Proses Penciptaan Manusia Menurut Islam Selama di dalam Rahim Ibu

Proses Penciptaan Manusia Menurut Islam

Pecihitam.org – Setiap manusia dilahirkan dari rahim seorang ibu, kecuali Nabiyullah Adam as, karena beliau termasuk manusia pertama di bumi, begitu juga ibu Hawa, yang di ciptakan dari tulang rusuk Adam, sebelum ilmu ilmu modern berkembang, Allah telah menjelaskan dalam al Qur’an dan hadis, tentang  Bagaimana proses Penciptaan manusia dalam perut ibunya.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Dalam hadis shohih riwayat Bukhori bab Takdir hadis No. (6105)

عن عبد الله قال حدثنا رسول الله صلى الله عليه وسلم وهو الصادق المصدوق قال إن أحدكم يجمع في بطن أمه أربعين يوما ثم علقة مثل ذلك ثم يكون مضغة مثل ذلك ثم يبعث الله ملكا فيؤمر بأربع برزقه وأجله وشقي أو سعيد

Dari Abdullah bahwa Rasulullah saw seorang yang jujur lagi dibenarkan bersabda, “sungguh salah seorang diantara kalian dihimpun dalam perut ibunya selama empat puluh hari (berupa sperma), kemudian menjadi segumpal darah semasa waktu itu juga, kemudian menjadi segumpal daging semasa waktu itu pula, lalu Allah mengutus malaikat dan diperintahkannya dengan empat hal; rejekinya, ajalnya, sengsara ataukah bahagia (H.R. Bukhori).

Baca Juga:  Makna Kafaah (Sekufu) dalam Perkawinan yang Harus Kita Pahami

Menurut hadis diatas menjelaskan bahwa tahapan proses penciptan manusia dimulai dari janin di perut ibunya, kemudian dalam jangka waktu 120 hari janin tersebut menglami 3 fase, yaitu 40 hari pertama berupa mani/sperma, sedangkan 40 hari berikutnya berupa segumpal darah, kemudian 40 hari ketiga berupa segumpal daging.

Dikutip dari Journal of Natural Science and Integration, pada awal abad 20 seorang dokter dari ahli biologi berkebangsaan Perancis Muiricc Bucaille, Bucaille mengatakan kejadian manusia pada awalnya terjadi karena pembuahan (fecondation) dalam saluran telur (tuba fallopii). Ada suatu telor (ovum) yang memisahkan dari ovarium pada saat terjadi siklus menstruasi yang menyebabkan pembuahan oleh sperma laki laki (spermatozoa). Satu sel benih sudah memadai dan cukup, walaupun ia mengandung puluhan juta spermatozoa.

Cairan tersebut merupakan hasil kelenjer laki-laki. Untuk sementara cairan tersebut disimpan dalam ruangan dan saluran yang bermuara ke jalan atau saluran air kencing. Dalam cairan tersebut juga terdapat kelenjar tambahan yang berpencar tetapi tidak mengandung unsur pertumbuhan.

Baca Juga:  Amalan Ringan Ini Ternyata Pahalanya Sama dengan Membangun Rumah di Surga

Telor yang dibuahi menetap pada suatu tempat tertentu dalam rahim wanita. Telur tersebut turun sampai ke rahim dan menetap dalam rahim dengan cara berpegangan pada selaput, lendir, dan lengan otot sesudah tersusunnya placenta, jika yang dibuahi tersebut menetap di saluran “fallopian” dan bukan di “uterus” (rahim) maka kehamilan terganggu.

Jika embrio sudah dapat dilihat dengan mata biasa (tidak memakai tehnologi), embrio tersebut terlihat seperti segumpal daging, namun dalam daging tersebut bentuk manusia belum nampak jelas. Bentuk manusia terjadi secara bertahap dan menimbulkan tulang belulang dan perlengkapan lainnya seperti otot, sistem syaraf, sistem sirkulasi, dan pembuluh pembuluh yang lain.

Tahapan tahapan tersebut juga dijelaskan dalam al qur’an:

Baca Juga:  Zakat dan Pajak: Pengertian dan Perbedaannya

وقد خلقكم أطوارا 

“Dan sungguh, Dia (Allah) telah menciptakan kamu dalam beberapa tingkatan (kejadian)”. (Qs. Nuh: 14)

Dan secara ilmiah ternyata para ilmuan juga menerangkan tentang proses kejadian yang sama seperti yang ada dalam Al quran. Yang mana proses kejadian manusia melalui beberapa tahapan, yaitu: 1) setetes cairan yang menyebabkan terjadinya pembuahan (fecandation). 2) watak dan zat cair yang membuahi. 3) menetapnya telor yang udah di buahi. 4) perkembangan embrio.

Berdasarkan uraian diatas, proses penciptaan manusia melalui tahapan yang cukup panjang dan mengalami beberapa tahap sampai akhirnya menjadi manusia yang sempurna bentuknya. Wallahu A’lam.

Nur Faricha

Leave a Reply

Your email address will not be published.