Surah Al-Anfal Ayat 45-46; Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an

Surah Al-Anfal Ayat 45-46

Pecihitam.org – Kandungan Surah Al-Anfal Ayat 45-46 ini mengisyaratkan tentang pentingnya ketegaran jiwa dalam menghadapi musuh. Petunjuk yang dapat diambil dari ayat ini adalah bahwa jika sedang berada dalam sebuah peperangan, tidak dibenarkan lalai sedikitpun dari mengingat Allah (zikir), lebih-lebih pada saat-saat kritis.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Anfal Ayat 45-46

Surah Al-Anfal Ayat 45
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا لَقِيتُمْ فِئَةً فَاثْبُتُوا وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Terjemahan: Hai orang-orang yang beriman. apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung.

Tafsir Jalalain: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا لَقِيتُمْ فِئَةً (Hai orang-orang yang beriman, apabila kalian berperang dengan golongan) orang-orang kafir فَاثْبُتُوا (maka berteguh hatilah) di kala memerangi mereka dan jangan sekali-kali kalian mundur

وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا (dan sebutlah nama Allah sebanyak-banyaknya) berdoalah kalian kepada-Nya untuk kemenangan لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (agar kalian beruntung) memperoleh kemenangan.

Tafsir Ibnu Katsir: Yang demikian itu merupakan pengajaran dari Allah bagi hamba-hamba-Nya yang beriman, berupa adab (etika) berperang dan jalan keberanian ketika menghadapi musuh, di mana Allah berfirman: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا لَقِيتُمْ فِئَةً فَاثْبُتُوا (Hai orang-orang yang beriman, apabila kalian memerangi pasukan [musuh] maka berteguh hatilah kalian)

Di dalam Shahihain terdapat sebuah hadits dari Abdullah bin Abi Aufa, bahwasanya Rasulullah SAW pernah menunggu hari-hari di mana beliau akan bertemu dengan musuh. Dan ketika matahari telah condong, beliau berdiri dan berseru kepada orang-orang:

Baca Juga:  Surah Al-Hijr Ayat 39-44; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

“Hai sekalian manusia, janganlah kalian mengharapkan agar bertemu musuh dan mohonlah keselamatan kepada Allah. Jika kalian bertemu dengan mereka, maka bersabarlah dan ketahuilah sesungguhnya surga itu berada di bawah bayang-bayang pedang”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Setelah itu Nabi saw berdiri dan berdoa: “Ya Allah, yang menurunkan al-Kitab (al-Qur’an), yang memperjalankan awan dan yang mengalahkan golongan musuh, kalahkanlah mereka dan tolonglah kami dalam melawan mereka”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Maka, Allah memerintahkan orang-orang mukmin untuk berteguh hati dalam memerangi musuh dan bersabar dalam bertempur dengan mereka. Jadi mereka tidak diperbolehkan lari, berpaling dan takut.

Selain itu, Allah juga memerintahkan mereka untuk selalu mengingat Allah pada saat perang dan tidak melupakan-Nya, tetapi mereka harus selalu memohon pertolongan dan bertawakkal kepada-Nya.

Tafsir Quraish Shihab: Wahai orang-orang yang beriman, apabila kalian bertemu dengan musuh yang bersenjata, maka hadapilah mereka. Janganlah kalian merasa gentar, apalagi mundur.

Berzikirlah kepada Allah. Ingatlah kebesaran dan janji Allah untuk memenangkan orang-orang beriman. Perbanyaklah zikir kalian dengan tegar dan sabar. Apabila kalian melaksanakan semua ketentuan itu, niscaya harapan kalian akan terwujud.

Surah Al-Anfal Ayat 46
وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ ۖ وَاصْبِرُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

Terjemahan: Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.

Baca Juga:  Surah Al-Anfal Ayat 52; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

Tafsir Jalalain: وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَا تَنَازَعُوا (Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kalian berbantah-bantahan) saling bersengketa di antara sesama kalian فَتَفْشَلُوا (yang menyebabkan kalian menjadi gentar) membuat kalian menjadi pengecut

وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ (dan hilang kekuatan kalian) kekuatan dan kedaulatan kalian lenyap وَاصْبِرُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ (dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar) Dia akan memberikan bantuan dan pertolongan-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir: Apa yang diperintahkan Allah Ta’ala kepada mereka, mereka mentaati-Nya dan apa yang dilarang-Nya, mereka menjauhkan diri darinya. Mereka tidak berselisih di antara mereka, karena hal itu hanya akan menjadi sebab kehinaan dan kegagalan mereka.

وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ (Dan hilang kekuatan kalian) Yaitu kekuatan dan semangat kalian. وَاصْبِرُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ (Dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar).

Para sahabat memiliki keberanian dan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya, serta kepatuhan kepada bimbingan yang diberikan kepada mereka. Yang mana sifat demikian itu belum pernah dimiliki oleh seorang pun dari umat-umat terdahulu dan tidak juga orang-orang yang hidup setelah mereka.

Dengan keberkahan Rasulullah dan ketaatan mereka kepada beliau atas apa yang diperintahkan, mereka dapat menundukkan hati-hati manusia dan membebaskan berbagai negeri, di Timur maupun di Barat, dalam waktu yang singkat dan dengan jumlah mereka yang sedikit, jika dibandingkan dengan bala tentara dari beberapa negara, misalnya Romawi, Persia, Turki, Slaves (Eropa Timur), Barbar, Ethiopia, dan beberapa warga kulit hitam, Qibti dan dari bangsa-bangsa lain.

Baca Juga:  Surah Hud Ayat 112-113; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

Mereka berhasil menaklukkan seluruh negeri tersebut, sehingga kalimat Allah menjadi tinggi dan agama-Nya pun tegak di atas agama-agama lainnya. Kerajaan Islam pun dapat berkembang luas ke seluruh belahan dunia, Barat maupun Timur hanya dalam waktu kurang dari 30 tahun.

Allah meridhai mereka dan menjadikan mereka semua ridha kepada-Nya. Semoga Allah Ta’ala mengumpulkan kita semua dalam golongan mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pemurah lagi Mahapemberi.

Tafsir Quraish Shihab: Taatilah Allah dengan menepati segala perintah dan larangan-Nya. Tinggalkanlah perselisihan dan pertikaian yang membuat kalian tercerai berai dan lemah.

Bersabarlah dalam menghadapi segala kesulitan dan rintangan dalam peperangan. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar dengan memberi dukungan, peneguhan dan belaan yang baik.

Alhamdulillah, demikianlah telah kita tadabburi bersama Surah Al-Anfal Ayat 45-46 berdasarkan Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Quraish Shihab dan Tafsir Jalalain. Semoga menambah kecintaan kita terhadap Al-Qur’an dan semakin meningkatkan Iman kita. Amin.

M Resky S