Surah An-Nahl Ayat 112-113; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah An-Nahl Ayat 112-113

Pecihitam.org – Kandungan Surah An-Nahl Ayat 112-113 ini, mengisyaratkan desa dan daerah yang memiliki banyak nikmat materi dan spiritual. Sebuah desa yang aman dari serangan musuh dengan rezeki yang melimpah. Sementara Allah juga mengutus nabi kepada mereka agar mendapat petunjuk dapat memilah hak dan batil.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Namun masyarakat daerah itu malah mengingkari nikmat-nikmat ilahi yang ada. Mereka tidak memanfaatkan nikmat-nikmat yang ada secara benar, bahkan menggunakannya untuk bermaksiat dan berbuat dosa. Akhirnya mereka ditimpa azab ilahi yang sangat pedih

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah An-Nahl Ayat 112-113

Surah An-Nahl Ayat 112
وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا قَرْيَةً كَانَتْ آمِنَةً مُّطْمَئِنَّةً يَأْتِيهَا رِزْقُهَا رَغَدًا مِّن كُلِّ مَكَانٍ فَكَفَرَتْ بِأَنْعُمِ اللَّهِ فَأَذَاقَهَا اللَّهُ لِبَاسَ الْجُوعِ وَالْخَوْفِ بِمَا كَانُوا يَصْنَعُونَ

Terjemahan: Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezekinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat.

Tafsir Jalalain: وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا (Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan) kata perumpamaan ini dijelaskan oleh badalnya, yaitu قَرْيَةً (dengan sebuah negeri) yaitu Mekah, yang dimaksud adalah penduduknya,

كَانَتْ آمِنَةً (dahulunya aman) dari serbuan musuh dan tidak pernah ada kerusuhan مُّطْمَئِنَّةً (lagi tenteram) tidak perlu pindah karena alasan sempit atau takut يَأْتِيهَا رِزْقُهَا رَغَدًا (rezekinya datang kepadanya melimpah-ruah) dengan luas مِّن كُلِّ مَكَانٍ فَكَفَرَتْ بِأَنْعُمِ اللَّهِ (dari segenap tempat, tetapi penduduknya mengingkari nikmat-nikmat Allah).

Baca Juga:  Surah An-Nur Ayat 31; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

disebabkan mereka mendustakan Nabi saw. فَأَذَاقَهَا اللَّهُ لِبَاسَ الْجُوعِ (karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan) sehingga mereka mengalami paceklik selama tujuh tahun.

وَالْخَوْفِ (dan ketakutan) terhadap pasukan-pasukan tentara Nabi saw. بِمَا كَانُوا يَصْنَعُونَ (disebabkan apa yang selalu mereka perbuat).

Tafsir Ibnu Katsir: Ini merupakan perumpamaan yang ditujukan kepada penduduk Makkah. Sebelumnya Makkah merupakan kota yang aman, nyaman, dan penuh ketenteraman, di mana orang-orang yang hidup di sekitarnya banyak yang tergiur untuk tinggal di sana.

Barangsiapa memasukinya, maka dia akan aman, dan tidak akan takut. Sebagaimana yang difirmankan Allah Ta’ala: “Dan mereka berkata: jika kami mengikuti petunjuk bersamamu, niscaya kami akan diusir dari negeri kami.

Dan apakah Kami tidak meneuhkan kedudukan mereka dalam daerah haram (tanah suci) yang aman, yang didatangkan ke tempat itu buah-buahan dari segala macam (tumbuh-tumbuhan) untuk menjadi rizki (bagimu) dari sisi Kami?” (QS. Al-Qashash: 57).

Demikian pula di sini Allah Ta’ala berfirman: يَأْتِيهَا رِزْقُهَا رَغَدًا (Rizkinya datang kepadanya melimpah ruah) yakni banyak lagi penuh kemudahan; مِّن كُلِّ مَكَانٍ فَكَفَرَتْ بِأَنْعُمِ اللَّهِ (Dari segenap tempat, tetapi [penduduknya] mengingkari nikmat-nikmat Allah)

Yakni, mengingkari berbagai nikmat Allah Ta’ala yang dilimpahkan, dan nikmat terbesar yang diingkari adalah diutusnya Muhammad kepada mereka,

Tafsir Kemenag: Dalam sejarah umat masa lampau, banyak contoh-contoh yang seharusnya menjadi pelajaran bagi umat manusia sesudahnya. Satu kaum yang tinggal pada suatu negeri, semula hidup bahagia lahir dan batin, aman, dan tenteram.

Baca Juga:  Surah An-Nahl Ayat 104-105; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Mereka terpelihara dari ancaman musuh dan jauh dari bencana kelaparan dan kesengsaraan. Allah melimpahkan rezeki kepada mereka, baik rezeki yang terdapat di negeri mereka sendiri, maupun rezeki yang datang dari luar. Semuanya itu membuat mereka hidup makmur dan damai.

Namun demikian, segala nikmat Allah yang melimpah itu tidak mereka syukuri bahkan mereka menjadi kafir dan ingkar kepada-Nya. Hidup mereka tidak lagi terikat dengan norma susila dan keagamaan. Mereka mabuk dengan kekayaan dan kemewahan sehingga lupa tanggung jawab mereka terhadap bangsa dan negara.

Oleh karena itu, Allah menurunkan hukuman berupa bencana kelaparan dan kecemasan yang meliputi kehidupan mereka. itulah balasan bagi mereka.

Surah An-Nahl ayat 113
وَلَقَدْ جَاءَهُمْ رَسُولٌ مِّنْهُمْ فَكَذَّبُوهُ فَأَخَذَهُمُ الْعَذَابُ وَهُمْ ظَالِمُونَ

Terjemahan: Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka seorang rasul dari mereka sendiri, tetapi mereka mendustakannya; karena itu mereka dimusnahkan azab dan mereka adalah orang-orang yang zalim.

Tafsir Jalalain: َلَقَدْ جَاءَهُمْ رَسُولٌ مِّنْهُمْ (Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka seorang rasul dari mereka sendiri) yaitu Nabi Muhammad saw. فَكَذَّبُوهُ فَأَخَذَهُمُ الْعَذَابُ (tetapi mereka mendustakannya karena itu mereka ditimpa azab) yaitu berupa kelaparan dan dicekam rasa takut وَهُمْ ظَالِمُونَ (sedangkan mereka adalah orang-orang yang zalim).

Tafsir Ibnu Katsir: Allah menghancurkan dan menghinakan segala sesuatu yang mereka miliki, sehingga Allah membebaskan kota Makkah untuk Rasulullah yang disebabkan oleh ulah mereka sendiri, kedhaliman, dan pendustaan mereka terhadap Rasulullah yang diutus kepada mereka dari kalangan mereka sendiri.

Baca Juga:  Surah An-Nahl Ayat 125; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Sebagaimana Allah Ta’ala telah membalikkan kondisi kaum kafir dari aman menjadi takut dan dari limpahan rizki menjadi kelaparan. Maka, demikian pula Allah membalikkan keadaan orang-orang mukmin dari rasa takut menjadi rasa aman dan dari kekurangan menjadi banyak rizki. Dia menjadikan mereka sebagai pemimpin umat manusia, hakim, pemuka, panglima, dan imam mereka.

Tafsir Kemenag: Di antara perbuatan mereka yang menunjukkan kufur nikmat ialah mendustakan dan memusuhi Rasul seperti diterangkan Allah dalam ayat ini. Pada waktu Rasul datang kepada mereka memberikan pengajaran dan bimbingan, mereka mendustakan dan memusuhinya, padahal mereka itu mengetahui asal-usul Rasul serta akhlak dan pergaulannya.

Mereka memahami pula bahwa ajaran yang diajarkan oleh Rasul itu benar, tetapi karena didorong oleh kepentingan dan kebencian tanpa alasan, mereka menolak dan menentangnya. Menurut sunnah Allah, setiap umat yang telah kedatangan Rasul, tetapi mereka mendustakan dan memusuhinya, akan ditimpa azab.

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah An-Nahl Ayat 112-113 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Kemenag. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S