Lawan Hoax, GP Ansor Kubu Raya Adakan Ngaji Literasi Informasi

Lawan Hoax, GP Ansor Kubu Raya Adakan Ngaji Literasi Informasi

Pecihitam.org – Di era digital ini, informasi dengan mudah dapat tersebar. Dulu pada masa-masa media cetak sebagai media informasi favorit, suatu berita paling cepat satu hari baru bisa tersebar. Kemudian saat media televisi datang, satu jam berita sudah bisa tersebar.

Kini di era medsos, berita langsung tersebar bersamaan dengan terjadinya peristiwa. Tiap detik FB ramai dengan berita terbaru dan vlog kondisi terkini. Sekilas ini nampak sebuah kemajuan dari teknologi mutakhir. Tapi Karena tidak adanya filter dan pengetahuan mana yang hoax dan ujaran kebencian tak jarang informasi itu justru menjadi pemicu perdebatan di jagat maya.

Merespon fenomena ini, Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Kubu Raya mengadakan kegiatan Ngaji Literasi Informasi dengan tema “Pemanfaatan Media Sosial di Era Kecanggihan Teknologi” yang bertempat di Aula Kantor Bupati Kubu Raya, Sabtu (21/09).

Ngaji Literasi yang dimoderatori Abdul Hakim, Ketua PAC GP Ansor Sungai Ambawang dan daosen Hukum Islam di IAIN Pontianak ini menghadirkan beberapa pemateri dari lintaa sektor. Dari akademisi, ada Dr. Ibrahim selaku dosen Ilmu Komunikasi dan Komunikasi Islam di IAIN Pontianak. Saat menyampaikan materi, ia menegaskan pemanfaatan teknologi harus diimbangi dengan pengetahuan literasi yang mumpuni.

Baca Juga:  Bukan Ritual, Penyatuan Air dan Tanah di IKN Sekedar Simbolis
Lawan Hoax, GP Ansor Kubu Raya Adakan Ngaji Literasi Informasi

“Pemanfaatan tekhnologi harus diimbangi dengan pengetahuan literasi yang mumpuni agar kita bisa memilah dan memilih informasi, sehingga informasi yang kita dapatkan atau kita bagikan tidak mengandung hoax, pencemaran nama baik, ujaran kebencian dan lain sebagainya yang dapat melanggar Undang-Undang dan hukum yang berlaku”, terang Pak Ibrahim yang saat ini juga mengemban amanah sebagai Ketua Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Kalimantan Barat.

Dari pegiat media sosial, Sahabat Subro didaulat untuk berbagi ilmu tentang media sosial. Dia menitikberatkan agar para kader lebih bijaksana dan tidak gegabah dalam mendapatkan informasi.

“Jangan mudah terpancing dengan isu hoax sebelum ada klarifikasi atau tabayyun terlebih dahulu”, pesan pria yang juga merupakan Sekretaris GP Ansor Kalimantan Barat ini.

Secara hukum, Khairuddin Zacky, Direktur Perkumpulan Bantuan Hukum (PBH) Kalimantan yang juga merupakan jajaran pengurus PC GP Ansor Kubu Raya menjelaskan unsur-unsur informasi yang bisa melanggar UU ITE dan ancaman pidananya.

Ngaji Literasi Informasi diikuti dengan antusias oleh peserta yang terdiri dari seluruh kader Ansor-Banser Kubu Raya serta jajaran PCNU Kubu Raya beserta banom NU lainnya, mulai dari Muslimat, Fatayat, PMII hingga IPNU dan IPPNU.

Acara Ngaji Literasi ini juga dihadiri Gurbani, Ketua BPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kubu Raya dan Anggota dewan terpilih dari kader muda NU, Sahabat Abdullah yang dulunya merupakan aktivis PMII.

Acara berakhir sekitar pukul 16.45 WIB. Suryadi selaku panitia dan Wakil Ketua PC GP Ansor Kubu Raya berharap setelah Ngaji Literasi Informasi, kaum nahdhiyyin khususnya kader muda NU dapat memperoleh dan menambah ilmu serta bisa memanfaatkannya dalam pergaulan sehari-hari, terlebih saat menggunakan media sosial.

Baca Juga:  Pengamat Terorisme Sebut Kelompok Radikal Seperti HTI Akan Jadi Ancaman Jokowi di Periode Kedua

“Karena pada era medsos sekarang ini tidak cukup hanya menjaga lisan, tapi juga harus diimbangi dengan menjaga tulisan. Jarimu adalah harimaumu”, tukasnya.

Faisol Abdurrahman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *