yang tidak dimiliki ibadah lain, lalu apa saja sih keutamaan silaturahmi dalam islam?

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Sebelumnya, perlu diketahui bahwa amalan dalam islam tidak hanya berupa ibadah seperti shalat, puasa, zakat dan sebagainya, melainkan juga tersenyum, dan menjalin tali silaturahmi.

Hikmah dari menjaga keutamaan silaturahmi dalam islam yaitu selain membuat orang lain yang kita kunjungi merasa senang, silaturahmi termasuk amalan yang dianjurkan bagi umat Islam sehingga berpahala bagi yang melaksanakanya.

Berikut adalah keutamaan silaturahmi dalam islam:

Merupakan wujud iman kepada Allah SWT.

Silaturahmi merupakan tanda seseorang beriman kepada Allah SWT, sebagaimana hadist yang diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ اْلآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ, وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ اْلآخِرِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

Artinya: “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia memuliakan tamunya, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maha hendaklah ia menyambung hubungan silaturahmi.”

Baca Juga:  Pembunuh Ali Bin Abi Tholib Ternyata Seorang Hafidzh Qur'an

Dipanjangkan umur dan diluaskan rezekinya.

Orang yang suka mengunjungi sanak saudaranya serta menjalin silaturhami akan dipanjangkan umur dan diluaskan rezekinya, sebagaimana hadist Rasullullah SAW:

مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِى رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِى أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

Artinya: “Barangsiapa yang senang diluaskan rizqinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung hubungan silaturahmi.”

Terhubung dengan Allah SWT

Silaturahmi sama halnya menyambung hubungan dengan Allah SWT, sebagaimana hadist yang diriwayatkan Abu Hurairah ra. Rasulullah SAW bersabda:

إَنَّ اللهَ خَلَقَ الْخَلْقَ حَتَّى إِذَا فَرَغَ مِنْهُمْ قَامَتِ الرَّحِمُ فَقَالَتْ: هَذَا مَقَامُ الْعَائِذُ بِكَ مِنَ الْقَطِيْعَةِ. قَالَ: َنعَمْ, أَمَا تَرْضَيْنَ أَنْ أَصِلَ مَنْ وَصَلَكَ وَأَقْطَعَ مَنْ َقطَعَكَ؟ قَالَتْ: بَلَى. قَالَ: فَذَلِكَ لَكَ

Artinya: “Sesungguhnya Allah swt menciptakan makhluk, hingga apabila Dia selesai dari (menciptakan) mereka, rahim berdiri seraya berkata: ini adalah kedudukan orang yang berlindung dengan-Mu dari memutuskan. Dia berfirman: “Benar, apakah engkau ridha jika Aku menyambung orang yang menyambung engkau dan memutuskan orang yang memutuskan engkau?” Ia menjawab: iya. Dia berfirman: “Itulah untukmu”.

Dijauhkan dari neraka dan penyebab masuk surga.

Baca Juga:  Perbedaan Metode Kritik Hadis Versi Muhaditsin dan Sejarawan

Balasan bagi orang yang menyambung tali silaturahmi adalah dijauhkan dari api neraka dan didekatkan dengan surga. Sebagaimana dijelaskan dalam hadist berikut:

 تَعْبُدُ اللهَ وَلاَ تُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا وَتُقِيْمُ الصَّلاَةَ وَتُؤْتِيَ الزَّكَاةَ وَتَصِلُ الرَّحِمَ

Artinya: “Engkau menyembah Allah swt dan tidak menyekutukan sesuatu dengan-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan menyambung tali silaturahmi” (HR Bukhari dan Muslim)

Dalam suatu riwayat:

 إِنْ تَمَسَّكَ بِمَا أَمَرْتُهُ بِهِ دخَلَ َالْجَّنَّةَ

Artinya: “Jika dia berpegang dengan apa yang Kuperintahkan kepadanya niscaya ia masuk surga.”

Merupakan bentuk dari ketaatan kepada Allah SWT.

Menyambung silaturahmi adalah salah satu hal yang diperintahkan oleh Allah SWT maka dengan menjalankan perintah-Nya, kita taat kepada Allah SWT dan menjalin silaturahmi juga merupakan cara meningkatkan akhlak terpuji.

وَٱلَّذِينَ يَصِلُونَ مَآ أَمَرَ ٱللَّهُ بِهِۦٓ أَن يُوصَلَ وَيَخۡشَوۡنَ رَبَّهُمۡ وَيَخَافُونَ سُوٓءَ ٱلۡحِسَابِ 

Artinya: “dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan, dan mereka takut kepada Tuhannya dan takut kepada hisab yang buruk.” (QS. Ar-Ra’d 13:21)

Pahala seperti memerdekakan budak.

Ummul mukminin Maimunah binti al-Harits ra. memerdekakan budak yang dimilikinya dan tidak memberi kabar kepada Rasulullah SAW sebelumnya, maka tatkala pada hari yang menjadi gilirannya, ia berkata: “Apakah engkau merasa wahai Rasulullah bahwa sesungguhnya aku telah memerdekakan budak milikku?”, Beliau bertanya: “Apakah sudah engkau lakukan?”, Dia menjawab: “Ya”, Beliau bersabda:

Baca Juga:  Cara Mendoakan Non Muslim, Adakah Tuntunannya dalam al-Quran? Ini Penjelasannya

أَمّا إِنَّكِ لَوْ أَعْطَيتِهَا أَخْوَالَكِ كَانَ أَعْظَمَ ِلأَجْرِكِ

Artinya: “Adapun jika engkau memberikannya kepada paman-pamanmu niscaya lebih besar pahalanya untukmu.”

Bersedekah kepada keluarga sendiri tidak seperti sedekah terhadap orang lain.

Bersilaturahmi dan bersedekah adalah salah satu perbuatan mulia yang memiliki manfaat besar dan bersedekah kepada keluarga lebih diutamakan daripada bersedekah kepada orang lain. Hadis dari Salman bin ‘Amir ra., Rasulullah SAW bersabda:

الصَّدَقَةُ عَلَى الْمِسْكِيْنِ صَدَقَةٌ وَعَلَى ذِي الرَّحِمِ اثْنَتَانِ: صَدَقَةٌ وَصِلَةٌ

“Sedekah terhadap orang miskin adalah sedekah dan terhadap keluarga sendiri mendapat dua pahala: sedekah dan silaturahmi.” (HR Tirmidzi)

Demikianlah keutamaan silaturahmi dalam islam dan ganjaran yang kita peroleh jika melakukannya. Islam mengajarkan untuk selalu memiliki akhlak terpuji dan beramal shaleh.

Mochamad Ari Irawan

Leave a Reply

Your email address will not be published.