Surah Ibrahim Ayat 35-36; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah Ibrahim Ayat 35-36

Pecihitam.org – Kandungan Surah Ibrahim Ayat 35-36 ini hingga akhir menceritakan kehidupan Nabi Ibrahim as dan Doa beliau kepada Tuhannya. Setelah pembangunan Ka’bah oleh Nabi Ibrahim as dan Nabi Ismail as Nabi Allah ini banyak berdoa dan memohon kepada Tuhan. Berdasarkan ayat ini permohonan pertama Nabi Ibrahim as kepada Tuhan adalah keamanan kota Mekah.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Nabi Ibrahim as berkata, “Kebodohan dan kesia-siaan manusialah yang menyebabkan berhala kayu dan batu melalaikan manusia dari mengesakan Allah. Mereka lebih mengagungkan berhala dan bersaksi atas namanya daripada mengikuti ajaran para nabi yang memberikan petunjuk bagi kehidupan manusia.

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Ibrahim Ayat 35-36

Surah Ibrahim Ayat 35
وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَٰذَا الْبَلَدَ آمِنًا وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَنْ نَعْبُدَ الْأَصْنَامَ

Terjemahan: Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala.

Tafsir Jalalain: وَ (Dan) ingatlah إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَٰذَا الْبَلَدَ (ketika Ibrahim berkata, “Ya Rabbku! Jadikanlah negeri ini) yakni kota Mekah آمِنًا (negeri yang aman) memiliki keamanan dan ternyata Allah telah memperkenankan doanya, maka Dia menjadikan Mekah sebagai kota yang suci; dilarang di dalamnya mengalirkan darah manusia, menganiaya seseorang, berburu binatang buruannya dan menebang pepohonannya.

Baca Juga:  Surah Ibrahim Ayat 28-30; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

وَاجْنُبْنِي (dan jauhkanlah aku) hindarkanlah aku وَبَنِيَّ (beserta anak cucuku) daripada أَنْ نَعْبُدَ الْأَصْنَامَ (menyembah berhala-berhala.”)

Tafsir Ibnu Katsir: Allah menyebutkan (sebagai) bantahan terhadap orang-orang musyrik Arab bahwa sebenarnya tanah suci Makkah sejak pertama kali diciptakan adalah untuk beribadah kepada Allah yang Mahaesa yang tidak ada sekutu bagi-Nya

Dan bahwa Ibrahim yang menyebabkan Makkah itu menjadi kota yang ramai dan berpenduduk, telah menyatakan lepas diri dari orang-orang yang menyembah selain Allah dan dia berdo’a memohon untuk keamanan Makkah, ia berkata: رَبِّ اجْعَلْ هَٰذَا الْبَلَدَ آمِنًا (Ya Rabbku, jadikanlah negeri ini [Makkah] negeri yang aman) dan Allah pun mengabulkannya.

Seperti difirmankan Allah: “Belumkah mereka melihat bahwa Kami telah menjadikannya tanah suci yang aman.” (QS. Al- Ankabuut: 67), dan firman Allah: “Sesungguhnya rumah yang mula pertama didirikan untuk (tempat beribadah).

Tafsir Quraish Shihab: Sebutkan kepada kaummu doa bapak mereka, Ibrâhîm, setelah ia membangun Kakbah, agar mereka dapat mengambil pelajaran dan meninggalkan kesyirikan, “Tuhanku, jadikanlah negeri tempat Ka’bah ini terbebas dari orang-orang zalim, dan jauhkan diriku dan anak cucuku dari penyembahan berhala.

Baca Juga:  Surah Al-A'raf Ayat 80-81; Seri Tadabbur Al-Qur'an

Surah Ibrahim Ayat 36
رَبِّ إِنَّهُنَّ أَضْلَلْنَ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ ۖ فَمَنْ تَبِعَنِي فَإِنَّهُ مِنِّي ۖ وَمَنْ عَصَانِي فَإِنَّكَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Terjemahan: Ya Tuhanku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan kebanyakan daripada manusia, maka barangsiapa yang mengikutiku, maka sesungguhnya orang itu termasuk golonganku, dan barangsiapa yang mendurhakai aku, maka sesungguhnya Engkau, Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Tafsir Jalalain: رَبِّ إِنَّهُنَّ (“Ya Rabbku! Sesungguhnya mereka itu) yakni berhala-berhala itu أَضْلَلْنَ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ (telah menyesatkan kebanyakan daripada manusia) karena mereka menyembahnya فَمَنْ تَبِعَنِي (maka barang siapa yang mengikutiku) berpegang pada ajaran tauhid,

فَإِنَّهُ مِنِّي (maka sesungguhnya orang itu termasuk golonganku) termasuk pemeluk agamaku وَمَنْ عَصَانِي فَإِنَّكَ غَفُورٌ رَحِيمٌ (dan barang siapa yang mendurhakai aku, maka sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.) pernyataan ini sebelum Nabi Ibrahim mengetahui, bahwa Allah swt. tidak mengampuni dosa syirik.

Tafsir Ibnu Katsir: ia menyebutkan, bahwa cukup banyak manusia yang terperdaya oleh berhala-berhala, tetapi ia (Ibrahim) membebaskan diri dari orang-orang yang menyembahnya dan menyerahkan urusan mereka kepada kehendak Allah, apakah Allah akan menyiksa atau mengampuni mereka.

Baca Juga:  Surah Ibrahim Ayat 32-34; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Seperti perkataan Isa as.: “Jika Engkau mengadzab mereka, sesungguhnya mereka adalah hamba-hambaMu. Dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkau Mahaperkasa lagi Mahabijaksana” (QS. Al-Maaidah: 118). Tidak ada cara lain kecuali menyerahkan hal itu kepada kehendak Allah Ta’ala, bukan berarti membolehkan hal (penyembahan berhala) itu terjadi.

Tafsir Quraish Shihab: Penyembahan berhala-berhala itu telah menyebabkan kesesatan bagi banyak orang. Maka siapa saja di antara keturunanku yang mengikuti jejakku dan ikhlas beribadah kepada-Mu, adalah benar-benar pengikut agamaku. Tetapi, siapa saja yang tidak menaatiku dan berbuat syirik, maka Engkau Mahakuasa untuk memberinya petunjuk, karena ampunan dan kasih sayang-Mu amat banyak.”

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Ibrahim Ayat 35-36 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S