Surah An-Nahl Ayat 80-83; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah An-Nahl Ayat 80-83

Pecihitam.org – Kandungan Surah An-Nahl Ayat 80-83 ini, menjelaskan mengenai nikmat kulit dan bulu binatang berkaki empat dan fungsi dari keduanya dalam kehidupan manusia. Sekalipun kini banyak bahan sistetis yang diproduksi, namun sampai saat ini produk yang berasal dari bahan alami, dari kulit dan bulu binatang masih menjadi primadona dan yang terbaik.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Kepada Nabi Muhammad Saw berkata, kewajibanmu hanya menyampaikan pesan-pesan ilahi. Bila ada sekelompok orang yang tidak mau menerima pesan yang engkau sampaikan, janganlah bersikap sedih. Karena mereka adalah orang-orang yang keras kepala, padahal mereka telah mengenal kebenaran dan nikmat-nikmat ilahi.

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah An-Nahl Ayat 80-83

Surah An-Nahl Ayat 80
وَاللَّهُ جَعَلَ لَكُم مِّن بُيُوتِكُمْ سَكَنًا وَجَعَلَ لَكُم مِّن جُلُودِ الْأَنْعَامِ بُيُوتًا تَسْتَخِفُّونَهَا يَوْمَ ظَعْنِكُمْ وَيَوْمَ إِقَامَتِكُمْ وَمِنْ أَصْوَافِهَا وَأَوْبَارِهَا وَأَشْعَارِهَا أَثَاثًا وَمَتَاعًا إِلَى حِينٍ

Terjemahan: Dan Allah menjadikan bagimu rumah-rumahmu sebagai tempat tinggal dan Dia menjadikan bagi kamu rumah-rumah (kemah-kemah) dari kulit binatang ternak yang kamu merasa ringan (membawa)nya di waktu kamu berjalan dan waktu kamu bermukim dan (dijadikan-Nya pula) dari bulu domba, bulu unta dan bulu kambing, alat-alat rumah tangga dan perhiasan (yang kamu pakai) sampai waktu (tertentu).

Tafsir Jalalain: وَاللَّهُ جَعَلَ لَكُم مِّن بُيُوتِكُمْ سَكَنًا (Dan Allah menjadikan bagi kalian rumah-rumah kalian sebagai tempat tinggal) tempat kalian menetap di dalamnya.

وَجَعَلَ لَكُم مِّن جُلُودِ الْأَنْعَامِ بُيُوتًا (dan Dia menjadikan bagi kalian rumah-rumah dari kulit binatang ternak) seperti kemah-kemah dan tenda-tenda تَسْتَخِفُّونَهَا (yang kalian merasa ringan) ketika membawanya يَوْمَ ظَعْنِكُمْ (di waktu kalian berjalan) mengadakan perjalanan.

وَيَوْمَ إِقَامَتِكُمْ وَمِنْ أَصْوَافِهَا (dan waktu kalian bermukim, dan dijadikan-Nya pula, dari bulunya) dari bulu domba وَأَوْبَارِهَا (bulu unta) وَأَشْعَارِهَا (dan bulu kambing) أَثَاثًا (alat-alat) perabot rumah tangga kalian; seperti permadani dan perhiasan dinding rumah,

وَمَتَاعًا (dan perhiasan) yang kalian dapat menikmatinya إِلَى حِينٍ (sampai waktu yang tertentu) sehingga barang-barang itu rusak.

Tafsir Ibnu Katsir: Allah yang Mahasuci lagi Mahatinggi menyebutkan kesempurnaan nikmat-nikmat-Nya yang telah dianugerahkan kepada hamba-hamba-Nya, dimana Dia telah menjadikan bagi mereka rumah-rumah sebagai tempat tinggal untuk berlindung, bernaung, dan memperoleh segala macam manfaat dengannya.

Selain itu, Allah Ta’ala juga menjadikan bagi mereka rumah-rumah dari kulit binatang ternak yang mereka merasa ringan membawanya dalam perjalanan mereka maupun waktu mereka bermukim.

Oleh karena itu, Allah Ta’ala berfirman: تَسْتَخِفُّونَهَا يَوْمَ ظَعْنِكُمْ وَيَوْمَ إِقَامَتِكُمْ وَمِنْ أَصْوَافِهَا (Yang kamu merasa ringan [membawa]nya di waktu kamu berjalan dan di waktu kamu bermukim dan [dijadikan-Nya pula] dari bulu domba, bulu unta dan bulu kambing).

Baca Juga:  Metode Ulama Memahami Dalil yang Bertentangan dalam Al Quran

Yakni, dari bulu-bulu tersebut kalian bisa membuat berbagai peralatan, yaitu harta kekayaan. Ada juga yang menyatakan, barang berharga, dan ada juga yang menyatakan, pakaian. Yang benar adalah yang lebih umum dari semuanya itu, di mana bulu-bulu itu bisa dijadikan sebagai karpet, pakaian, dan lain-lain, bahkan dijadikan sebagai kekayaan dan juga barang dagangan.

Dan firman-Nya: إِلَى حِينٍ (Sampai waktu tertentu) maksudnya, sampai batas waktu yang telah ditentukan.

Tafsir Kemenag: Ayat ini menjelaskan nikmat-nikmat yang dianugerahkan Allah kepada manusia untuk dijadikan tanda keesaan-Nya, seperti Allah menganugerahkan rumah bagi manusia. Rumah-rumah itu tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal atau berlindung dari hujan dan panas, tetapi juga tempat menciptakan suasana aman, damai, dan tenteram serta menumbuhkan kasih sayang dan rasa kesetiaan di antara penghuninya. Dari rumah tangga yang baik, lahir manusia yang baik.

Itulah pengertian rumah dan fungsinya bagi manusia yang berdiam di satu tempat. Kepada bangsa pengembara, Allah swt memberikan nikmat kepada mereka berupa kulit binatang ternak untuk keperluan tempat tinggal. Mereka membangun kemah-kemah dan pondok-pondok dari kulit dan bulu-bulu ternak itu sewaktu mengembara di padang pasir sambil menggembala ternak mereka.

Nikmat Allah lainnya kepada manusia ialah bulu dan kulit binatang ternak yang bisa dimanfaatkan untuk keperluan pakaian, alat-alat rumah tangga, dan lain-lain. Bulu domba (wool), kulit unta, dan kulit kambing merupakan barang-barang yang dapat mereka perdagangkan sejak zaman dahulu sampai sekarang. Dari ayat ini, dapat diambil suatu dalil hukum bahwa kulit dan bulu dari ternak yang halal dimakan adalah suci.

Surah An-Nahl Ayat 81
وَاللَّهُ جَعَلَ لَكُم مِّمَّا خَلَقَ ظِلَالًا وَجَعَلَ لَكُم مِّنَ الْجِبَالِ أَكْنَانًا وَجَعَلَ لَكُمْ سَرَابِيلَ تَقِيكُمُ الْحَرَّ وَسَرَابِيلَ تَقِيكُم بَأْسَكُمْ كَذَلِكَ يُتِمُّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تُسْلِمُونَ

Terjemahan: Dan Allah menjadikan bagimu tempat bernaung dari apa yang telah Dia ciptakan, dan Dia jadikan bagimu tempat-tempat tinggal di gunung-gunung, dan Dia jadikan bagimu pakaian yang memeliharamu dari panas dan pakaian (baju besi) yang memelihara kamu dalam peperangan. Demikianlah Allah menyempurnakan nikmat-Nya atasmu agar kamu berserah diri (kepada-Nya).

Tafsir Jalalain: وَاللَّهُ جَعَلَ لَكُم مِّمَّا خَلَقَ (Dan Allah menjadikan bagi kalian dari apa yang telah Dia ciptakan) seperti rumah-rumah, pohon-pohon dan mendung ظِلَالً (sebagai tempat bernaung) lafal zhilaalan adalah bentuk jamak dari lafal zhillun; yang dapat melindungi diri kalian dari sengatan panas matahari.

وَجَعَلَ لَكُم مِّنَ الْجِبَالِ أَكْنَانًا (dan Dia jadikan bagi kalian tempat-tempat tinggal di gunung-gunung) lafal aknaanan adalah bentuk jamak dari lafal kinnun, yang artinya tempat untuk tinggal seperti gua dan liang besar.

Baca Juga:  Surah An-Nahl Ayat 120-123; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

وَجَعَلَ لَكُمْ سَرَابِيلَ (dan Dia jadikan bagi kalian pakaian) baju-baju gamis تَقِيكُمُ الْحَرَّ (yang memelihara kalian dari panas) dan dari dingin وَسَرَابِيلَ تَقِيكُم بَأْسَكُمْ (dan pakaian/baju besi yang memelihara kalian dalam peperangan) sewaktu kalian berperang yakni dari tusukan dan pukulan senjata di dalam peperangan, seperti baju dan topi besi.

كَذَلِكَ (Demikianlah) sebagaimana Dia telah menciptakan semuanya itu يُتِمُّ نِعْمَتَهُ (Allah menyempurnakan nikmat-Nya) di dunia عَلَيْكُمْ (atas kalian) dengan menciptakan segala sesuatu yang menjadi keperluan kalian لَعَلَّكُمْ (agar kalian) hai penduduk Mekah تُسْلِمُونَ (masuk Islam) agar kalian mengesakan-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir: Firman Allah Ta’ala: وَاللَّهُ جَعَلَ لَكُم مِّمَّا خَلَقَ ظِلَالًا (Dan Allah menjadikan bagimu tempat bernaung dari apa yang telah Dia ciptakan) Qatadah mengatakan, yakni pepohonan,

وَجَعَلَ لَكُم مِّنَ الْجِبَالِ أَكْنَانًا (Dan Dia jadikan bagimu tempat-tempat tinggal di gunung-gunung) yakni, benteng-benteng dan parit-parit.

وَجَعَلَ لَكُمْ سَرَابِيلَ تَقِيكُمُ الْحَرَّ (Dan Dia jadikan bagimu pakaian yang memeliharamu dari panas) yaitu, pakaian yang terbuat dari kapas, katun dan wol.

وَسَرَابِيلَ تَقِيكُم بَأْسَكُمْ (Dan pakaian [baju besi] yang memeliharamu dalam peperangan.) Misalnya, baju besi, tameng, dan lain-lain.

كَذَلِكَ يُتِمُّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ (Demikianlah Allah menyempurnakan nikmat-Nya atasmu) Maksudnya, demikian itulah Allah menciptakan sesuatu yang dapat kalian gunakan untuk berbagai kepentingan dan kebutuhan kalian supaya menjadi penolong (sarana) bagi kalian dalam mentaati Allah dan beribadah kepada-Nya, لَعَلَّكُمْ تُسْلِمُونَ (Agar kamu berserah diri [kepada-Nya]) Demikianlah yang ditafsirkan oleh jumhur ulama.

Tafsir Kemenag: Allah swt menyebutkan nikmat karunia-Nya selain nikmat yang telah disebutkan, yang memberikan rasa aman, damai, dan tenteram. Kepada bangsa yang sudah menetap atau maju, Allah memberikan karunia tempat berteduh seperti rumah, hotel, dan gedung yang secara umum dibuat dari kayu, besi, batu, dan lain-lain.

Allah menyediakan bahan (material) dari gunung seperti batu dan pasir untuk membangun gedung, benteng, atau perlindungan tempat tinggal dalam gunung. Kesemuanya menimbulkan rasa aman dan tenang pada jiwa penghuninya.

Allah swt menyediakan bagi mereka pakaian dari bulu domba atau dari kapas dan katun yang memelihara mereka dari panas dan dingin, serta pakaian dari besi untuk melindungi tubuh mereka dari senjata tajam ketika berperang. Demikianlah nikmat-nikmat yang dianugerahkan Allah kepada manusia.

Surah An-Nahl Ayat 82
فَإِن تَوَلَّوْا فَإِنَّمَا عَلَيْكَ الْبَلَاغُ الْمُبِينُ

Terjemahan: Jika mereka tetap berpaling, maka sesungguhnya kewajiban yang dibebankan atasmu (Muhammad) hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.

Tafsir Jalalain: فَإِن تَوَلَّوْا (Jika mereka tetap berpaling) tidak juga mau masuk Islam فَإِنَّمَا عَلَيْكَ (maka sesungguhnya kewajiban yang dibebankan kepadamu) hai Muhammad الْبَلَاغُ الْمُبِينُ (hanyalah menyampaikan amanat Allah, dengan terang) ayat ini diturunkan sebelum ada perintah untuk memerangi orang-orang kafir.

Baca Juga:  Surah Fussilat Ayat 49-51; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Ibnu Katsir: Firman-Nya: فَإِن تَوَلَّوْا (Jika mereka tetap berpaling) yakni, setelah penjelasan dan penganugerahan berbagai kenikmatan ini, maka tidak ada lagi kewajibanmu atas mereka, karena:

فَإِنَّمَا عَلَيْكَ الْبَلَاغُ الْمُبِينُ (Sesungguhnya kewajiban yang dibebankan atasmu [Muhammad] hanyalah menyampaikan [amanat Allah] dengan terang) Sesungguhnya engkau telah menyampaikannya kepada mereka.

Tafsir Kemenag: Maka hendaklah mereka menyadari segala kenikmatan yang besar dari Allah itu dan mengakui pula kewajiban terhadap pemberi nikmat itu, untuk kemudian beriman kepada-Nya, meninggalkan sembahan-sembahan lain, dan melakukan amal saleh.

Surah An-Nahl Ayat 83
يَعْرِفُونَ نِعْمَتَ اللَّهِ ثُمَّ يُنكِرُونَهَا وَأَكْثَرُهُمُ الْكَافِرُونَ

Terjemahan: Mereka mengetahui nikmat Allah, kemudian mereka mengingkarinya dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang kafir.

Tafsir Jalalain: يَعْرِفُونَ نِعْمَتَ اللَّهِ (Mereka mengetahui nikmat Allah) artinya mereka mengakui bahwa semua nikmat itu dari sisi-Nya مَّ يُنكِرُونَهَا (kemudian mereka mengingkarinya) karena ternyata mereka menyekutukan-Nya وَأَكْثَرُهُمُ الْكَافِرُونَ (dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang kafir).

Tafsir Ibnu Katsir: يَعْرِفُونَ نِعْمَتَ اللَّهِ ثُمَّ يُنكِرُونَهَا (Mereka mengetahui nikmat Allah, kemudian mereka mengingkarinya dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang kafir) Maksudnya, mereka mengetahui bahwa Allah Ta’ala yang melimpahkan nikmat-nikmat itu kepada mereka, serta mengutamakan hal itu untuk mereka.

Namun demikian, mereka masih tetap mengingkari nikmat-nikmat tersebut, menyekutukan-Nya dengan yang lain, serta menyandarkan pertolongan dan rizki kepada selain Dia. mereka adalah orang-orang kafir.

Tafsir Kemenag: mereka mengingkari bahwa nikmat itu dari Allah swt, sehingga merasa tidak perlu berterima kasih, memanjatkan doa, menyembah, serta beribadah kepada Tuhan Yang Maha Pencipta dan Pemberi nikmat itu. Mereka memandang bahwa nikmat karunia itu berkat patung dan pujaan-pujaan selain Allah atau memandang sebagai hadiah alam semesta semata-mata, yang ada dengan sendirinya.

Memang sesungguhnya kebanyakan manusia itu adalah orang-orang kafir yang menentang dan mendustakan wahyu yang disampaikan rasul. Mereka tidak mau beriman kepadanya walaupun mereka mengetahui kebenaran agama yang dibawanya, karena kesombongan dan ketinggian hati mereka.

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah An-Nahl Ayat 80-83 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Kemenag. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S