Tasawuf: Tujuan Tuhan Menciptakan Segalanya Berpasang-pasangan

tuhan menciptakan berpasang pasangan

Pecihitam.org – Jika kita jeli melihat ayat-ayat Tuhan, kita akan menemukan baik dalam ayat Qauliyah maupun Kauniyah bahwa Allah menciptakan segalanya dengan berpasang-pasangan. Hal ini sebagaimana firman Allah,

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

وَمِن كُلِّ شَىْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

“Dan segala-galanya Kami ciptakan serba berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah” (QS. Az-Dzariyat 49).

Sang Sufi Rasyid Al-Din Maybudi menjelaskan tentang ayat ini, ia mengatakan bahwa,

“Pasangan (zawjan) yang dimaksudkan adalah laki-laki dan perempuan di antara makhluk-makhluk hidup dan jenis-jenis yang berbeda di antara benda-benda mati. Misalnya, langit dan bumi, daratan dan lautan, musim dingin dan musim panas, gelap dan terang, iman dan kekafiran, kebahagiaan dan kesengsaraan, manis dan pahit dst.”

Rasyid Al-Din Maybudi menjelaskan lebih dalam lagi, “pasangan ganda” dalam ayat tersebut juga mengindikasikan tentang kemustahilan Tuhan untuk diperbandingkan. Maksudnya, Tuhan menciptakan segala sesuatu secara berpasang-pasangan tujuannya untuk membedakan ke-Esaan-Nya sendiri dengan kejamakan makhluk-makhluk-Nya.

Baca Juga:  Kisah Para Sufi Perempuan dalam Kancah Dunia Tasawuf

“Ciptaan itu mustahil tanpa dualitas, sebab hanya Tuhan yang Tunggal.”

“Setiap kali Tuhan menciptakan sesuatu yang bersifat sementara, Dia menciptakannya berpasangan, sebagai dua benda yang dikaitkan satu sama lain, atau berlawanan satu sama lain, misalnya, pria dan wanita, siang dan malam, langit dan bumi, daratan dan lautan, matahari dan bulan, jin dan manusia, kepatuhan dan keingkaran, kebahagiaan dan kesengsaraan, petunjuk dan kesesatan, keagungan dan kehinaan, kekuasaan dan ketidakmampuan, kekuatan dan kelemahan, pengetahuan dan kebodohan, kehidupan dan kematian.”

Tuhan menciptakan sifat-sifat dari makhluk-makhluk-Nya dengan cara yang saling berkaitan atau berlawanan satu sama lain. Sehingga mereka tidak akan sama dengan sifat-sifat sang Pencipta-nya. Oleh karenanya ke-Esaan dan Ketunggalan-Nya menjadi termanifestasi di hadapan makhluk-makhlukNya.

“Keagungan-Nya tanpa kehinaan, kekuasaan-Nya tanpa ketidakmampuan, kekuatan-Nya tanpa kelemahan, pengetahuan-Nya tanpa kebodohan, kehidupan-Nya tanpa kematian, kegembiraan-Nya tanpa kesedihan, penghidupan-Nya tanpa pemusnahan.”

Tuhan itu Esa dan Unik. Esa dalam Esensi dan sifat-sifat, Unik dalam Kemuliaan-Nya. Dia tidak dapat diperbandingkan dengan setiap makhluk dan terpisah dari segala benda.

Baca Juga:  Abu Hasan as Syadzili dan Berdirinya Tarekat Syadziliyah (Bagian 3)

لَيْسَ كَمِثْلِهِۦ شَىْءٌ

“Tidak ada sesuatu yang menyerupai Dia.” (QS As Syura: 11)

Tidak ada sesuatu yang menyerupai Dia dan Tuhan sama sekali tidak punya persamaan atau pembanding. Kesamaan itu berasal dari sekutu, dan Tuhan tidak mempunyai sekutu. Dia juga tidak bisa disamakan dengan apa pun dan tidak butuh apa pun.

“Pintu kekikiran-Nya tertutup dan pintu kedermawanan-Nya terbuka. Dia mengampuni dosa-dosa dan memberi belas kasih pada orang-orang yang bersalah. Dia membuat cinta-Nya tampak nyata dengan mengasihi hamba-hamba-Nya. Dan Dia mencintai hamba-hamba-Nya meskipun Dia tidak membutuhkan apa-apa.”

Cinta-Nya terjalin antara diri-Nya dan hamba-Nya tanpa sekat dan perantara. Oleh karena itu, sudah selayaknya meski bagaimana pun keadaan seorang hamba Dia tetap akan menerimanya. Maka untuk menerima kedermawanan-Nya dan mencari perlindungan pada-Nya, larilah kepada-Nya dari makhluk-makhluk lain

Baca Juga:  Kesalahan Pemikiran Kaum Radikalis Salafi Wahabi Tentang Tasawuf

“Pelarian merupakan salah satu kedudukan dari para kelana rohani, salah satu pemberhentian cinta.”

Jika segala sesuatu diciptakan secara berpasang-pasangan (selain Tuhan) pastilah dibuat dari dua realitas yang berbeda namun keduanya saling melengkapi.

Wallahuhua’lam.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik