Anda Berdoa, Tapi Tak Kunjung Terkabul? Mungkin Anda Termasuk Golongan Ini

Anda Berdoa, Tapi Tak Kunjung Terkabul? Mungkin Anda Termasuk Golongan Ini

PeciHitam.org Berdoa adalah suatu harapan yang kita sandarkan pada Allah dan juga sebagai tanda bahwa keterbatasan sebagai makhluk yang selalu bergantung pada penciptanya. Karena segala sesuatu adalah milik Allah, tanpa kehendak Nya semuanya adalah mustahil. Dari itu berdoa menjadi kebutuhan setiap manusia.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Tidak hanya menyuruh manusia berdoa, Allah pun menyanggupi bahwa setiap doa manusia pasti akan dikabulkan. Sebagaimana yang terkandung dalam Surat Al-Ghafir ayat 60:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدۡعُونِيٓ أَسۡتَجِبۡ لَكُمۡۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسۡتَكۡبِرُونَ عَنۡ عِبَادَتِي سَيَدۡخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Artinya: “Dan tuhanmu berfirman, ‘berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Ku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku, akan masuk neraka jahanam dalam keadaan hina dina.” (Q.S. Ghafir:60).

Namun bagaimana dengan fenomena doa yang sudah lama belum terkabulkan? Ternyata dalam hal tersebut terdapat sekurang-kurangnya 4 penyebab yang mengakibatkan terhambatnya doa. Diantaranya adalah:

  1. Doa dengan Niat yang Kurang Baik

Berdoa adalah hal yang baik, maka jangan kotori doa dengan niat yang kurang baik, karena niat mempunyai peran yang sangat penting dalam terkabulkannya sebuah doa. Hal ini sudah dijelaskan dalam Al-Quran Surat Al-Isra Ayat 11:

Baca Juga:  Fiqih Maqashid Ibnu Taimiyah, 4 Pokok Pemikirannya

وَيَدۡعُ ٱلۡإِنسَٰنُ بِٱلشَّرِّ دُعَآءَهُۥ بِٱلۡخَيۡرِۖ وَكَانَ ٱلۡإِنسَٰنُ عَجُولٗا

Artinya: “Dan manusia mendoa untuk kejahatan, sebagaimana ia mendoa untuk kebaikan. Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa.”

Ayat ini menerangkan bahwa adanya doa yang dibacakan dengan niat yang tak baik dan hanya akan mendatangkan mafsadah bagi seseorang. Doa seperti ini tidak perlu diharapkan dan ditunggu ijabahnya, karena Allah justru malah melarangnya.

  1. Doa Orang yang Tak Sholat

Sholat adalah kewajiban yang mutlak dan menjadi pilar dari agama, tidak ada pengecualian siapapun dan keringanan model apapun untuk bisa meninggalkan sholat. Bagi siapapun yang meninggalkan sholat adalah dosa besar.

Orang-orang seperti ini akan terus berdosa sebelum membayar sholat yang belum dia kerjakan, dan dalam keadaan penuh dosa seperti inilah yang akan menghambat terkabulkannya doa. Jadi jika ingin doa lekas terkabul, lakukanlah sholat dengan istiqomah.

  1. Doa Orang yang Pelit
Baca Juga:  Perbedaan Bank Konvensional dan Bank Syariah

Orang pelit adalah orang dengan keegoisan yang tinggi dan sangat minim kepedulian dengan sesama. Memanjakan dirinya dengan harta dan memandang sebelah mata orang lapar di depan matanya.

Perlu diketahui, orang dengan tingkat kepedulian akan sesama yang tinggi dan mengindahkan hablun minannas adalah orang yang memiliki doa yang mustajab.

  1. Orang dengan Mulut yang Kotor

Allah menciptakan manusia dalam keadaan baik, haruslah manusia menjaga fitrah tersebut. Terutama Lisan, lisan diciptakan dengan tujuan baik agar manusia bisa berdoa pada Allah dan bisa berkata baik pada sesama.

Dari sini lisan mempuyai potensi membangun Hablun minallah yang baik dan hablun minannas yang baik pula. Jadi manusia yang tidak menggunakan mulut dengan semestinya doanya akan terhambat.

Sebaliknya Allah mengabulkan doa orang yang memiliki mulut yang selalu digunakan untuk berbicara dengan baik, bahkan Allah kan memberikan lebih dari apa yang diminta orang tersebut.

Allah berfirman dalam Surat As-Syuura ayat 26:

Baca Juga:  Mengenal Metodologi Tafsir Al-Quran Ulama Modern

وَيَسۡتَجِيبُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّـٰلِحَٰتِ وَيَزِيدُهُم مِّن فَضۡلِهِۦۚ وَٱلۡكَٰفِرُونَ لَهُمۡ عَذَابٞ شَدِيدٞ

Artinya: “Dan Dia mengijabahi (doa) orang-orang yang beriman serta mengerjakan amal yang saleh dan menambah (pahala) kepada mereka dari karunia-Nya. Dan orang-orang yang kafir bagi mereka azab yang sangat keras.” (Q.S. As-Syuura: 26).

Demikian adalah 4 hal yang menjadi terhambatnya doa, agaknya 4 hal tersebut mewakili perkara kurang baik lainnya. Adapun hal buruk lainnya yang tidak tercantum, alangkah baiknya jika kita selalu terhindar dari apapun yang berbau kurang baik.

Ash-Shawabu Minallah

Mochamad Ari Irawan